Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Dr Andri,spkj,fapm (psikiater)

Saya adalah seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis. Lulus Dokter dan Psikiater dari selengkapnya

Mekanisme Adaptasi Terhadap Stres

OPINI | 10 August 2010 | 07:02 Dibaca: 2216   Komentar: 6   3

Ketika bertemu pasien di tempat praktek, rata-rata mereka selalau bertanya, mengapa saya bisa mengalami kondisi yang sangat tidak nyaman ini. Rasanya saya bukan orang yang gampang menyerah dan tidak beriman lanjut si pasien. Lalu mengapa masalah seperti ini sampai membuat rasanya badan saya menjadi tidak karuan, berdebar-debar dan cemas tidak terkira.
Kondisi gangguan kesehatan jiwa apapun itu sepatutnya dilihat dari tiga segi yaitu Biologi, Psikologi dan Sosial. Masing-masing mempunyai peranan dalam menimbulkan suatu gangguan kesehatan jiwa pada seseorang. Di bawah ini akan dibahas secara singkat :

a. Faktor Biologi
Orang dengan kondisi gangguan kesehatan jiwa mempunyai kerentanan di dalam stuktur otak yang berhubungan dengan mekanisme pertahanan terhadap stresnya. Setiap orang sebenarnya mempunyai mekanisme yang berbeda-beda terhadap stres yang dihadapi, ini berhubungan juga dengan mekanisme adaptasi masing-masing orang. Tidak heran jika satu orang berbeda dengan orang yang lain ketika menghadapi beban yang sekiranya dianggap sama. Mekanisme adaptasi yang berbeda ini pula yang menentukan apakah kondisi saraf di otaknya akan berpengaruh banyak atau tidak ketika stres datang. Mekanisme adaptasi yang diperoleh dari pembelajaran juga sangat mempengaruhi ketahanan otak dalam menghadapi stres.

b. Faktor Psikologi
Faktor ini dipengaruhi oleh pembelajaran dari keluarga, lingkungan dan orang-orang terdekat individu. Ketika seseorang belajar, maka dia pertama kali belajar dari orang dekatnya dalam hal ini adalah orang tua. Maka ketika dia belajar, apa yang dilakukan oleh orang tua sangat berpengaruh terhadap cara si individu itu menghadapi kondisi. Tidak heran anak terkadang meniru cara orang tua dalam menghadapi masalah. Ini proses belajar yang sangat dasar. Maka sering dijumpai dalam praktek, seorang pasien gangguan cemas biasanya memiliki orang tua yang juga pencemas.

c. Faktor Sosial
Faktor ini juga mempunyai pengaruh yang besar kepada individu. Ada kalanya ketika semua sisi biologis dan psikologis sudah diperbaiki, sisi lingkungan sosial ternyata tidak berubah juga, maka hasilnya sama saja. Banyak pasien yang mengatakan tempat bekerja maupun lingkungannya tidak nyaman, namun sayangnya semuanya tidak bisa berubah. KOndisi seperti ini memerlukan mekanisme adaptasi yang lebih baik lagi dari pasien, kecuali dia mau semuanya menjadi sia-sia.

Ternyata pengalaman pasien mengatakan tidak mudah untuk memodifikasi gaya hidup, lingkungan sosial dan meningkatkan mekanisme adaptasi. Semuanya memerlukan proses dan pembelajaran yang tekun dan sangat baik. Kondisi otak akibat cemas dapat diobati dan dibetulkan dengan obat, namun kondisi psikologis dan lingkungan semuanya berpulang kepada si pasien sendiri. Psikiater hanya memberikan suatu pandangan menyeluruh tentang kondisi pasien, dia memperlihatkan masalah kepada pasien lebih jelas lagi, psikiater juga membantu pasien mengenali masalahnya lebih baik lagi.
Tidak mengherankan biasanya semakin pasien mampu berkoorperasi dengan psikiaternya maka peningkatan kualitas hidup dan kesempatan untuk sembuhnya akan semakin terbuka lebar.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 8 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 9 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 10 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kisah Senja …

Angger Christina | 7 jam lalu

Serial Bunny si Kelinci Mungil: “Jujur …

Siti Nurhardianti | 7 jam lalu

Kisah Seorang Pedagang Sayur Naik Haji …

Imam Adryan | 8 jam lalu

Penjahat dan Rumput Liar …

Betty Tiominar | 8 jam lalu

Sejarah Tafsir dan Perkembangannya …

Khoiruz Zadit Taqwa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: