Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Afaz

Achmad Fauzi - Hipnoterapis dan Pemerhati pendidikan, perkembangan sumber daya manusia. Saat ini sedang mengembangkan selengkapnya

Memprofil Kepribadian Seseorang dari Tampilannya

OPINI | 01 July 2012 | 13:02 Dibaca: 843   Komentar: 12   3

I’ve interviewed hundreds of killers. All types of crazy motives for doing what they did. They all share one thing in common. All of them. It’s in their eyes.(Criminal Minds 312, 3rd life)

Anda yang pernah menonton film-film serial macam Mentalist atau Criminal mind sering kali menjadi terkagum-kagum akan kemampuan mereka memprofil siapa orang yang tengah mereka hadapi. Mereka seperti memiliki Magic, indera keenam yang membuat mereka tahu banyak tentang seseorang dalam rentang waktu yang tidak lama.

Sebagian dari kita mungkin juga pernah mendengar cold reading. Beberapa Magician menggunakan cold reading atau membaca cepat (menebak) mengenai individu yang mereka ajak berbincang dalam rangka membuat impresi. Apakah Magician ini ini sakti? Tidak mereka bekerja atas dasar profil umum, data statistik yang mereka cocokkan dengan seseorang melalui tebakan dan intuisi. Beberapa yang lebih canggih biasanya menggunakan tipologi Jung. Sulit menjadi salah ketika profil umum yang diberikan. Misal, jika melihat seorang ibu yang tampak kalem tengah menyuapi bayinya tentu bisa dikatakan, “Anda seorang ibu dan istri yang sayang pada keluarga. Anda orang yang lembut dan sabar menghadapi suami anda.”

Ahli Klinis juga biasanya memiliki keperluan untuk melakukan observasi mengenai siapa orang yang tengah mereka hadapi. Berfikir secara deduktif, mengeluarkan hipotesis-hipotesis ilmiah (berbasis teori Kepribadian) yang biasanya divalidasi melalui beberapa pertanyaan.

Secara logis dan alur keahlian tentu dapat dikatakan kemampuan seperti ini bisa dimiliki dengan proses latihan. Orang yang sering menghadapi berbagai orang biasanya tumbuh intuisinya mengenai tipe-tipe orang. Keahlian ini lahir dari kebutuhan untuk itu lalu melatihnya sehingga menjadi ahli dalam taraf tertentu.

Apa prinsip-prinsip yang dapat digunakan dalam rangka ‘membaca’ seseorang. Berikut adalah prinsip yang ditegakkan dalam memprofiling. Sebenarnya istilah aslinya bukan prinsip ya, namun disini kita sebut saja sebagai prinsip.

  • Setiap orang memiliki needs (kebutuhan) dan menginginkan sesuatu situasi tertentu yang sesuai untuk neednya itu.

Individu sadar ataupun tidak sadar akan senantiasa memproyeksikan dirinya (emosi, pikiran, trait, kebiasaan) melalui apa yang ditampilkannya. Apa yang ditampilkan seseorang merupakan cerminan dari kebutuhan-kebutuhan yang dimilikinya. Orang yang kompulsif akan tampil formal dan rapi karena memiliki kebuiuhan untuk itu. Orang yang histrionik punya kebutuhan untuk mendapatkan atensi dari banyak orang untuk itu ia akan banyak berceloteh atau tampil dengan pakaian yang berwarna warni. Orang yang patuh (dependent) tentu mencari persetujuan dan menghindari pertikaian. Seorang rocker akan menampilkan dirinya berbeda dengan jazzy sebagaimana pop akan berbeda dengan dangdut. ABG jika naik kendaraan motor akan lebih mengebut dan kadang agak ugalan karena hendak menunjukkan saya bisa lho. Dia ingin gaya agar diakui, sebuah ciri dari kepribadian yang masih immature. Orang yang memiliki kebutuhan berprestasi akan menampilan piagam, sertfikat, piala di kantor atau rumahnya. Seorang ibu yang lebih menyayangi anak laki-lakinya, akan lebih khawatir tentangnya dibanding anak perempuan dan akan menonjolkannya dalam aspek-aspek misal pilihan sekolah, pajangan foto dll. Orang yang memiliki kebutuhan relasi (asosiasi, intim) namun memiliki hambatan akan mengkompensasikannya dalam perilaku nurturasi tanaman misalnya. Pilihan tanaman menjadi penting karena menjadi cerminan usaha yang diberikan. Kaktus, bonsai merupakan cerminan ingin merawat tapi tidak mau repot (secara intepretasi diagnostik diartikan incapable)

  • Isyarat biologi, psikis dan sosial

Butuh pengetahuan yang luas untuk mengetahui isyarat-isyarat ini. Pendekatan biologi dapat berkaitan dengan ras, penyakit dan hipotesis mengenai kepribadian. Orang yang pecandu akan terlihat dari mata. Orang yang diabetes akan tampak menghindari gula. Kerutan pada wajah juga akan memperlihatkan taraf usianya. Orang yang berusia 30 an akan memiliki kerutan yang tampak pada dahinya. Orang yang berusia 40 an akan memiliki kerutan pada matanya dan otot senyumnya. Orang yang gendut biasanya ramah dan enak diajak berteman. Dari sisi psikis, Orang yang pemalu akan menghindari kontak mata. Orang yang menghindari kontak mata tentunya memiliki keterbatasan dalam relasi. Orang yang terbatas dalam relasi tidak memiliki banyak teman. Tentu saja pakaian yang dipilihnya lebih mengarah pada warna-warna kalem dan menghindari warna yang menonjol. Pada pendekatan sosial misalnya saja cincin kawin, aksesoris dan pakaian dapat menunjukkan strata sosial seseorang. Tampilan seseorang dapat menunjukkan bahwa uang bukan masalah buat saya. Bagaimana dengan orang kaya yang tampil sederhana? Ambillah prinsip pertama karena dia hendak berkata Anda tidak perlu sungkan dengan saya, saya ramah, terbuka untuk interaksi dengan siapa saja. Orang seperti ini biasanya memiliki tendensi aktualisasi diri sehingga ia mudah berbagi.

  • Dinamika psikis individu

Ini pendekatan yang paling sulit. Ego strength misalnya dapat digunakan untuk melihat kualitas power psikis individu. Bagaimana dia mengelola kebutuhan dan tekanan dari lingkungan. Bagaimana seseorang mengelola konflik dan kecemasan kemudian defence apa yang akan digunakannya. Orang yang ingin tampil gaya, butuh pengakuan yang kuat tentu butuh menampilkan kebutuhannya tersebut karenanya dia butuh modal. Jika secara ekonomi dia tidak begitu mampu bagaimana caranya? Ini konflik karenanya dia akan mencoba mengelola misalnya dengan membeli barang bajakan kalau juga tidak bisa ya dia akan meminjam atau berhutang. Anak yang dimanjakan dan dipenuhi segala kebutuhannya biasanya memiliki ego strength yang tidak kuat karena dia tidak cukup mampu mengelola hasrat dan kebutuhannya.

  • Reaksi patologi

Untuk kalangan kesehatan (medis dan mental) pendekatan ini penting. Orang yang sedang tegang atau cemas akan sulit memfokuskan atensi dan selanjutnya konsentrasinya pudar. Ini disebabkan ada pengolahan energi yang terganggu dalam diri individu tersebut. Energi yang terganggu memberikan pengaruh pada pengontrolan diri yang menurun. Selanjutnya menjadikan perilaku tidak fokus. Ketidakfokusan pertanda adanya masalah. Tidak fokus berarti konsentrasi yang kurang karena energi dipakai untuk hal yang tidak penting (biasanya ini indikasi cemas-tegang). Berarti individu tersebut sedang bingung atau ragu-ragu. Dalam tingkat yang lebih tinggi tipe kepribadian dapat dikaitkan dengan gangguan yang dimiliki. Gangguan cemas dapat dimiliki semua orang tapi tidak semua orang akan punya phobia atau somatisasi. Ini disebabkan karena hanya tipe keribadian tertentu yang memiliki peluang memunculkan gangguan tersebut. Gangguan dilihat sebagai cerminan kepribadian karenanya secara psikis ada tujuan-tujuan dalam pemunculannya.

Semua langkah diatas melalui usaha hipotetik dan interpretatif (deskriptif, intepretatif hingga diagnostik). Menjadi sebuah upaya menangkap bagaimana Organism dengan melihat responnya. Sebagai penutup berikut cuplikan bagaimana Hotchner memprofiling atasannya dalam Criminal Minds 2.23 No way out

Hotchner: The modern furniture, the strategically placed magazines, the framed diplomas the art on the wall, are all in conflict with your family photos. You have 3 children, but you favor the middle one, your son.

Chief Strauss: What do you think you’re doing?

Hotchner: Of course you love all your children but not like your son.

Chief Strauss: That’s enough.

Hotchner: The bonsai you obsessively nurture is to compensate for feelings of failure as a mother.

Chief Strauss: Agent Hotchner, I said that is enough.

Chief Strauss: My position is not in question here. As your superior, I am questioning your ability to lead your team.

Hotchner: My team? Let me tell you about my team. Agent Morgan fought to protect his identity from the very people who could save him… why? Because trust has to be earned, and there are very few people he truly trusts. Reid’s intellect is a shield which protects him from his emotions and at the moment his shield is under repair. Prentiss overcompensates because she doesn’t yet feel she’s a part of the team. She needn’t worry. Every day, agent Jareau fields dozens of requests for our team. And every night she goes home hoping she’s made the right choices. Garcia fills her office with figurines and color to remind herself to smile as the horrofills her screens. And agent Gideon, in many ways, is damned by his profound knowledge of others. Which is why he shares so little of himself, yet he pours his heart into every case we handle. I stand by my actions, and I stand by my team. And if you think that you can find a better person for the job, good luck.

Chief Strauss: Agent Hotchner!

Hotchner: How do I know you favor your son? ….(Cos) I’m good at my job.

=============

Baca pula tulisan-tulisan lain di http://www.hipnoklinis.blog.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: