Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Nur Taufik

Guru menggambar sanggar lukis anak Menyukai menulis menyukai Fotografi

Sebuah Prestasi Tidak Harus Menjadi Pemenang

REP | 20 May 2013 | 12:04 Dibaca: 279   Komentar: 0   0

13690256342036079247

Dunia anak rasanya tidak bisa lepas dengan apa yang disebut dunia imajinasi ( khayalan). Namun meski begitu ternyata tidak semua anak bisa menuangkan imajinasinya apalagi dalam bentuk gambar tangan meskipun hanyalah sebuah coretan yang sebatas kita lihat sepertinya tanpa terbentuk dengan jelas, bila kegemaran corat-coret itu terjadi pada anak anda yang suka menggambar seperti robot , superman atau tokoh hero lainnya walaupun gambar itu tidak proporsional namun ini sudah menunjukkan adanya kelebihan pada anak anda dalam menuangkan imajinasinya. Kelebihan ini jarang dimiliki anak yang lain. Faktor yang sangat mempengaruhi perbendaharaan imajinasi anak sebenarnya dari pengalaman individu anak yang mungkin berbeda-beda. Bisa saja imajinasi anak itu berasal dari seringnya nonton tivi , baca buku atau melihat obyeknya secara langsung. Anak yang mampu menuangkan imajinasinya di kertas ini menunjukkan bahwa anak itu tergolong cerdas karena mempunyai daya ingat yang tinggi disamping beberapa unsur karakter yang sudah terbentuk seperti keberanian berekpresi maka sebagai orangtua jangan sekali-kali bertindak membatasi meski akhirnya orangtua mengajak ke sanggar lukis anak untuk bermaksud mengarahkan agar bakatnya berkembang baik. Namun Sungguh amat disayangkan bila kenyataan yang sebenarnya terjadi pada akhirnya justru anak diarahkan meniru contoh atau mengikuti kurikulum sanggar sehingga tanpa disadari kemampuan menuangkan imajinasinya lambat laun ditinggalkan begitu saja. Pembimbing yang bijaksana untuk tipe anak ini sebaiknya menempatkan dirinya sebagai teman yang berfungsi memberi motivasi supaya imajinasi si anak sebanyak-banyaknya bisa  dituangkan dalam kertas. Maka tak heran karya coretan dari anak tipe ini sangat bersifat orisinil sekaligus menunjukkan karakter si anak yang sebenarnya, karya-karya inilah mestinya harus dipelihara dengan baik untuk meluruskan pendidikan seni rupa khususnya buat anak-anak.

1369025740255857730

1369025943440468436

13690260211813589651

Seperti reportase saya untuk karya Marvel yang masih duduk di SD Kalam Kudus ,Solo. Orangtua Marvel mengatakan kalau anak ini selalu ada-ada saja obyek yang digambar meski kadang hanya memakai spidol. Apa yang selalu dilihat Marvel maka akan menjadi sebuah lukisan atau sketsa yang unik bahkan bagi Marvel yang aku temukan pada dirinya sangat berarti sebuah kebebasan yang tidak bisa dibatasi meskipun dengan teori menggambar yang telah diberikan pembimbingnya. Bagi Nita seorang Mahasiswi Seni Rupa FKIP-UNS Solo yang menemani Marvel mengakui hasil karya coretannya sangat unik dan orisinil dibandingkan karya lukis anak lainnya yang khususnya melalui pendidikan sanggar lukis. Mahasisiwi ini menyayangkan sayangnya hasil karya Marvel yang sudah puluhan karya yang ada di rumah tidak ada kesempatan untuk dipamerkan . Sebenarnya karya marvel sangat penting untuk diketahui masyarakat sebagai bentuk karya anak yang ikut mewarnai perkembangan dunia seni rupa anak khususnya di Solo sebagai kota Budaya. Bagi Mbak Nita nilai dari karya-karya Marvel termasuk sebuah prestasi besar meskipun Marvel tidak pernah sekalipun menjadi juara menggambar. Karya-karya Marvel tidak bisa dinilai dengan angka seperti dalam nilai pelajaran menggambar.

13690261331270114188136902619936794455713690262441018050747

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

9 Mei 2014, Sri Mulyani Come Back …

Juragan Minyak | | 25 April 2014 | 10:12

Senayan Berduka: Wajah Baru Caleg Misterius …

Saefudin Sae | | 25 April 2014 | 08:37

Kesuksesan Kerabat Kepala Daerah di Sulawesi …

Edi Abdullah | | 25 April 2014 | 10:02

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: