Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Taufiqillah Al-mufti

Jl. Jonggring Saloko, Madukoro, Semarang Barat

Perbedaan Pengaruh Jiwa; Saat Memperhatikan Video Porno dan Membaca Buku Ilmiah

OPINI | 24 January 2012 | 20:04 Dibaca: 898   Komentar: 13   1

13274353981012687152Mata adalah alat vital bagi manusia untuk dapat memahami sesuatu, tanpa mata seakan-akan manusia telah kehilangan 80% hidupnya, walaupun masih hidup. Karena dari matalah manusia mengetahui keragaman secara gamblang, dapat membedakan antara baik dan buruk, merasakan keindahan dan keburukan yang pertama ditimbukan dari mata lalu menjadi hasrat dalam jiwa.

Keadaan jiwa sangat mungkin dipengaruhi dari indera pengelihatan. orang mampu merasakan kesedihan orang lain karena ia melihat tangisannya, dan kegalauannya, lalu timbul lah rasa belas kasihan.  Manusia akan merasakan marah, ketika ia melihat kekasihnya disakiti segerombolan orang-orang tak bertanggung jawab, maka timbulah rasa murka. Dari semua rasa malu, berani, kecewa, bahagia, dan lain-lain, semuanya bersumber dari jiwa. jiwalah sebagai radar keadaan manakala seseorang tenang maka jiwanya pun juga ikut tenang, dan manakala bergejolak maka jiwanya pun juga bergejolak.

Pengaruh jiwa yang sangat besar dalam mempengaruhi kehidupan manusia ini menjadi sebab segala macam tindakan manusia dari yang bersifat anarkis, asusila, kriminal, dan integritas. Gejolak beberapa kasus peredaran dan pemakaian narkoba juga menjadi sebab dari gejolak jiwa.

Tidaklah mengherankan, apabila seseorang yang melakukan perbuatan onani dan asusila serta pemerkosaan juaga pengaruh dari dari gejolak jiwa, yang diatas telah disebutkan dikarenakan pengeruh pengelihatan, mungkin karena setelah nonton film…?? yang dapat mempengaruhi jiwanya. Ada pula seseorang selalu berprikir kritis, teliti, tidak mudah terombang-ambing, hal itu karena gejolak jiwa yang memerintah atau mengejak dengan ajakan rasionalitas sesuatu.  Inilah titik terang perbedaan gejolak jiwa yang dipengaruhi hal-hal negatif dan positif yang saya kiaskan dengan nonton bokep dan membaca buku-buku ilmiah.

Antara Membaca dan Nonton Bokep

Oke lah, dalam hal ini saya akan mempertegas titik pembahasan dari orang-orang pengaruh gejolak jiwa setelah membaca dan nonnton bokep, diantaranya:

Orang yang suka membaca

  1. Mereka akan cenderung cermat dalam menyikapi segala permasalahan.
  2. Dalam berfikir selalu matang, tidak setengah-setengah.
  3. Mau menerima nasehat orang lain yang dianggap benar, karena pengaruhnya membaca buku-buku yang mengantarkannya kepintu kebaikan. maka ia akan selau mencari kebaikan baik dari buku maupun juga dari nasehat orang lain.

Orang yang Suka Nonton Bokep

  1. Pecandu bokep mereka, selalu terburu oleh mafsu untuk mengejar segalanya tanpa membandingkannya dengan rasionalitas, hanya dapat mengukur dari segi kuantitatif.
  2. Berfikiran negatif manbakala disandingkan seorang perempuan.
  3. Tidak sabaran, menjadi ciri paling  mudah dideteksi.

Pencirian ini bukan maksud saya untuk menjatuhkan orang yang  suka nonton bokep (maaf jangan tersinggung) atau saya ingin menonjolkan kelebihan orang yang suka membaca. keduanya tetap memiliiki kelebihan namun juga masih ada kekurangan. membaca bagus, tapi kalau terlalu sering membaca tanpa melihat lingkungan  sekitar juga kurang baik. Nonton bokep kira-kira juga ada kelebihannya, mungkin dapat merangsang otak kanan untuk me-refresh otak, tapi bagaimana kalau kelebihan? Kasihan donk anak-anak kecil mungkin saja menjadi korban asusila.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 5 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 8 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 8 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: