Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

ASUHAN KEBIDANAN pada MASA NIFAS

REP | 19 May 2013 | 00:05 Dibaca: 5891   Komentar: 0   0

ASUHAN KEBIDANAN pada MASA NIFAS

PENGERTIAN

MASA NIFAS: dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir setelah kandungan kembali seperti sebelum hamil berlangsung. Kira-kita 6 minggu (Saifuddin, 2001).

NIFAS : masa nifas atau (dimulai sejak lahirnya placentadan berakir ketika alat-alat kembali seperti keadaan sebelum hmil.masa nifas berlangsung kira- kira selama 6 minggu.

Pada masa nifas terjadi perubahan secara fisiologi:

1. Perubahan fisik

· Suhu tubuh

Beberapa hari setelah melahirkan suhu agak naik antara 370C – 37,50C. Bila suhu melebihi 380C dianggap tidak wajar (Depkes RI, 1997).

· Nadi

Nadi berkisar antara 60-80 kali permenit, segera setelah parus terjadi bradikardi (Hanifa, 2000).

· Tekanan Darah

Penirinan tekanan segera setelah persalinan sering terjadi akibat kehilangan darah yang berlebihan (Cunningham, 1995). Pada umumnya beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi post partum, tetapi akan menghilang dengansendirinya apabila tidak terdapat penyakit-penyakit lain yang menyertainya dalam ± 2 bulan tanpa pengobatan (Hanifa, 2000).

· Pernafasan

Pernafasan berada pada batas normal, teratur, cukup dalam, dengan frekuensi ±18 kali per menit. Apabila pernafasan tidak tertur, dangkal, berbunyi, frekuensi rendah atau tinggi menunjukkan keadaan jantung, paru-paru tidak normal (Christina, 1993)

2. Infolusi uterus dan pengeluaran lokea

Involusio adalah perubahan yang merupakan proses kembalinya alat kandungan atau uterus dan jalan kelahiran setelah bayi dan plasenta dilahirkan hingga mencapai keadaan sperti sebelum hamil. Proses involusi terjadi karena adanya autolysis atau penghancuran jaringan. Otot-otot uterus yang tumbuh karena adanya hiperplasi, dari jaringan otot yang membesar menjadi lebih panjang sepuluh kali dan menjadi lima kali lebih tebal dari waktu hamil, dan akan susut kembali mencapai keadaan semula.

Aktivitas otot-otot yaitu adanya kontraksi dan retraksi dari otot-otot setelah anak lahir, untuk menjepit pembuluh darah yang pecah karena adanya pelepasan plasenta dan berguna untuk pengeluaran isi uterus yang tidak diperlukan.

Ischemia disebut juga lokal anemia yaitu kekurangan darah pada uterus. Kekurangan darah bukan saja disebabkan adanya kontraksi dan retraksi yang cukup lama tetapi juga disebabkan oleh pengurangan aliran darah yang ke uterus dalam masa hamil. Karena uterus membesar menyesuaikan dengan pertumbuhan janin. Untukmemenuhi kebutuhannya darah banyak dialirkan ke uterus, agar uterus dapat mengadakan hypertrophy dan hyperplasi.

· Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.

Table 1. Tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa involusi

Involusi

Tinggi Fundus Uteri

Berat Uterus

Bayi lahir

Setinggi pusat

1000 gram

Uri lahir

2 jari bawah pusat

750 gram

1 minggu

Pertengahan pusat simpisis

500 gram

2 minggu

Tidak teraba di atas simpisis

350 gram

6 minggu

Bertambah kecil

50 gram

8 minggu

Sebesar normal

30 gram

· Bekas implatasi Uri

Placenta bed mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri dengan diameter  7, 5 cm. sesudah 2 minngu menjadi 3,5, pada minngu ke enam 2,4 cm dan akhirnya pulih.

· Rasa sakit atau after pains

Mules-mules yang disebabkan kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan

· Lochia yaitu cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas.

· Locia rubra (cruenta) berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan nekoneum. Selama 2 hari persalinan (Rustam Moctar, 1998 ).

· Lochia sanguinolenta

Berwarna kuning berisi darah dan lendir hari ke 3 -7 pasca persalinan

Lochia serosa

Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lahi pada hari ke 7 – 14 pasca

Persalinan.

Lochia alba

Cairan putih setelah 2 minngu

Lochia purulenta

Terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah, berbau busuk.

Lochia stasis

Lochia tidak lancer keluarnya.

Serviks

Setelah persalinan bentuk serviks agak menganga seperti cokong berwarna merah kehitaman. Konsistensi lunak, kadang-kadang terdapat perlukaan-perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih bisa masuk rongga rahim, setelah 2 jam dapat dilalui 2-3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari.

Ligamen-ligamen

Ligamen, fasia, dan diafgragma pelvis yang meregang pada pada waktu persalinan, setel;ah bayi lahir secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus  jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligamentum rotundum menjadi kendor.

Perubahan dinding peryt dan peritoneum

Setelah persalinan dinding perut longgar karena begitu lama, tetapi biasanya pulih kembali dalam waktu enam minggu, kadang-kadang pada wanita yang astheisis terjadi diathesis terjadi diathenis dari otot rektus abdominis sehingga sebagian dari dinding perut (Rustam Moctar, 1998)

3. Laktasi

Laktasi yaitu pembentukan dan pengeluaran air susu ibu. Air susu ibu merupakan makanan pokok bagi bayio dan makanan yang terbaik yang bersifat alamiah (Hanifa, 1999)

Untuk menghadapi masa laktasi, sejak dari kehamilan telah terjadi perubahan-perubahan pada kelenjar mammae yaitu :

· Proliferasi jaringan pada kelenjar- kelenjar alveoli dan jaringan lemak bertambah.

· Keluaran cairan susu jolong dan duktus laktiferus disebut colostrums, berwarna kuning putih susu.

· Hipervaskulaisasi pada permukaan dan bagian dalam, diman vena-vena  berdilatasi sehingga tampak jelas.

· Setelah persalianan, pengaruh pengaruh hormone laktogenetik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu. Di samping itu pengaruh oksitosin menyebabkan mioepitel kelenjar susu berkontraksi  sehingga air susu keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan (Rustam Moctar, 1998)

4  Perubahan Psikologi

· Bonding Attachment (Ikatan Kasih Sayang)

Terjadi pada kala IV, dimana diadakan dontak antara ibu, ayah, anak tetap dlam ikatan kasih. Karena perlu partisipasi suami dlam proses persalinan yang merupakan salah satu upaya dalam proses ikatan kasih tersebut. Menurut Neelson (1986) bonding attachment adalah dimulainyainteraksi emosi sensorik, fisik antara orang lain dan bayi segera setelah lahir dan terjadiikatan efektif yang terjalin diantara individu, meliputi pencurahan perhatian, hubungan emosi dan fisik yang akrab.

· Fase Honeymoon

Fase dimana anak lahir terjadi intimidasi dan kontak antara ibu – ayah, anak. Hal ini dapt dikatakan sebagai psikis honeymoon yang tidak memerlukan hal-hal yang romantika, masing-masing saling memperhatikan anaknya dan menciptakan hubungan yang baru.

· Fase Taking In

Perhatian ibu terhadap kebutuhan dirinya mungkin pasif dan tergantung, berlangsung 1-2 hari. Ibu tidak menginginkan kontak dengan bayinya tetapi bukan berarti tidak memperhatikan. Dalam fase ini informasi yang dibutuhkan ibu adalah keadaan bayi, bukan cara merawat bayi. Ibu mengenang saat atau pengalaman melahirkan yang baru dialami, untuk memulihkan perlu tidur dan makanan yang adekuat.

· Fase Taking Hold

Ibu berusaha mandiri dan berinisiatif, mulai perhatian terhadap kelancaran fungsi tubuhnya, misalnya defekasi, miksi, aktifitas dan sebagainya. Ibu ingin belajar tentang perawatan diri dan bayinya. Pada saat ini kepercayaan ibu terhadap dirinya berkurang, hal ini tercetus dari perkataan ibu “saya tidak mampu………..

Tujuan asuhan masa nifas:

1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi, baik fisik maupun psikologis

2. Melaksanakan screning yang konperehensif,mendeteksi masalah,mengobati/merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.

3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang personal hyegine,nutrisi,kb,menyusui,pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.

4. Memberikan pelayanan kb.

Masa nifas dibagi dalam 3 periode:

1. Puerperium dini yaitu; kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan- jalan.dalam agama islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.

2. Puerperium intermedia yaitu: kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.

3. Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikas.

Kebutuhan Dasar Masa Nifas

Kebutuhan dasar masa nifas meliputi:

1.  Aktifitas/ Ambulasi Dini

Sebaiknya ibu-ibu post partum dapat melakukan ambulasi dini setelah kondisi fisiknya mulai membaik. Ambulasi dilakukan secara bertahap yaitu:

· Miring kanan/ miring kiri setelah 2 jam post partum

· Duduk sendiri setelah 6-8 jam post partum

· berjalan setelah 12 jaqm post partum

Mobilisasi di atas mempunyai variasi tergantung pada komplikasi persalinan nifas dan sembuhnya luka (Mochtar Rustam, 1998)

2.  Istirahat

Istirahat disini bukan berarti istirahat fisiknya saja, melainkan jugamental. Maka ibu harus terhindar dari masalah-masalah yang menyebabkan tidak tenang. Kebutuhan istirahat/ tidur pada masa nifas antara 8 -10 jam sehari.

3.  Nutrisi dan cairan

Makanan dan minuman merupakan faktor penting dalam pemulihan kondisi tubuh serta pembentukan dan pengeluaran air susu ibu. Maka diperlukan nutrisi tambahan dan tidak ada pembatasan cairan yang masuk. Ibu yang menyusui seharusnya:

· Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari

· Makan dengan diet berimbsng untuk mendapatkan protein, mineral, dan vitamin yang cukup.

· Minum sedikitnya 3 liter setiap hari.

· Minum pil zat besi untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin (Saifudin, 2001)

4.  Perawatan Payudara (buah dada)

Perawatan buah dada dilakukan sejak klien hamil dengan tujuan agar laktasi dapat berjalan lancer. Puting susu perlu mendapat latihan pada fissura. Karena yang kering kemungkinan bertumpuk dan mengiritasi puting susu  (Cunningham, 1995).

5.  Perawatan Vulva

Perawatan vulva dilakukan agar terhindar dari infeksi dan mempercepat penyembuhan luka episiotomi serta menjaga kebersihan (Christina I, 1996)

6.  Latihan

Dengan  dilakukan latihan dapat mengembalikan otot-otot perut dan panggul. Latihan yang dilakukan beberapa menit setiap hari akan dapat bermanfaat (Saifudin, 2000)

7.  Eliminasi Uri

· Eliminasi uri hendaknya dapat dilakukan sendiri setelah 6 jam pasca persalinan. Jika ibu belum dapat kencing spontan, dilakukan rangsang kencing dengan menyiram vulva dengan air hangat (Persis M.H., 1995)

· Eliminasi Alvi

Buang air besar harus dilakukan selambat-lambatnya 3-4 hari pasca persalinan. Bila sulit buang air besar dan terjadi obstipasi dapat diberikan obat laksans per oral atau per rectal (Persis M.H., 1995)

8.  Keluarga berencana

Idealnya pasangan suami istri harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun untuk hamil kembali. Masa post partum merupakan saat yang paling baik untuk pemasangan alat kontrasepsi (Sastrawan, 1996)

9.  Hubungan suami istri

Secara fisik aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri begitu darah merah berhenti. Tetapi budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri masa waktu tertentu 40 hari atau 6 minggu setelah melahirkan (Saefuddin, 2001

Tujuan Perawatan Nifas, yaitu:

· Mencegah infeksi, meningkatkan penyembuhan jaringan, involusi uterus dan meningkatkan kenyamanan.

· Meningkatkan istirahat, aktivitas dan keamanan, serta mencegah komplikasi dan inmobilisasi.

· Meningkatkan asupan makanan dan cairan yang adekuat

· Meningkatkan pembentukan laktasi san supresinya

· Memenuhi kebutuhan belajar ibu, kebersihan diri, perawatan parineal, perawatan payudara, latihan peregangan otot, hubungan seksual dan kontrasepsi.

· Meningkatkan rasa percaya diri serta penurunan stress.

· Mendorong untuk mempertahankan kesehatan melalui penggunaan sumber-sumber kesehatan yang ada di masyarakat (Persis M.H., 1995)

Hal yang perlu diperhatikan:

· Keadaan umum ibu: suhu, nadi, tensi

· Albumin dan oedema

· Involusi uterus

· Lochea

· Perawatan luka perineum

· Perawatan payudara

· Penyuluhan gizi ibu nifas, imunisasi, senam nifas, dan kebersihan diri

(Depkes RI, 1994)

Asuhan Nifas 6-8 jam post partum

· Mencegah perdarahan karena atonia uteri

· Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan berlanjut.

· Memberi konseling pada ibu atau satu keluarga bagaimana mencegah perdarahan nifas karena atonia uteri.

· Pemberian ASI awal

· Melakukan hubungan antara ibu dan bayi

· Menjaga bayi tetap sehat dengan mencegah hypertermi (Saifuddin, 2001)

PERAN BIDAN PADA MASA NIFAS

1.memberi dukungan ecara terus menerus sesuai kebutuhan ibuagar mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama persalinan.

2.sebagai promotor hubungan yang erat antara ibu dan bayi secara fisik dan psokologis.

3.mengondisikan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara meningkatkan rasa nyaman.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 7 jam lalu

PDI-P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 10 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 21 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 22 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: