Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Ki Unyeng Unyeng

belajar mengetik dahulu menulis kemudian....

Awas! Dengan Raket Nyamuk Elektrik….

REP | 09 April 2013 | 19:39 Dibaca: 1664   Komentar: 0   0

Aduh, ibu-ibu kalau sudah gayeng (keenakan) ngrumpi di teras kafe pasti lupa daratan alias lupa segala-galanya, entah itu kompor lagi menyala atau anak-anak main apa dan dimana, pokoknya lupa sama daratan.

Sebut saja Rama 5 tahun dan Sinta 4 tahun mereka berdua adalah kakak beradik yang sedang bermain-main layaknya anak-anak seusia mereka.

Karena mereka berdua merasa sudah jenuh dengan semua permainan yang tersedia dan lagian mereka diluar pengawasan sang ibu, maka kedua balita ini ingin memainkan raket elektrik pengusir/penangkap nyamuk atau lalat yang dimana mereka berdua sering melihat kegunaan alat tersebut.

Singkat kata dari tulisan ini, kedua balita yaitu sang kakak (Rama) tanpa merasa tahu apa akibat yang ditimbulkan apabila raket nyamuk elektrik itu dipergunakan kepada orang lain dalam keadaan hidup (on).

Tanpa bermaksud mencederai adiknya dengan raket nyamuk elektrik itu, maka sontak sang adik terjengkang oleh sengatan raket elektrik tersebut dikarenakan si adik dalam keadaan basah (pempers) sehingga sengatan raket nyamuk elektrik terasakan amat sangat.

Sebaiknya para ibu-ibu/orang tua menjauhkan alat-alat elektriknya (raket nyamuk, cukur jenggot/kumis, hair dryer, catok rambut) dari jangkauan anak-anak. Untuk raket nyamuk elektrik sebaiknya dibuatkan sarung plastik (kondom) sebagai pelindung sehingga kawat-kawat yang menghantarkan aliran listrik dapat terlindungi dan aman.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Korban-korban Kebijakan dan Peraturan JKN …

Yaslis Ilyas | 8 jam lalu

Latihan Siang Malam, Prajurit TNI Dipantau …

Mirza Gemilang | 8 jam lalu

Memasuki Hari ke Enam Belas Berada di …

Taufiq Rilhardin | 8 jam lalu

Pacaran? Tidak Harus dengan Kekerasan! …

Stevani Dewi | 8 jam lalu

Transisi Swallow Go Internasional Dikenal …

Tenny Rizka Firsti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: