Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Hento2008

Praktisi Ayur Hypnotherapy dan Neo Zen Reiki. Menulis adalah upaya untuk mengingatkan diri sendiri. Bila selengkapnya

Toleransi Mematikan, Apresiasi Menghidupkan Jiwa……….

OPINI | 08 June 2012 | 14:07 Dibaca: 161   Komentar: 5   2

Menelusuri dan mengamati kehidupan menjadi suatu hal menarik jika kita mampu berdiri sebagai saksi. Dengan kata lain, kita tidak terlibat dalam kehidupan. Tidak terlibat dalam kehidupan bukan berarti lepas dari tanggung jawab. Karena sesungguhnya setiap orang berperan dalm membangun kehidupan itu sendiri. Sekecil apapun peran itu. Kecil atau besar juga bukan ukuran.

Bagaikan peran anggauta tubuh. Siapa bisa mengatakan bahwa peran jari kelingking lebih kecil dari peran ibu jari. Hanya arogansi yang merasa diri paling baik yang bisa mengatakan bahwa peran seorang offce boy kurang berarti dalam kegiatan suatu kantor. Tanpa ada yang mau bekerja sebagai satpam atau OB, kantor tersebut lumpuh dalam kegiatannya. Bisa dibayangkan jika tidak ada OB atau satpam di kantor tersebut. Kantor akan jadi kotor dan tidak ada rasa aman. Sehingga para manajemen atas tidak merasa aman atau nyaman karena ketidak hadiran OB, kantor jadi kotor.

Sekecil apapun bidang pekerjaan akan menjadikan kehidupan semakin lengkap. Dengan kata lain, tiada seseorang yang memiliki peran kecil dalam kehidupan ini.

Seringkali kita merasa bisa membantu orang lain. Benarkah demikian?

Siapa kita? Koq merasa bisa membantu orang lain. Tuhan jug tidak pernah mengatakan bahwa seorang tukang sapu jalanan adalah sesuatu yang hina. Mereka melakukan pekerjaan tersebut karena sesungguhnya itulah perannya. Yang diperlukan adalah merasakan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan pengabdian pada kehidupan itu sendiri. Semua ada dirasa.

Yang menduduki jabatan sebagai manajemen pun mest merasakan hal sama. Sebagai pengabdi pada pekerjaan yang dilakukan. Bhakti dan bertujuan tunggal sangat diperlukan untuk keberhasil suatu tujuan. Masing-masing berperan sesuai dengan keahliannya. Rasa melayani terhadap sesama adalah kunci kesuksesan dalam kehidupan.

Bayangkan apa mungkin semua tangan terdiri dari ibu jari. Alam begitu sempurna mengatur kehidupan ini. Merasa lebih baik dari orang lain adalah bentuk kesyirikan yang muncul dari pikiran. Ego merasa lebih suci dan lebih baik akan menurunkan derajat kita. Apresiasi terhadap orang lain, baik dalam pekerjaan maupun kepercayaan ataupun agama adalah kunci kehidupan.

Yang sekarang digaungkan adalah: TOLERANSI.

Kata atau istilah toleransi sesungguhnya penghinaan terhadap kemanusiaan. Toleransi bisa berarti bahwa agamaku atau kepercayaanku ataupun jabatanku lebih baik dari orang lain. Apresiasi berarti menhghargai yang lain sesuai dengan perannya. Tiada seorangpun nabi atau para suci mengatakan bahwa keyakinan atau yang diajarkan lebih baik dari ajaran nabi atau para suci sebelumnya. Yang disampaikan mesti selalu berkaitan dengan ajaran sebelumnya.

Nothing is new under the sun

Tiada satupun ajaran yang baru dan lebih baik dari yang sebelumnya. Para suci dan nabi hanya mengulangi pesan alam yang sebelumnya disampaikan. Hanya arogansi yang bisa mengatakan bahwa yang dianutnya lebih baik dari yang lain.

Jika perasaan lebih baik dari orang lain sudah melekat dalam hati, tinggal tunggu saja kematian. Dengan kata lain, jika merasa bahwa agama atau keyakinan yang dilakoninya saat ini lebih baik, berarti ia telah menutup perkembangan dalam dirinya. Alam pun selalu berkembang. Galaksi dan planet pu lahir dan punah.

Tuhan masih terus berkembang selaras dengan alam……

Toleransi akan membunuh diri sendiri jika tidak diubah menjadi rasa APRESIASI….

Sumber: backtolost.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: