Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Bell Roch

Aku Seorang manusia biasa yg mencoba menjadi luar biasa

Putus Asa

OPINI | 06 June 2011 | 18:45 Dibaca: 138   Komentar: 0   0

“Gue capek hidup bro” begitu kata teman saya. Suatu penyakit yang menjangkiti banyak orang akhir-akhir ini. Penyakit capek hidup, bosan hidup atau apalah namanya. Pokoknya yang bisa bikin orang dengan nekatnya mengakhiri hidup. (Anda sendiri mungkin pernah merasakannya?)

Banyak faktor atau alasan yang dipakai orang untuk melakukan bunuh diri. Ada yang karena putus cinta, banyak utang, rasa malu dan seribu satu alasan yang bisa dipakai untuk membenarkan manusia dalam melakukan hal yang sangat disukai setan itu.

Tapi sebetulnya dari seribu satu alasan tersebut muaranya hanya satu: rasa putus asa. Penyakit putus asa adalah penyakit yang paling berbahaya dalam kehidupan manusia. Karena manusia akan kehilangan pengharapan, rasa percaya diri, bahkan semangat hidup. Kalo sudah begini apa-apa jadi males, males mandi , males makan, males bersosialisasi, ga tau deh kalo terima duit masih males atau kaga. Kalo terima duit aja udah males berarti rasa putus asanya bener-bener parah.

Pada saat anda mengalami masalah yang membuat anda begitu putus asa, anda akan merasa bahwa andalah orang yang paling malang di dunia ini, Anda pasti protes mengapa masalah ini terjadi pada anda? Anda merasa ga kuat menghadapinya.

Kalo udah merasa demikian saran saya adalah cobalah anda berdoa pada TUHAN. Jangan protes mengapa masalah ini terjadi pada anda, tetapi tanyakan pada TUHAN apa yang ingin DIA sampaikan pada anda. Pelajaran apa yang akan DIA berikan pada anda melalui masalah anda. Semua peristiwa yang terjadi pada hidup kita bukanlah peristiwa kebetulan. Ada sebab akibat. Apa yang anda alami saat ini adalah hasil dari perbuatan atau keputusan anda di masa lalu. Kadang kita sendiri yang ngotot memilih jalan hidup kita yang keliru, akibatnya kita mengalami hal-hal yang membuat kita kecewa dan akhirnya putus asa. Kalo udah begini biasanya dengan mudah kita menyalahkan mister A, miss B atau bahkan menyalahkan TUHAN. Karena itu kita musti senantiasa introspeksi diri. Mengapa kita mengalami masalah ini. Kalo udah tau salahnya ya dibenerin dunk. Orang yang mau mengakui salahnya dan bersedia memperbaikinya adalah orang yang berjiwa besar.

Hidup cuman sekali bro n sis itupun sangat singkat..paling berapa puluh tahun sih umur manusia? Bisa nyampe 100 tahun aja udah bisa dibilang puanjuang umurrrrr. Ngapain kita nodai hidup kita dengan rasa putus asa? Lebih baik kita hiasi hidup kita dengan keuletan, pantang menyerah dan rasa optimis sehingga hidup kita bisa menjadi inspirasi bagi hidup orang lain. GOD Bless you bro and sis…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jebakan Betmen di Museum Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Bu Dokter, Anak Saya Kena Bangka Babi …

Avis | | 22 December 2014 | 07:05

Refleksi Hari Ibu; Dilema Peran Ibu di Era …

Agus Purwadi Umm | | 22 December 2014 | 02:24

Perbaiki Sikap Berkendaraan agar Hemat BBM …

Fajr Muchtar | | 22 December 2014 | 06:22

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Dear, Bapak Jonru… …

Wagiman Rahardjo | 11 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 15 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 16 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: