Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Firman Pratama

Seorang pakar pikiran dan praktisi pendidikan yang membuat dua buah metode dahsyat yaitu Alpha Telepati selengkapnya

3 Langkah Mudah untuk Melupakan Masa Lalu

OPINI | 01 April 2013 | 04:52 Dibaca: 1510   Komentar: 0   0

Melupakan masa lalu adalah hal tersulit bagi sebagian besar orang, karena banyak yang datang ke tempat praktek hipnoterapi saya mengeluhkan ingin melupakan masa lalunya khususnya dalam hal percintaan, sebab mereka merasa selalu teringat dengan kisah asmara di masa lalu yang mengakibatkan dirinya susah untuk melangkah (baca=move on) untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Penyebab melupakan masa lalu adalah karena pengalaman dimasa lalu itu terlalu indah atau terlalu menyakitkan. Jadi masalah utama adalah karena kita memunculkan perasaan TERLALU, dengan sikap terlalu maka pikiran bawah sadar kita akan terus mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Misalnya, suatu hubungan yang dianggap TERLALU indah, tetapi tiba-tiba satu pihak memutuskan begitu saja maka pihak yang lain karena sudah terlanjur menganggap TERLALU indah maka menjadi susah untuk melepaskan hubungan itu. Karena sudah telanjur tersimpan di memori bawah sadar, bahwa hubungan yang paling indah dalam hidup adalah hubungan percintaan saat itu. Lalu ketika ingin memulai hubungan yang baru maka muncullah sikap untuk melakukan perbandingan dan pertanyaan dalam hati, apakah bisa ada hubungan yang lebih indah dari hubungan cinta sebelumnya?

Begitu juga sebaliknya, jika hubungan yang di masa lalu adalah peristiwa yang TERLALU menyakitkan maka memori di bawah sadar juga banyak menyimpan semua yang menyakitkan, sehingga ketika ingin memulai hubungan baru selalu muncul ketakutan dan kekhawatiran tentang pengulangan peristiwa yang lalu. Tentu saja hal ini akan mengakibatkan ketakutan untuk memulai hubungan dengan siapapun.

Maka dari itu, bersikap TERLALU berdampak negatif terhadap langkah kita ke depan. jadi teringat sebuah ayat di Al-Quran [7:31] Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Niat untuk melupakan peristiwa masa lalu, secara teori pikiran tidak dapat dilakukan sebab data memori sudah terlanjur masuk ke pikiran bawah sadar kita.

Ada Tiga Langkah sederhana untuk melupakan masa lalu

1. Keberanian untuk mengurangi Level dari kata TERLALU dari 10 menjadi 5, walaupun masih TERLALU tapi sudah tidak lagi besar dan tebal tetapi menjadi “terlalu”. Dengan melakukan pengubahan ini maka diharapkan seluruh sikap dan respon anda terhadap masa lalu itu juga turut berkurang. Dengan berkurangnya kata “terlalu” maka diri anda juga pasti mulai siap untuk melangkah…benar?

2. Membuang semua benda disekitar anda yang berkaitan dengan peristiwa atau masa lalu tersebut, sebab ketika anda melihat benda-benda yang berkaitan dengan peristiwa itu pasti langsung memicu pikiran bawah sadar untuk kembali mengingat secara cepat peristiwa masa lalu tersebut. Apapun itu bendanya, baik itu benda yang mahal atau yang sangat kecil jika ada kaitannya dengan peristiwa masa lalu itu sangat wajib untuk disingkirkan.

3. Membuat Tulisan, “Saya siap untuk melangkah”, anda tempel dimanapun tempat yang mudah dilihat, paling saya sarankan adalah di handphone anda, bagi pengguna blackberry bisa anda jadikan display profile dan status anda. Bagi yang menggunakan facebook, ubahlah time line cover anda dengan gambar yang bertuliskan “saya siap melangkah”. Dengan anda melihat tulisan tersebut setiap hari maka pikiran bawah sadar anda akan perlahan demi perlahan mulai terisi dengan kesiapan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi anda yang serius melakukan 3 langkah diatas, saya jamin anda dapat terus melangkah walaupun memiliki masa lalu yang menurut anda saat ini susah untuk dilupakan. Maka, saran saya..Janganlah memaksa untuk melupakan, sebab semakin memaksa melupakan justru semakin teringat.

Bila rasa itu terus berlanjut maka silahkan membaca sumbernya disini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 15 jam lalu

Jokowi “Penyebar Virus” kepada …

Hendrik Riyanto | 15 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 16 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 16 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: