Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Henrikus Yorath

Konselor dan Terapis (PemProv-Sulsel Biro Mental dan Spiritual), PSIkoterapis, Hypnotherapist, Master Teacher REIKI Usui Mahapati, selengkapnya

Teknik ABC Mengatasi Masalah Kecemasan Diri

OPINI | 04 November 2011 | 23:48 Dibaca: 443   Komentar: 8   1

Berbagai tehnik psikoterapi yang ada sekarang dapat membantu anda untuk keluar dari masalah anda, saya akan menjelaskan satu tehnik praktis yang biasa saya ajarkan dikelas psikoterapi.

Kita mulai dengan mengenali ABC yang terjadi pada diri kita, dimana :

  • A adalah Activating events, yang menyebabkan terjadinya problem/masalah. Yaitu kejadian eksternal diluar diri yang benar  telah terjadi,  kejadian kejadian masa depan yang anda antisipasi akan terjadi, dan kejadian kejadian internal yang terjadi pada diri anda dari hasil  buah pikiran berupa gambaran gambaran, ingatan ingatan, impian impian.  A ini biasanya menjadi pemicu problem .
  • B adalah Belief system anda, yaitu keyakinan keyakinan yang membentuk pikiran pikiran pribadi, menciptakan aturan aturan pribadi  yang anda terapkan,  tuntutan tuntutan pribadi, yang kemudian anda terapkan kepada: Diri sendiri, Dunia luar dan Orang lain. Juga nilai nilai yang anda lekatkan pada kejadian internal dan eksternal diri anda.
  • C adalah Consequenses (Konsekuensi konsekuensi), adalah hasil dari B yang merupakan produk dari hasil proses A dan B, yang tercipta bisa saja adalah Emosi emosi yang bersifat Positif; bila anda menganggap suatu Event memberikan anda Kesenangan, Kebahagiaan, lalu anda merasakan sensasi tubuh fisik yang Sehat, Kuat.  Demikian juga sebaliknya yang terjadi bila anda menganggap A memberikan rasa Sedih, Sengsara, Cemas, Takut, maka yang muncul adalah emosi negatif yang dampaknya adalah sensasi tubuh fisik: sakit, lemas, bahkan muncul gejala gejala psikosomatis, phobia, traumatik, panikan, dll.

Langkah selanjutnya setelah mengenali ABC anda, tuliskan di atas secarik kertas, dan kuncinya adalah utak atik - rubahlah B anda untuk mendapatkan C yang positif.

Contohnya :

Pada peristiwa selalu merasa cemas dan menjadi peminum sebelum wawancara lowongan kerja :

A: Cemas kalau kalau gagal menghadapi wawancara pekerjaan, Pernah melihat teman gagal.

B: Muncul pikiran : ‘”Saya harus yakin, percaya diri, saat wawancara karena bila saya gagal, saya kembali nganggur, sedangkan biaya hidup tidak bisa dihentikan”.

C: (Konsekuensi) merasa cemas (emosi negatif), sensasi fisik tubuh tidak nyaman yang muncul gejala psikosomatis: gangguan pencernaan, perut terasa  tidak nyaman, dan untuk bisa melupakan maka minum bir/alkhohol (timbul perilaku/behaviour negatif)

Penyelesaian  kecemasan adalah merubah pemikiran B menjadi, “Walau saya gagal nantinya, yang penting saya sudah berusaha maksimal, dan akan saya coba lagi”.  Penanaman persepsi B bisa memakai berbagai cara : Edukatif, konseling, CBT, Psikoterapi, Hypnosis, EFT, dsb.

1320450438165582190

Sumber : Cognitive Behaviour Therapy for Dummies


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Gaharu di Hutan Perbatasan …

Dodi Mawardi | | 29 November 2014 | 11:18

Jokowi Tegas Soal Ilegal Fishing, …

Sahroha Lumbanraja | | 29 November 2014 | 12:10

Menjadikan Produk Litbang Tuan Rumah di …

Ben Baharuddin Nur | | 29 November 2014 | 13:02

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak? …

Wahyu Indra Sukma | | 29 November 2014 | 05:44

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pulau Penyengat, Pulaunya Masjid Raya Sultan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Gerdema: Saatnya Desa Mandiri, Saatnya Desa …

Amelya I. Fatma R. | 8 jam lalu

Selingkuh …

Mamang Haerudin | 8 jam lalu

Miskonsepsi: Fasilitator Pendidikan vs Orang …

Zuhda Mila Fitriana | 8 jam lalu

Analisis Dua Cerita Ulang Imajinatif: Asal …

Astari Kelana Hanin... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: