Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Herry Fk

Hanya Si BODOH… yang berharap menemukan pencerahan dari seberkas cahaya ilmu di Dunia. Kuserahkan separuh selengkapnya

Wanita ‘Biasa’ Antara Jodoh, Seks, dan Masa Depan

OPINI | 03 December 2012 | 00:19 Dibaca: 1551   Komentar: 0   14

Tergerak untuk menjawab, curcol Indri Permatasari Intan berlian bersinar berkilau-kilau bagai landak yang habis di grenda…. tentang sambetan bakiak dari Budhe-nya yang bilang bahwa kecantikan seorang perempuan itu sama dengan sebuah ‘cobaan’ pada FF Humor di link berikut : [Bukan FF] Tuhan Maha Adil

Tergelitik… rasanya untuk mencari sisi lain dari sentilan Budhe-nya Indri diatas yang bilang ‘cantik’ itu cobaan bagi wanita?………. ayuk Jeng Mona jelasin.

Pertama-tama luruskan dulu persepsi bibir budhe si Indri tentang ‘Cantik’ yang diucapkannya, karena sejatinya cantik itu bawaan wanita sedari lahirnya, tapi kalau yang dimaksudnya cantik adalah membandingkankan ‘muka’ @Indri dengan ‘muka’ temen-temennya yang ‘katanya’ cantik, tentu artinya Indri tidak secantik temennya, tapi hal ini bukan berarti Indri jelek… karena kalau jelek itu ‘musibah’ bukan cobaan.

Selanjutnya coba kotakin dulu, siapa yang layak menyandang predikat wanita biasa? Apakah wanita biasa itu tidak cantik? Apakah wanita biasa itu tidak pintar? Apakah wanita biasa itu tidak menarik? Ataukah wanita biasa itu tidak materialistis? Hehehehe sangat normatif.

Wanita biasa itu cantik kok, tapi memang tidak sangat cantik dan kalau manis tentu relatif khan? Wanita biasa itu pinter kok, tapi memang tidak brilian dengan prestasi atau karier luar biasa. Wanita biasa itu menarik kok, tapi memang tampilan phisik seksual atau sensualnya terkesan tidak overdosis. Wanita biasa itu jika bicara keinginan tentunya sama dengan wanita manapun, tapi keinginannya ini tidak mengarah pada sikap materialistis absolute yang tak dapat ditawar oleh situasi dan kondisi, karena kecenderungan wanita biasa adalah pada ‘kesederhanaannya’.

Yes… itu dia “kesederhanaan” adalah pointnya, nih clootkidotnya :

#1.Para wanita biasa pada umumnya tidak muluk-muluk dalam menjalani hidupnya, bahkan kadangkala mereka rela memendam mimpi mereka demi sebuah pengharapan sederhana untuk masa depan sederhana yang realistis untuk mereka lalu kelak.

#2.Dalam cintanya, para wanita biasa tidak ngoyo bermimpi untuk dijemput seorang pangeran tertampan didunia sebagai tambatan hatinya, karena bagi mereka cukuplah cinta dan kesetiaan dari seorang pria yang dicintai dan mencintainya apa adanya sajalah yang menjadi syarat utama mereka untuk rela menyerahkan hidupnya.

#3.Para wanita biasa, memahami seks ala kadarnya. Bagi mereka kepuasan seks hanyalah bonus ketika kenikmatan kasih sayang mereka terpenuhi, karena bagi mereka urusan ranjang pada intinya adalah kepasrahan dalam melayani deburan cinta dari pasangannya.

#4.Dalam hal materi, keinginan dan harapan masa depan bagi wanita biasa semuanya bertolak pada kesungguhan dari pria yang dicintainya. Wanita biasa tidak memaksakan kekasihnya melakukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dipenuhi, namun mereka senantiasa menjadi pendamping sekaligus tameng jiwa pasangannya demi mencapai masa depan kehidupan materi terbaik bagi mereka.

1354462225540845898

Nah, dedek Indri…. walaupun menurut Budhe, kamu tidak secantik teman-temanmu, namun tetaplah bersyukur karena dirimu tidak jelek. Namun jika kata “cantik” ini tetap membebanimu, cobalah untuk menjadi wanita biasa, karena percayalah lebih baik menjadi wanita biasa daripada menjadi wanita yang sangat cantik tapi tidak biasa. Karena satu hal yang pasti, jauh lebih banyak jumlah pria biasa  dibandingkan pria luar biasa layaknya pangeran dikehidupan nyata. Dan para pria biasa ini pun tertarik bagai magnet kepada para wanita-wanita biasa yang mensyaratkan dirinya pada sesuatu dan untuk sesuatu yang dapat mereka jangkau dan penuhi.

Kalau dirimu masih ragu, lihat saja dikehidupan sehari-hari yang merupakan kehidupan biasa, lihat budhemu apa iya…. dia cantik banget? Lihat ibumu, lihat tantemu, lihat tetanggamu, lihat ibu gurumu, lihat teman-temanmu yang telah berkeluarga? Pandangi mereka wanita biasakah atau wanita menakjubkan dengan pesona luar biasakah mereka? Hehehehe baiklah, mungkin satu atau dua contoh dari mereka beruntung mendapatkan cinta, seks, jodoh dan masa depan gemerlap. Lalu bandingkan jumlah manakah yang paling banyak dari mereka? Apakah lebih banyak jumlah para wanita yang sangat cantik dan beruntung itu jika dibandingkan dengan para wanita biasa dengan kecantikan biasa yang berhasil menemukan jodoh, cinta dan masa depan yang bahagia? Jawabnya : wanita biasa lebih banyak pastinya! dan itu berarti wanita biasa gampang jodoh lho…. dedek Indri.

Nah… dedek Indri Inilah salah satu hal yang dikatakan budhemu tentang “cantik itu cobaan”, karena seandainya engkau dianugerahi Tuhan kecantikan yang luar biasa, maka tanpa sadar nalurimu akan menggiringmu menentukan pengharapan yang muluk dalam hidup, mimpimu mungkin akan terpuaskan jika dapat menjadi seorang artis? Supermodel? Atau bahkan seorang diva? Karena kau merasa seakan-akan memiliki modal mencapai mimpimu itu. Tapi sadarkah dirimu, ketika mimpimu itu gagal kau capai, maka perasaan gagal ini akan menghantui seumur hidupmu, karena merasa rugi tidak memanfaatkan anugerah wajah teramat cantik yang kau punya………… cobaan khan?

1354462263413120869

Lalu ketika mimpi itu dapat kau capai, otomatis dirimu mengharapkan pangeran tampan dan sempurnalah yang pantas menjadi pasanganmu? Percayalah butuh kesabaran dan ketabahan untuk mendapatkan pujaan sekelas pangeran, karena para pangeran ini pun merasakan hal yang sama dan memasang standar tinggi bagi wanita yang menjadi pasangan hidupnya. Nah sanggupkah dirimu menjadi seseorang yang diharapkan oleh Pangeranmu, seorang putri tanpa cela dan harus selalu sempurna dalam keadaan apapun padahal jiwamu tidak dilahirkan sebagai putri sang raja………… cobaan khan?

Andai akhirnya engkau menyerah untuk mendambakan seorang pangeran, tapi cobaan belum berakhir karena tidak semua pria diluar sana punya keberanian untuk mendekatimu, berkenalan denganmu apalagi berharap engkau menjadi pendamping hidupnya, karena mereka tanpa disadari merasa minder karena takut tak sepadan dengan kecantikanmu dan mengukur diri untuk mempersembahkan setiap yang terbaik dari sisi materi atau apapun agar pantas mereka sandingkan untukmu…………. ahhh, hal ini pun tetap cobaan, karena takut-takut engkau bisa jadi perawan tua dedek Indri, karena hanya segelintir pria yang memiliki kapasitas dan kemampuan memenuhi tuntutan dirinya ini…. hahahahaha.

1354462322890996778

Sehingga hanya ada satu jalan menuju kebahagiaan bagi wanita, baik yang cantik atau yang kecantikannya bagai bidadari, jangan pernah lupakan bahwa dirimu adalah seorang wanita. Dan kesempurnaan seorang wanita adalah pada saat dia dapat mencintai dan dicintai apa adanya oleh sang kekasih sedari bangun tidur dan masih bau iler hingga kembali menutup mata saat lelapmu, saat kudelmu dengan daster emak-emak lengkap dengan aroma bumbu di tubuhmu ketika memasak didapur, hingga saat mempesonamu dengan pakaian artis kesiangan ketika ada kondangan yang harus dihadiri. Bahkan saat tanpa pakaian ketika tubuhmu masih langsing kencang disegala lini, hingga ketika telanjangmu menampilkan deretan lemak, dipaha, dilengan, diperut bahkan dibokongmu…… penerimaan paripurna dalam kesederhaan sikap yang tidak tergerus oleh waktu.

13544623702047353396

Jadilah wanita apa adanya dirimu yaitu wanita biasa dengan kesederhanaan yang tidak sederhana,dan yakinlah bahwa hal biasa inilah yang menjadikan dirimu memiliki aura luar biasa,yang jauh lebih baik dari pada kecantikan luar biasa yang ‘biasa saja’…. by FK

13544624321565067410

Ilustrasi my editing collection

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 5 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 5 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 11 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 7 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 7 jam lalu

The Beatles Konser di BI …

Teberatu | 7 jam lalu

Gandeng KPK, Politik Nabok Nyilih Tangan ala …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: