Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Achiruddin

Saya sosok manusia biasa yang ingin belajar dari orang lain

“Titipan Tuhan..!”

OPINI | 29 July 2010 | 21:09 Dibaca: 283   Komentar: 27   8

Anak adalah anugerah dan titipan Tuhan Yang Maha Esa, mencintai dan menyayangi anak berarti mencintai dan menyayangi Tuhannya karena setiap yang di berikan oleh-Nya akan di mintakan pertanggung jawaban di akhirat kelak sehingga anak harus senantiasa dilindungi dan di kasihi, mulai dari bayi hingga menjelang Dewasa seorang anak harus kita pelihara dan didik dengan sebaik-baiknya tergantung dari orang tua bagaimana cara mendidiknya maka kata banyak orang berilah Pendidikan anak yang cukup dan sesuai minat dan bakat terutama Agama,  bila kita membicarakan anak sungguh ada rasa kebahagian dan kebanggaan di dalamnya, namun disisi lain ada anak yang dilahirkan lalu dibuang begitu saja oleh orang tuannya oleh karena alasan malu ia dilahirkan diluar Pernikahan bahkan dengan alasan tidak mampu merawatnya, sebenarnya masih banyak orang yang tidak ada berkesempatan memiliki keturunan, sehingga orang ini merasa iri di dalam hati dan mengatakan “mengapa orang lain bisa melahirkan lalu kenapa dengan saya yang tidak bisa melahirkan seorang anak apakah Tuhan tidak adil terhadap saya”, itulah kemungkinan terbesit yang muncul didalam hatinya, dari hal ini mengapa tidak dilakukan saja menitipkan sang bayi kepada orang yang mau dan bisa merawatnya itu pertannyaannya …..??”,   fenomena yang baru-baru ini terjadi seorang pelajar di sebuah sekolah menengah atas dikabarkan ia telah melahirkan seorang bayi lalu bayi ini di bunuh dan di buang didalam sebuah salah satu gudang di dekat kamar mandi sekolah, bayi ini di temukan kali pertama oleh seorang guru telah dalam keadaan meninggal dunia akibat kepala sang bayi terbentur dilantai saat orang tuanya melahirkan, ini sunguh berita yang sangat “Tragis dan Miris” ironis bahkan sangat sadis tentunya, penulis bukanlah ahli hukum dan apalagi ahli untuk menghujatnya namun hanya melihat dari sisi kemanusiaan saja.

Dari kejadian ini kita bisa menarik pelajaran bahwa peristiwa ini bisa terjadi kepada siapa dan kapan saja bahkan kita sendiri namun hal ini adalah suatu ikhmah sebagai penuntun dan bukan apa dan siapa yang harus disalahkan bahkan sang ibu bayi mungkin ia juga merupakan korban dari kejadian ini semua, lalu siapa dong .. yang dipersalahkan apakah orang tua, saya tidak sependapat mungkin orang tua telah memberikan ilmu agama yang cukup namun siapa sebenarnya yang salah “Dasar Penulis Goblok” maaf saya emosi hehehe………, ingat manusia adalah mahkluk sempurna yang juga mempunyai keterbatasan dan bisa disebut manusia adalah mahluk biasa yang tidak terlepas dari kilaf dan dosa siapa saja bahkan saya sendiri bisa berbuat khilaf yang sama namun perlu di ingat kita harus senantiasa berintropeksi diri bukan aksi meyalahkan namun bayak-banyaklah selalu ingat akan mati dan Tuhan agar kita terlepas dari kejadian seperti ini… Semoga.

Amiin……….

“Salam Persaudaraan, damai dan Kompasiana Selalu…….”

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 7 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 10 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 11 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: