Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Sukimah Yono

Ibu rumah tangga, suka menulis, travelling dan mendengarkan musik

Ambil Sisi Positif Reuni

OPINI | 06 October 2011 | 20:12 Dibaca: 112   Komentar: 0   0

Lebaran atau liburan hari raya identik dengan reuni. Reuni SD, SMP, SMA atau di perguruan tinggi. Semua kegiatan pasti ada sisi positif dan negatifnya. Pun demikian dengan reuni. Ada kekawatiran tersendiri saat reuni akan diadakan. Munculnya bibit-bibit CLBK  (Cinta Lama Bersemi Kembali) atau  perselingkuhan di antara sesama peserta reuni bisa saja terjadi pada siapapun. Apalagi bila kondisi keluarga atau pasangan suami istri  ketika  reuni diselenggarakan  hubungannya sedang memburuk. Seperti jamur di musim penghujan, CLBK sangat mungkin terjadi.

Saat ini saya tidak akan membahas  tentang CLBK  ketika  reuni. Karena ada atau tidak ada reuni, di manapun, CLBK bisa saja terjadi. Yang akan saya bahas disini adalah sisi positif  dari  penyelenggaraan reuni.

Ketika  reuni berlangsung,  kita sering mengamati tentang  kondisi  karir, rumah tangga/keluarga  dan  rezeki teman-teman kita sekarang dibandingkan  dulu saat masih   sekolah. Ada teman yang dulu waktu sekolah prestasi akademiknya biasa-biasa saja, e.. sekarang karirnya bagus. Atau ada  juga yang kebalikannya. Saat sekolah prestasinya gemilang, langganan juara kelas dan penerima bea siswa, e.. sekarang  rumah tangganya berantakan, demikian juga karirnya.

Nah, saat reuni inilah kita bisa mengambil pelajaran dari keadaan teman-teman dan diri kita sendiri. Kalau sekarang kondisi karir dan rumah tangga kita bagus tetapi “kurang” merasa bahagia, kinilah saatnya untuk melihat kondisi teman yang kondisinya berada di bawah kita, atau tidak seberuntung kita. Segera bersyukur, dan bantu teman kita yang tengah membutuhkan pertolongan kita. Atau, bila kita merasa kondisi kita berada di bawah keadaan teman-teman, kita harus mempunyai semangat juang untuk mengejar ketertinggalan kita.

Arti sahabat, atau teman-teman lama sangat penting bagi kesehatan jiwa/rohani ketika usia kita mulai menanjak, memasuki masa  dewasa dan senja. Saling curhat, berbagi cerita dan permasalahan, tertawa bersama-sama  bisa menyeimbangkan jiwa dan raga kita yang kadang penat oleh kesibukan kita sehari-hari. Inilah saatnya kita untuk istirahat sejenak, melupakan himpitan di dada.

Kalau sudah begini, kita tidak ragu untuk reuni lagi  kan? Reuni  ?  Yuuuuuuuk…………

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 15 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 15 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 16 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | 10 jam lalu

[Cerbung] Cygnus #1 …

Lizz | 11 jam lalu

Transformasi UU Perkawinan, Menuju Pengakuan …

Ferril Irham Muzaki | 11 jam lalu

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | 11 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: