Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Berpikir Positif Awal Untuk Sebuah Pencapaian Hidup

OPINI | 09 October 2011 | 06:26 Dibaca: 376   Komentar: 0   0

Berpikir dengan cara yang dapat membuat sesuatu yang lebih baik dalam hidup tidak memakan waktu lebih banyak dibanding berpikir dengan cara yang dapat membuat hidup tidak menyenangkan. Orang dengan semangat diri yang tertuang dalam kehidupan nyata akan mencapai kesenangan dan kepuasan  sepanjang saat dan sepanjang harinya.

Kita cenderung memperoleh apa yang kita cari dan ingin dapatkan. Namun kita cenderung terbuai dan terlena, sehingga waktu dan kesempatan yang ada hilang  berlalu begitu saja. Semisal seorang pengidap asma yang memilih melanjutkan kebiasaan merokoknya..padahal sudah dianjurkan Dokter untuk berhenti. Semudah itulah kita membiarkan pikiran kita terjerumus pada hal-hal negatif daripada mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Ada juga suatu kepercayaan takhayul dimana jika dengan sengaja menantikan sesuatu yang buruk datang, entah bagaimana justru dapat mengusir kejadian buruk menjauh dari kita.

Khusus dari sudut pandang yang murni matematis, kita sebaiknya mengharapkan hasil-hasil yang positif, sebab itulah yang biasanya terjadi. kehidupan condong melengkapi dengan sendirinya. Oleh karena itu, hasil yang positif jauh lebih sering terjadi bagi orang-orang yang mengambil bagian di dalamnya. Hal ini tidak berarti menyangkal adanya kemungkinan penundaan, kekecewaan, kehilangan dan kesedihan. Walaupun demikian, jika kita tetap berdiri dan memandangnya sebagai suatu cara untuk meninjau ulang diri sendiri, seringkali itu menjadi langkah kemajuan menuju ke arah hal yang lebih baik.

Bantulah diri sendiri untuk merasa lebih baik dengan mengharapkan yang terbaik agar perjalanan hidup kita positif dan dapat diteladani. Telitilah kembali kehidupan kita dan ingatlah selalu keberhasilan-keberhasilan, perkembangan diri dan kemenangan-kemenangan diri. Suatu perjalanan hidup yang positif adalah bukti-bukti nyata dari kemampuan dan kemurahan yang diberi oleh hidup untuk kita. Sudah menjadi sifat manusia untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang kurang dari dirinya…dan dengan “bukti-bukti”tersebut kita meramalkan kegagalan selanjutnya. Namun, dengan menyadari bahwa kita telah memiliki teladan yang sangat positif, kita memiliki sandaran yang kuat untuk berpikir lebih baik tentang masa depan.

Cari, ekplorasi dan temukanlah sesuatu yang baik  didalan diri maupun disekitar kita. Berpikir positif mungkin bukan obat yang mujarab, tetapi itu merupakan cara yang paling utama untuk bisa surfive dan berani menjalani hidup ke depan yang semakin penuh dengan kompetisi,tantangan, dan segala problemanya.

Salam,

Mendung Langit

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 6 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 10 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 10 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Andrias Bukaleng Le... | 10 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 10 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: