Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Ely Yuliana

Pokoknya menulis!, salah hurup, titik, koma dan kata biarlah. yang penting replexy jiwa dan otak. selengkapnya

Mamfaat Anak Tidur Bersama Orang Tua

REP | 10 June 2013 | 19:12 Dibaca: 819   Komentar: 8   2

doc. pribadi box bayi yang tak terpakai

Ketika saya petama kali mempunyai pengalaman memiliki anak, saya sudah di ultimatum oleh suami dan keluarga dari pihak suami kalau anak-anak harus tidur bareng dengan kami sebagai orang tuanya. saran yang agak sedikit memaksa itu tentu saja tak memebratkan saya karena di samping saya orang Asia dan juga pengalaman saya ketika masih lajang dan berkesempatang pulang kampung betapa  nikmatnya selalu tidur bersama ibuku sampai memasuki saat pernikahan dan itupun perasaan berat sekali berpisah tidur dengan ibuku.

Sepertinya kebiasaan tidur saya dengan ibu yang cukup lama walau sempat terpotong karena hadirnya bapaku cukup membuat ikatan kami begitu erat, terbukti saya anak paling jauh tapi paling sering menelepon dan menannyakan kabar kepada ibuku hampir tiap hari. ketika ibuku mulai sakit-sakitan saya terbrirt-birirt walau jauhnya beribu kilo meter yang datang dan menemaninya bersama anaku selama enam bulan bersama ibuku dan ketika saya pulang ibuku sangat sedih karena anaku sering sakit dan di berpikir saya tak akan datang lagi menemaninya sehingga ibuku lansung sakit dan dalam hitungan bulan meninggal dan dalam sakitnya yang mengalami stroke selam sebulan selalu memanggil anaku yang cukup membuat iri cucu-cucunya yang lain karena tak ada yang di panggil selain anakku itu yang lagi lucu-lucunya menemaninya selama enam bulan.

Kebiasaan tidur bareng ibuku tentu saja adalah kebiasaan baru, setelah bapaku meninggal saja saya bisa tidur bareng ibuku sebelumnya sangat sulit mndapat kesempatan itu. mungkin dulu ketika bayi bisa saja ibuku bareng saya tapi saya tak tau pasti kerena ibuku belum pernah menceritakannya dan saya tak sempat menanyakan.

Di sini di Belanda lain lagi, kebiasaan anak tidur bersama orang tua adalah kebiasaan yang mahal adanya, karena ketika anak atau bayi keluar dari rahim ibunya maka otomatis si bayi harus mau tak mau tidur terpisah dari orang tuanya terutama ibunya. mereka para bayi di sini sudah mempunyai kamar sendiri yang sudah di persiapkan oleh orang tuanya. untuk saya pribadi kebiasaan itu sungguh di luar kemampuanku sebagai seorang ibu yang katro alias wong desa, lah banyak orang dari tanah air bisa ko mengikuti kebiasaan orang di Belanda dengan cara memisahkan bayi sejak lahir tidur sendiri.

Saya tak masalah di anggap katro atau kampungan meskipun di juluki nyusah-nyusahin diri karena di sini anak-anak harus secepat mungkin mendiri kalau perlu ketika lahir harus bisa mengambil minum sendiri. tapi untuk saya kebiasaan itu tak bisa saya ikuti mengingat saya tak sampai hati membiarkan anaku tergeletak sendiri di kamar yang dingin apalagi di musim  dingin saya malah ingin sedekat mungkin kalau bisa kulit dan nafas ini bisa selalu bersentuhan karena dekatnya.

Pernah ketika punya anak ke dua karena tempat tidur penuh diisi oleh tiga orang karena anaku yang pertama masih tidur denganklu maka ku bawa saja box bayi yang sudah ku beli sejak punya anak pertama unutk tidur di kamar yang sama tapi kepisah karena bayiku tidur di box bayi. anaku yang ke dua tadi sepertinya  merasakan yang saya rasakan kalau saya tak mau jauh darinya maka bayiku nangis tak berhenti kadang sampai ketiduran di box yang aku bawa ke kamar tadi.

Setelah ketiduran ku pandangi bayiku yang kecapean nangis karena ingin tidur denganku tapi tak ku kabulkan maka hatiku sangat sedih dan tak tega mengingat seekor macanpun tak pernah berpisah dengan anaknya selama anaknya masih sangat lemah. kenapa manusia tega sekali pikirku sambil merangku memindahkan anaku untuk tidur bersama kami di tempat tidur yang terlalu kecil untuk masuk dua orang dewasa dan anaku juga bayi itu.

Ada kekhawatiran di sini kalau bayi tidur dengan orang tuanya kemungkinan akan menimbulkan kematian kepada bayi karena di sini kalau musim dingin menggunakan selimut yang sangat tebal dan di khawatirkan orang tua tak menyadari ketika tertidur selimut akan menutupi bayi tersebut sehingga menimbulkan kematian.

Kekhawatiran itu cukup masuk akal tpi sejauh ini saya sangat berhati-hati karen di situ ada kemauan tentu ada jalan, saya selalu tidur dengan posisi sedikit di bawah bayi dan kalau ingin selimutan ya bayiku tidak kena selimut saya. lagian kalau kita punya anak, tidur kita akan berbeda berubah dengan sendirinya tidak seperti ketika kita tidur masih lajang.

Dulu ketika saya lajang kalau saya tertidur seperti helikopter muter ke sana kemari bahkan saya suka khawatir bagaimana kalau nanti punya anak, apakah cara tidur yang seperti helikopter ini akan menyulikan saya tidur dengan anak dan suami. kenyataannya ketika saya punya anak ternyata kehati-hatian ketika tertidur datang dengan sendirinya dengan hadirnya naluri seorang ibu saya tak pernah seperti helikopter lagi kalau tertidur.

Terus terang saya tak mengetahui akan arti pentingnya kalau anak tidur dengan orang tua, untuk saya itu hanya seperti naluri seorang ibu katro yang datang dari kampung dan tak mau tidur kepisah dari anaknya.

tapi ketika saya membaca-baca dan menggali arti pentingya anak tidur dengan orang tua ternyata banyak sekali mamfaat yang bisa di dapat dari tidurnya anak bersama orang tua. dia antara mafaat itu saya mensyukuri betapa naluri ibu itu tak pernah meleset dan hanya untuk kebaikan anak naluri itu selalu membantu menguatkan tindakan seorang ibu.

Inilah point-point penting akibat yang di timbulkan anak kalau mereka bisa menikmati kebersamaan tidur dengan orang tuanya yang di sini Belanda adalah suatu kebiasaan yang cukup mahal untuk anak dan bayi yang terlahir di sini. catatan ini saya ambil dari http://us.life.viva.co.id

1. Mendorong kemandirianMenurut sebuah penelitian, tidur bersama-sama anak tidak akan membuat anak menjadi manja, melainkan mereka akan mengembangkan kemandirian lebih awal dibandingkan anak-anak yang mengalami pemisahan tempat tidur dengan orang tua. Hal ini dikarenakan mereka tidak mengalami rasa cemas akibat pemisahan.

“Sangat sulit menemukan anak yang masih mengisap ibu jari atau mengalami keterikatan pada objek yang memunculkan rasa aman pada anak-anak yang secara rutin tidur dengan orang tua mereka,” ujar Dr. Jay Gordon, penulis ‘Good NightsThe Happy Parents‘.2. Membangun harga diriAnak-anak yang tidur bersama orang tua mereka lebih mudah dalam meningkatkan kepercayaan diri, mengalami lebih sedikit masalah perilaku, kuat dalam menghadapi tekanan, dan lebih bahagia dalamkehidupan. Mereka juga lebih mungkin tidak menderita gangguan stres dibanding anak-anak yang tidur secara terpisah dengan orang tua mereka.

3. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental.Selain mengalami perkembangan positif secara mental, mereka juga mengalami pertumbuhan fisik yang lebih baik.

“Selama tiga puluh tahun mengamati kebiasaan tidur bersama orang tua, kami memperhatikan manfaat medis yang menonjol, bayi-bayi berkembang tidak hanya secara fisik lebih besar, tetapi juga secara keseluruhan berkembang, secara emosional, secara fisik, dan intelektual,” ujar dokter anak Dr. William.

Menurutnya, hal ini bisa jadi karena ‘kekuatan’ sentuhan dari orang tua yang merangsang pertumbuhan.

4. Mengurangi gangguan stres dan depresiPsikiater dari Universitas Harvard, Michael Commons, telah menemukan bahwa bayi yang tidur sendirian berisiko mengalami gangguan stres dan depresi. Sedangkan, bayi yang tidur bersama orang tua memilikikeselarasan dengan sang ibu.

Kedekatan ibu dan bayi mampu membantu pernapasan, kenyamanan tidur, pola gairah, detak jantung, dan suhu tubuh bayi. Bayi yang dibiarkan menangis sendirian mengalami peningkatan kadar hormon stres kortisol, yang menyebabkan kerusakan pada perkembangan otak. “Ini membuat anak Anda lebih rentan terhadap efek stres, lebih rentan terhadap penyakit, termasuk penyakit mental dan membuatnya lebih sulit untuk pulih dari penyakit,” jelas Commons.5. Lebih mudah bagi ibu menyusuiIbu menyusui yang ikut tidur dengan bayi mereka cenderung memiliki waktu istirahat yang lebih baik. Karena, mereka tidak harus meninggalkan tempat tidur untuk menyusui bayi mereka. Pola tidur mereka pun cenderung tidak terganggu. Mereka juga merasa lebih waspada dan fokus di siang hari.6. Meningkatkan kedekatan keluargaAnak-anak yang tidur bersama orang tua mereka mengembangkan ikatan yang erat dengan keluarga mereka, memiliki hubungan dan kebahagiaan dibandingkan anak-anak yang tidur sendirian.

Semoga tulisan ini bermafaat dan mengubah image kalau anak tidur dengan orang tua akan menimbulkan efek manja atau tergantrung kepada orang tua. kenyataan yang sebalikny yang bisa kita petik ketika kita tau bahwa anak tidur dengan orang tua sangat baik adanya.

Sumber:pengalaman pribadi

http://us.life.viva.co.id

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Olahraga Sebagai Industri dan Sarana …

Erwin Ricardo Silal... | | 31 July 2014 | 08:46

Espresso, Tradisi Baru Lebaran di Gayo …

Syukri Muhammad Syu... | | 31 July 2014 | 07:05

Rasa Takut, Cinta, Naluri dan Obsesi …

Ryu Kiseki | | 31 July 2014 | 03:42

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 15 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 17 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 19 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 21 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: