Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Abu Albani

ABU ALBANI adalah aktifis dibidang dakwah dan terapis dibidang holistik http://www.abualbanicentre.com/ Email: albaniabu@gmail.com selengkapnya

Terapi Kecerdasan Anak dengan Akupunktur dan Hipnosis

OPINI | 04 February 2013 | 19:58 Dibaca: 402   Komentar: 1   0

Semenjak digulirkannya peraturan minimum angka kelulusan Ujian Nasional (UN) di sekolah mulai tingkat dasar hingga tingkat atas membuat siswa/I, Orang tua/Wali murid hingga Guru was-was.

Kemudian dalam rangka mempersiapkan Ujian Nasional Orang tua  hingga Guru dengan semangat membuat program-program pemadatan  materi pelajaran  kemudian ditambah dengan dikursuskannya  siswa/I oleh orang tua di tempat kursus terkenal dengan harapan  anaknya mampu menyelesaikan Ujian dengan baik.

Tetapi apalah daya usaha yang dilakukan masih menyisakan permasalahan :
1.  Siswa/I tidak mampu menyerap materi-materi pelajaran dengan baik.

2.  Phobia/ketakutan/ketidak sukaan siswa/I terhadap pelajaran tertentu masih mengganggu psikologisnya.

3.  Munculnya stress, dikarenakan beban fikiran yang berlebih.

4.  Keterbatasan siswa/I dalam memaksimalkan fitur memori dalam otak, kemungkinan kurangnya fokus dan stimulasi posisitif optimalisasi Otak.

serta mungkin ada beberapa alasan lain.

Sebuah Terobosan Baru Terapi Stimulasi Otak dengan sistematik dan tampa rasa sakit.
Terapi Stimulasi Kecerdasan Anak dengan metode “hipno-Akupunktur”

Manfaat Akupunktur Kecerdasan ( Pediatri) :
1.  Akupunktur untuk meningkatkan kecerdasan ( IQ)
2.  Menstimulasi dan optimalisasi kinerja syaraf otak.
3.  Menghilangkan atau mengurangi gejala penyakit
4.  Meregulasi gangguan fungsi tubuh
5.  Memperbaiki keadaan patologik
6.  Mempertinggi kualitas hidup.
7.  Akupunktur untuk komponen terapi autisme, attention deficit,
hiperaktif
8.  Akupunktur untuk rehabilitasi motorik kasus CP, pasca trauma

Manfaat Hipno-Learning :

1.  Menstimulasi kinerja Otak agar lebih maksimal.
2.  Mensugesti dan memotivasi di alam bawah sadar anak, bahwa ia akan merasa senang dan menikmati setiap pelajaran di sekolah meskipun itu pelajaran yang ia tidak sukai (phobia).
3.  Merangsang syaraf otak sehingga cepat untuk menerima pelajaran.
4.  Sugesti relaksasi pada sistem impuls otak sehingga anak akan mudah untuk fokus atau konsentrasi serta tidak mudah stres dalam menghadapi ujian di sekolah dan ujian nasional.

Peserta Terapi :
Dimulai dari siswa/ i taman kanak-kanak, SD, SLTP, SLTA, Universitas, TNI, POLRI, Pekerja pada Usia Produktif hingga usia mencapai 50 tahun ( re-generasi fungsi Otak)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 9 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 16 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 17 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 19 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: