Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Hapry Lapian

i am not smarter than third grade

Menjaga Otak Supaya Sukses di Hari Tua

OPINI | 03 May 2012 | 21:38 Dibaca: 362   Komentar: 0   0

1336037799379221450

Sumber foto www.willamette.edu/akses 5-3-2012

Siapa yang dapat menolak penuaan? Proses menjadi tua adalah peristiwa alami yang terjadi pada semua mahluk hidup, termasuk manusia. Walaupun demikian, proses itu akan dapat diperlambat di dalam otak kita. Setidaknya itulah yang dipublikasikan oleh Nyberg dkk. (2012) pada Jurnal Trends in Cognitive Sciences yang terbit 27 April 2012.

Secara garis besar dikatakan bahwa kondisi kita pada hari tua bukan didasarkan pada apa yang kita lakukan di masa lampau, tetapi pada apa yang kita lakukan untuk menjaga otak kita. Mempertahankan fungsi-fungsi otak akan sangat berguna untuk memberikan warna positif saat kita menjadi tua.

Prof. Nyberg yang mengetuai penelitian ini, seorang professor neuroscience di Umeå University, Swedia mengatakan bahwa meskipun beberapa fungsi memori cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia, para orang-orang lanjut usia tetap dapat mempertahankan fungsi-fungsi otak seperti otak orang-orang muda.

Semua kesuksesan saat masih muda akan tidak ada artinya apabila otak menjadi cepat pikun. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa mengasah fungsi-fungsi kognitif otak, seperti terus belajar, bersosial, dan selalu berpikir positif akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan segala kerja keras kita saat masih muda. Juga ada cukup bukti yang kuat bahwa saat mental kita baik dan aktif (ditambah dengan fisik yang kuat) akan memberi jaminan pada pemeliharaan otak dan akibatnya akan membuat kita tetap fit di hari tua.

Jadi, tetaplah aktif dan berpikir positif saat kita masih muda, dan jaga terus proses kognitif otak kita. Dengan kata lain, menjaga otak muda kita, mungkin menjadi kunci kesuksesan memori saat penuaan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Miss Sarah Ballard, Guru Inggris Madrasah …

Eddy Roesdiono | | 18 September 2014 | 12:24

Kritik kepada Mahfud MD …

Hendra Budiman | | 18 September 2014 | 13:21

Memperluas Keterbacaan Kompasiana Melalui …

Pepih Nugraha | | 18 September 2014 | 15:37

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 9 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bawang putih, Penangkal Setan dan Halusinasi …

Mawalu | 7 jam lalu

Mengkritisi Struktur Kabinet Jokowi-JK …

Rusdianto Sudirman | 7 jam lalu

Bahagiaku …

Zahrah Al Syitaa | 8 jam lalu

Mendukung Pilkada Langsung untuk Pembangunan …

Muhammad Rezanda Al... | 8 jam lalu

Amnesti Bersyarat, Pemerintah Akan Lebih …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: