Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Fatmah Afrianty Gobel

Seorang pendidik, peneliti, pengajar dan sekaligus ibu dari tiga anak. Mahasiswa Program Pascasarjana Program Studi selengkapnya

Bengkel Hati untuk Penyakit Hati

OPINI | 07 June 2010 | 21:27 Dibaca: 12246   Komentar: 13   4

Ustadz Danu alias Ir Joko Ismanu Herlambang

Ustadz Danu alias Ir Joko Ismanu Herlambang

Fenomena Ustadz Danu telah menjadi perbincangan public atas kemampuannya menganalisa penyakit seseorang, faktor penyebab penyakit dan solusi yang ditawarkannya. Acara Bengkel hati yang ditayangkan di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) hari minggu dan hari senin dari pukul 04.30 s/d jam 06.00 telah mengantarkan Ustadz Danu menjadi popular sebagai ahli penyakit hati.

Sosok Ustadz Danu

Nama asli Ustadz Danu adalah Ir. Djoko Ismanu Herlambang, lahir di Pati, 4 Desember 1964. Ustadz Danu adalah seorang sarjana teknik sipil dari Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta dan bermukim di Sleman, Yogyakarta. Selain mengisi acara siraman kalbu Bengkel Hati di TPI, Ustadz Danu juga aktif mengisi talkshow interaktif di Radio Unisi 204.5 FM Yogyakarta, setiap hari Jumat, pukul 15.00-16.00 WIB dalam rubric “Kesehatan dan Solusinya”.

Ustadz Danu adalah tokoh utama dalam organisasi Akhlak Mulia Center (amC), suatu lembaga yang didirikan sebagai suatu media untuk memberikan bimbingan dan pengajaran kepada manusia bagaimana untuk menjadi orang yang baik, yang selalu berperilaku baik, selalu berakhlak mulia dalam segala aspek kehidupannya. Akhlak mulia merupakan penjabaran secara aktual dari ajaran-ajaran pokok Islam yang sudah semestinya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan akhlak mulia ini akan menghindarkan umat manusia dari berbagai gangguan kehidupan, maka kehidupan yang baik akan kita dapatkan, kehidupan yang damai akan dapat kita raih dan kesejahteraan umat manusia akan dapat tercapai.

Ustadz Danu juga membuka klinik untuk konsultasi penyakit dan dibuka secara umum. Kliniknya bernama Akhlak Mulia berlokasi dua tempat: Jakarta dan Yogyakarta.
di Jakarta berlokasi di Komplek Bier blok E 5 D 6, Tebet. Jam praktek: Rabu dan Kamis pukul 09.00 - 18.00 Telpon: 021-93276434, 021-71588100, sedang di Yogkarta berlokasi di alamat: Jln. Wijilan no. 37 A, telpon: 0274380301.

Pandangan Ustadz Danu Tentang Penyakit

Dalam situs resmi akhlakmuliaCenter asuhan Ustadz Danu menyebutkan bahwa Segala sakit, musibah dan kejadian yang tidak mengenakkan hati manusia adalah peringatan dari Allah sebagai hasil dari dosa dan kesalahan manusia itu sendiri. Namun Allah memaafkan sebagian dosa dan kesalahan manusia (disarikan dari QS Asy Syuraa:30). Segala musibah termasuk didalamnya penyakit adalah awalnya berasal dari perbuatan tangan manusia sendiri, tingkahlaku manusia sehari-hari yang kurang baik atau dengan kata lain akhlak yang kurang terpuji sehingga menyebabkan Allah SWT menurunkan suatu musibah berupa penyakit salah satunya agar semata-mata kita kembali ke jalan yang benar. Hal ini diperkuat lagi oleh firman Allah SWT QS: As-Sajdah 32 : 21 sebagai berikut:Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang kecil (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (kejalan yang benar)”.

Disebutkan “azab yang kecil didunia” berarti sesuatu yang berhubungan dengan azab pastilah amat tidak mengenakkan. Apa saja yang tidak mengenakkan buat kita didunia ini? Pastinya adalah musibah, tabrakan, kecurian, kerampokan, kena tipu, diejek dan dihina dan banyak lagi termasuk didalamnya adalah terkena suatu penyakit. Ayat yang tersebut diatas lebih memperjelas lagi keinginan Allah SWT menurunkan suatu musibah semata-mata karena Allah SWT sayang kepada manusia.

Manusia diingatkan dengan sakit agar segera sadar dan segera kembali ke jalan yang benar, jalan Allah SWT yang sesuai dengan Al-Qur’an dan itu semua dimata Allah SWT hanya azab yang kecil saja. Apakah manusia pernah berpikir lebih jauh apa yang dimaksudkan Allah SWT dengan “sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)”? Ini bisa berarti bahwa azab/siksa yang mendera kita di akherat kelak berhubungan dengan sakit yang diderita didunia.

Sakit pusing yang mendera kepala adalah perwujudan siksa Allah besok diakherat dimana kepala manusia akan dipukul dan atau ditusuk dengan besi panas. Bahwa sakit perut kita sekarang adalah kelak diakherat kita akan diberi minum timah panas yang mendidih. Siksa Allah amatlah pedih.

Semua penyakit semuanya berawal dari perbuatan kita atau orang tua masing-masing. Serta berawal dari penyakit hati, sehingga jagalah hati kita dan selalu berfikir positif.
Agar kita selau terhindar dari penyakit.

Analisa Penyakit ala Ustadz Danu

Ustadz Danu sangat piawai dalam menganalisa penyakit dan solusinya yang diberikannya cukup sederhana. Misalnya seseorang mengaku memiliki bayi terkena Hernia, dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yang sobek. Ini terjadi biasanya karena orang tua (salah satu dari suami/isteri) punya keinginan yg kuat atau keras kepala dan kaku. Hernia ini mudah sembuh
sebab elastis. Solusi ala Ustadz Danu, bayi cukup ditidurkan pada posisi terlentang.
Setelah berdoa minta kesembuhan dan ampunan pada Allah, memperbanyak sholat tahajud dengan tidak meninggalkan sholat wajib.

Pada lain kesempatan seorang jamaah mengaku tidak bisa jalan karena lutut kirinya bengkak dan tangan kanan bagian atas sakit atau dalam bahasa Jawa disebut cekot-cekot. Untuk lutut kiri, biasanya berhubungan dengan pekerjaan dirumah yang ingin dilakukan, tapi takut menyatakan dengan terus terang. Untuk tangan kanan yg sakit, biasanya jika menyuruh orang
- baik itu pada keluarga sendiri atau orang lain - untuk melakukan suatu pekerjaan sering disertai dengan rasa marah. Solusi dari Ustadz Danu, mohon ampunan banyak-banyak pada Allah, berjanji merubah tabiat atau perilaku, tidak meninggalkan sholat wajib, dan rajin melaksanakan sholat tahajut.

Jemaah yang mengaku menderita gatal-gatal biasanya lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul karena keinginan yg sangat kuat khususnya dalam situasi rumah
tangga/keluarga. Solusi dari Ustadz Danu adalah banyak-banyak istigfar, dan merubah sikap dan
tidak meninggalkan sholat wajib.

Sedang jemaah yang menderita kanker rahim stadium 3 yang berhubungan dengan rahim/indung telur, biasanya menyangkut masalah terhadap orangtua, khususnya dengan ibu.
Untuk kanker rahim ini, biasanya muncul karena keseringan emosi, suka marah-marah, jengkel khususnya pada keluarga (anak2/ suami/isteri/ibu kandung), namun disimpan saja. Solusinya: minta maaf pada orang-orang yang disakiti, belajar untuk tidak marah-marah, bertobat pada Allah dan mohon kesembuhannya, serta sholat wajib dan shalat tahajud.

Secara singkat, semua penyakit hamper diberi solusi yang mirip dan hampir sama. Misalnya penyakit gondok biasanya karena keinginan bicara yang “ingin menang sendiri”, tapi
karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak. Solusinya adalah banyak-banyak mohon ampun/istigfar pada Allah, sholat wajib tidak boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud. mohon kesembuhan dari Allah. Demikian halnya kelainan jantung, klep-nya bocor/terbuka. Biasanya ini dikarenakan sering menyimpan “emosi” yang kuat.
Solusinya seperti diatas. Sama halnya dengan sakit kuning atau empedunya bermasalah. Biasanya karena terlalu banyak bicara jelek sehingga cenderung menyakiti orang lain. Sementara sakit lever, biasanya punya dendam yang masih tersimpan. Solusinya adalah hilangkan dendam terlebih dahulu, memaafkan orang yang dianggap bersalah.

Lain waktu jemaah mengaku adanya pengapuran di tulang belakangnya dan kaki kiri bawah lutut dan pinggang sakit. Biasanya sering marah-marah dan jengkel yang disimpan dan sering berobat ke dukun/paranormal. Solusinya adalah harus merubah sikap, kalau marah-marah harus segera istigfar, dan sebaliknya memaafkan orang-rang yang menjengkelkan/membuatnya
marah. Penderita sakit ginjal juga biasanya karena sering marah-marah pada isteri/suami/keluarga.

Bila penderita sering keluar darah dari hidung, baik dikarenakan oleh polip maupun tumor. Biasanya berhubungan dengan “emosi” yang berkenaan dengan lingkungan (penciuman), misalnya karena tidak menyukai sesuatu, maka emosi. Sedangkan pusing atau migraine yang hebat, biasanya karena punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative
thinking). Lain halnya bila terkena komplikasi (asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga harus menggunakan obat tidur), biasanya karena banyak masalah, misalnya memikirkan anak-anak, kangen dengan anak yang jauh.

Bagi penderita herpes di pinggang setengah lingkar sebelah kiri dan ginjal sebelah kiri ada kista. Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus. Namun ini berhubungan dengan permasalahan dalam keluarga. Dalam “cara melihat” permasalahan dalam keluarga, disikapi dengan kejengkelan/kekecewaan/amarah yang dipendam, dan terus menerus.
Solusinya adalah belajar memahami masalah, dimusyawarahkan. Lain lagi bila menderita Bau Mulut. Penyebabnya karena sering jarang bicara. Jadi bakteri dalam mulut terus
bekerja, sedang O2 tidak leluasa bekerja dengan baik.
Biasanya orang jarang bicara mempunyai sifat yang bicaranya tidak enak, suka bikin
tersinggung dan menyakiti hati orang yang mendengarnya. Sementara bila mengalami Bau Badan, biasanya orang semacam ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang”, dan malas. Solusinya: jangan malas untuk mandi dan membersihkan diri.

Demikian halnya jemaah yang mengalami benjolan di leher sebesar telur puyuh, dan sudah diderita enam tahun, mata rabun, ada benjolan di kemaluan. Biasanya karena jarang bicara, tapi sekali bicara pedas. Ketika dulu, kalau ada kata atau perlakuan yang tidak baik, disimpan saja, sehingga kelenjar thyroid membesar yang akhirnya menjadi
benjolan besar. Solusinya adalah segala sesuatu harus disikapi dengan sabar. Sifat yang takut bicara harus dirubah, ajak musyawarah, jangan merasa paling benar, dan harus lemah lembut.

Secara singkat, dapat disebut disini penyakit dan analasinya menurut Ustadz Danu. Alergi: ada keinginan yang kuat di barengi dengan kejengkelan, ada amalan untuk keselamatan
Batu ginjal : Ketika istri melakukan kesalahan dan suami ngerti bahwa itu salah kemudian diam dan jengkel. Pendengaran kurang: Tidak mendengarkan nasehat orang terutama orang yang terdekat. Katarak: memandang pasangan terlalu rendah dan tidak menuruti nasehat baik pasangannya. Janin Sungsang : ketika ada masalah sama suami kemudian istrinya diam dan jengkel. Dismenor : sama suami/anak/orang lain kalau ada masalah sering uring-uringan. Anak nakal : Orang tuanya juga sering marah-marah/uring-uringan/emosi. Tumor ovarium : punya rasa jengkel banget sama orang tua atau suami. Nyeri perut : punya amalan-amalan atau selalu mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terpenuhi akan jengkel.
Kanker payudara : Sering marah-marah sama suami atau anak.

Sementara penyakit asam urat karena tidak luwes dalam keluarga.
Nyeri lutut : mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan jengkel atau marah. Nyeri lengan atas kanan : memberikan nasihat yang baik kepada seseorang kemudian jengkel karena orang tersebut tidak mampu melaksanakannya. Tumor tulang : mempunyai keinginan yang kuat tapi diam dan jengkel. Tumor : orangnya ketika ada masalah kemudian diam tapi dalam hatinya emosi. Diabetes melitus : suka memerintah terutama sama orang yang dekat dan kalau tidak dilaksanakan akan marah/jengkel. Ketuban pecah dini : istri mempunyai rasa jengkel sekali sama orang tuanya terutama ibunya dan suaminya ada rasa marah sama bapaknya.

Sementara penyakit stroke dan hipertensi, termasuk hidrosepalus karena suka marah-marah tapi marahnya di dalam hati atau marahnya tidak keluar. Mata minus : memandang sesuatu selalu serius. Penebalan Kulit : Ada amalan-amalan yang selalu dibaca ketika melamun atau lagi beraktifitas. Susah punya anak : kurang cekatan/agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan atau sudah dingin (diolah dari berbagai sumber pustaka).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 5 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 10 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 11 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengabdi …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Usai Gasak Malaysia, Timnas Justru Takluk …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Nama Makanan yang Nakutin …

Arya Panakawan | 9 jam lalu

Gelar Terpental demi Sahabat Kental …

Adian Saputra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: