Artikel

Kejiwaan

Arih Sinulaki

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lelaki.Memiliki Awal dan Menuju Akhir,Humoris Normatif dan hidup apa adanya. Senang Memberikan Komentar @kompasiana

Merokok,Rokok dimana Letak Salahnya !


OPINI | 28 May 2011 | 21:41 Dibaca: 226   Komentar: 4   Nihil

saya secara pribadi bukan orang sempurna dan bukan orang yang paling mengerti dalam segala banyak hal apalagi tentang bahaya merokok bagi tubuh untuk kesehatan . Masih sama dengan para kompasianer di kompasiana ini , saya juga tidak naif atau sedikit munafik dalam beberapa hal termasuk masalah kecil kok seyogyanya menjadi masalah besar dan ada unsur seakan akan karena iklan rokok ada di kanal blog kompasiana dapat memberikan kita suatu hal yang pantang atau larangan karena merokok untuk berkolaberasi dalam menulis karena hal itu apakah ini bukan suatu hal yang kurang dewasa dalam bersikap karena sepengetahuan saya rata rata yang ada dikanal blog kompasiana ini adalah seorang individu yang memiliki kelebihan mungkin  pendidikan ,pekerjaan, wiraswasta,pengusaha,pengamat politik ,memiliki pengalaman dan ada juga dokter dengan berbagai sfesifakasi bidang keahlian.

Kembali ke permasalah merokok dan iklan rokok  , yang menjadi persoalan dalam hal merokok adalah ada bahaya yang terkadung dalam asap rokok bagi kesehatan jiwa dan raga dan itu ada benarnya dan didukung oleh analisa fakta fakta yang nyata dari peneliti . akibatnya abila anda merokok maka ada bisa kena penyakit ini dan itu dan ditulis dengan nyata dan tegas .jadi kita hanya bersikap netral dengan keadaan sesungguhnya dalam semestinya.apakah dengan melarang iklan rokok sampai  jangan merokok, saya akan keluar dari kanal blog kompasiana karena itu adalah suatu jawaban sikap kita,yang pasti didalam iklan tersebut tidak ada  : ayo warga kanal blog kompasiana kita merokok gratis tanpa bayar ,tidak ada dalam iklan tersebut  yang ada diiklan tersebut  anventure yang disponsori oleh salah satu pabrik rokok . itu adalah hal wajar dan normatif.dalam hal ini saya secara pribadi tidak membela admin, pabrik rokok yang memproduksi rokok tersebut dan orang tertentu.secara pribadi hanya  yang memberikan sedikit sikap dalam kita menganalisa suatu hal.

kita bisa  mengambil suatu sikap dan analisa dalam hal rokok dan perokok ,seoarang perokok dengan merokok dan seorang bukan perokok dengan menonton acara televisi ,yang pasti acaranya akan ada bila ada yang mesponsori salah satu siaran dimedia televisi tersebut agar terlaksana tayang.dalam hal ini siempunya media mendapat sponsor dari salah satu pabrik rokok sebagai sponsor acara agar terlaksana.dan yang paling banyak diuntungkan adalah yang tidak merokok karena sudah dapat menonton acara tersebut,entah Formula satu ,sepak bola dan acara lainya,dan pada umumnya yang menonton senang dan mengatakan gol goll.itu adalah wajar dalam hidup.(hal positif dan hal negatifnya itu tergantung masing masing sebaliknya )

yang menjadi masalah apakah sebagai perokok merasa kecewa dan merasa disalahkan tanpa ada maksud mencela karena merokok tersebut ,karena dalam piagam hak azasi manusia  : tidak ada diundang undangkan larangan merokok bagi kehidupan  seorang manusia , yang ada manusia diberikan hak untuk menentukan jalan hidupnya  sesuai dengan hak dan kewajibanya sebagai manusia dan pada umumnya suatu acara olah raga tidak pernah menayangkan , acara ini terselenggara berkat yang orang orang  sehat dan tidak merokok.Atau ikatan dokter ,aktivis ,LSM  dan lain lainya.

penutup

merokok memang merugikan bagi kesehatan ,bukan sebagai ajang kita membenarkan kehendak ,apalagi dengan mengancam dan mengindari suatu komunitas  .karena diluar juga amat sangat banyak baliho dan iklan rokok dan dilarang merokok,kita hanya memberikan gambaran dan saran dalam bentuk opini fakta

jadi marilah kita bersikap dengan objetif  dalam  rasional dengan banyak hal.semua harus pada keadaanya sebagai mahluk sosial.

NB : Tulisan ini adalah pola pikir dan analisa pribadi ,dapat dipertanggung jawabkan.tanpa ada copas dan biaya dari pihak manapun dibuat dalam akal dan pikiran yang sehat ,sesuai norma dan tidak dalam keadaan dalam keterpaksaan.

salam kompasiana

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: