Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Putri Ratih Puspitasari

Semangat Belajar, Berbagi dan Berbakti untuk Melakukan Perubahan Karna Allah. Jiwa pembelajar sejati selalu merasa selengkapnya

Strategi Pengembangan Moral Anak Usia 5-6 Tahun melalui Pendidikan Holitik Berbasis Karakter

REP | 17 January 2013 | 11:08 Dibaca: 964   Komentar: 0   0

Pengertian Strategi Pengembangan Moral

1. Pengertian Perkembangan Sosial Emosi

Pendapat tersebut menyatakan bahwa hubungan antar individu menjadi dasar pengertian sosial. Menurut Drisscol and Nagel sosial context is as a member of a group.[1]Hal ini berarti bahwa secara kontekstual pengertian sosial adalah anggota yang berhubungan dalam sebuah kelompok.Selain itu hubungan tersebut menimbulkan kencenderungan-kecenderungan dan impuls yang berhubungan dengan kelompok yang terorganisir lainnya.Jadi, pengertian sosial berkaitan dengan hubungan yang saling berkaitan antar individu dan membentuk jalinan kuat dalam sebuah kelompok.

Dari pernyataan - pernyataan di atas dapat disimpulkan  bahwa perkembangan sosial adalah kemampuan yang diperoleh dengan usaha sadar melalui serangkaian proses. Proses tersebut di mulai dari belajar memahami nilai-nilai yang ada pada keluarga dan masyarakat.

Selanjutnya, perkembangan emosi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sosial.Emosi berasal dari kata emotus atau emovere atau to stir up (sesuatu yangmendorong terhadap sesuatu).[2] Hal ini menyatakan bahwa emosi merupakan suatu keadaan yang kompleks dari organisme contohnya : sedih, marah dan senang. Oleh karena itu emosi adalah perasaan yang mendorong terhadap prilaku seseorang.

2. Pengertian Perkembangan Moral

Penelitian  Kolberg yang menyatakan bahwa dalam memahami bagaimana menjadi orang baik, anak akan bertemu dengan sebuah dilema moral disetiap tahapan perkembangan moralnya. Tahapan perkembangan moral menurut Kolberg antara lain sebagai berikut :

Tahapan perkembangan moral yang disampaikan oleh Kolberg terdiri dari 6 tahapan.Tahapan pertama, menghindari hukuman dari orang-orang yang memiliki otoritas. Tahapan kedua, mengikuti peraturan untuk mencari kepuasan individu  agar menarik perhatian orang lain. Tahapan ketiga, menyadari pentingnya untuk menjadi baik bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri, namun juga untuk kebaikan orang lain. Tahapan keempat, menjalankan peraturan yang ada di masyarakat untuk kebaikan system sosial. Tahapan kelima, memahami beragam prinsip-prinsip  yang terdapat di masyarakat. Tahapan keenam, mengikuti peraturan yang berasal kesadaran dari suara hati individu.

Berdasarkan teori – teori tersebut dapat disimpulkan pengertian moral adalah merupakan serangkaian peraturan dan adat istiadat. Peraturan tersebut tentang kebiasaan baik yang berlaku dalam suatu kelompok budaya tertentu untuk mengatur cara hidup seseorang. Kondisi tersebut meliputi nilai - nilai baik yang disepakati oleh lingkungan sekitar.Suatu kondisi untuk mengaplikasikan nilai- nilai kebaikan. Peraturan perilaku menjadi kebiasaan bagi suatu anggota dari budaya tertentu  untuk menentukan pola perilaku yang diharapkan dari seluruh anggota kelompok.

3. Pengertian Strategi Pengembangan Moral

Strategi pengembangan moral anak sangat berkaitan erat dengan sistem dari sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran moral menurut Paul adalah pembentukan kepribadian bukan pengembangan intelektual.[3]Strategi ini menekankan pada strategi pengembangan yang dapat membentuk sikap dan kepribadian. Tujuan dari strategi ini mengarahkan anak untuk dapat memiliki kepedulian terhadap orang lain, Kebutuhan mendasar manusia adalah bergaul secara harmonis dengan orang lain. Saling memberi dan menerima dengan penuh cinta dan kasih sayang. Dengan demikian, strategi pengembangan moral dapat membantu anak agar dapat mengembangkan kemampuan untuk hidup bersama secara harmonis dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Hal ini menegaskan bahwa dalam strategi pengembangan moral, guru harus bisa menjadi model di dalam kelas dalam memperlakukan setiap siswa dengan rasa hormat, menjauhi sikap otoriter. Guru perlu menciptakan lingkungan pembelajaran yang meliputi rasa kebersamaan, saling membantu, saling menghargai, dan kasih sayang. Dengan demikian, strategi pengembangan moral melibatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengaplikasikan pembelajaran yang dapat menginternalisasi nilai – nilai karakter baik pada anak.

Karakteristik Perkembangan Moral Anak Usia 5-6 Tahun

Pandangan menurut Moshos dan Nancy bahwa perkembangan moral anak usia 5 hingga 6 tahun menurut moshos[4] bahwa perkembangan moral pada usia ini memperhatikan peraturan lebih daripada sebelumnya, tetapi belumsepenuhnya diinternalisasi oleh anak. Anak memiliki bakat untuk mengembangakan hati nurani.Anak masih mendefinisikan tindakan sebagai benar atau salah terutama kepada orang tua dan guru untuk menghindari hukuman.

Hakikat Pendidikan Holistik Berbasis Karakter

1. Pengertian Pendidikan Holistik Berbasis Karakter

Pendidikan holistik erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Pendapat tersebut menegaskan bahwa pendidikan holistik berbasis karakter adalah usaha membangun secara utuh dan seimbang pada setiap murid dalam seluruh aspek pembelajaran  dengan menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Hal ini di perkuat dengan pendapat Latifa dan Hernawati.[5] Bahwa pendidikan holistik berbasis karakter adalah sebuah prespektif baru yang memulai kesadaran yang akan memberikan dampak tidak hanya pada pengembangan karakter. Hal ini  juga memberikan dampak pada tugas perkembangan orang disekitar, khususnya pada masa prasekolah. Peserta didik diharapkan mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Jadi, pendidikan holistik berbasis karakter merupakan prespektif baru memulai kesadaran untuk mengembangkan karakter kepribadian dan memberikan  dampak prilaku positif pada lingkungan sekitar.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan holistik berbasis karakter merupakan strategi membangun secara utuh dan seimbang pada setiap murid dalam seluruh aspek pembelajaran  dengan menanamkan kebiasaan- kebiasaan yang baik (habituation). Hal ini melibatkan pengetahuan yang baik (moral knowing), perasaan yang baik atau loving good (moral feeling) dan perilaku yang baik (moral action).Hal ini membentuk kesatuan perilaku dan sikap hidup peserta didik ke arah pencapaian sebuah kesadaran tentang hubungannya dengan Tuhan.

Tujuan

1. Tujuan Umum Penelitian

Mendeskripsikan mengenai Strategi Pengembangan Moral Anak Usia 5-6 tahun Melalui Pendidikan Holistik Berbasis karakter di TK Karakter, Cimanggis Depok.

2. Tujuan Khusus Penelitian

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:

a. Mengetahui tujuan pengembangan moral anak usia 5-6 tahun melalui pendidikan holistik berbasis karakter di TK Karakter, Cimanggis Depok.

b. Mengetahui perencanaan materi pengembangan moral anak Usia 5-6 tahun melalui pendidikan holistik berbasis karakter di TK Karakter, Cimanggis Depok.

c. Mengetahui media pengembangan moral anak Usia 5-6 tahun melalui pendidikan holistik berbasis karakter di TK Karakter, Cimanggis Depok

d. Mengetahui  metode pengembangan moral anak usia 5-6 tahun melalui pendidikan holistik berbasis karakter di TK Karakter, Cimanggis Depok.

e. Mengetahui teknik evaluasi pengembangan moral anak usia 5-6 tahun melalui pendidikanholistik berbasis karakter di TK Karakter, Cimanggis Depok.

Metode dan Desain Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di atas maka metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif.Qualitative research seeks detailed knowledge of specific cases, often with the goal of finding out “how” things happen (or happened).[6] Dengan menggunakan metode kualitatif peneliti dapat memperoleh data lebih dalam dan apa adanya seperti yang terjadi di lapangan. Tujuan dari penelitian kualitatif ini untuk menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif pengetahuan dibangun melalui interpretasi terhadap multi perspektif berbagai bidang yang berhubungan dengan penelitian tersebut.Anfara and Mertz see for a detailed discussion of the role of theory in qualitative research This statement draws attention to the role of theory in the interpretation of data.[7]Hal ini berarti dalam penelitian kualitatif menggambarkan perhatian pada aturan teori dalam interpretasi data.Jenis penelitian kualitatif Grounded Theory dilakukan agar dapat menghasilkan teori/ mengembangkan teori-teori. Teori dapat berkembang/menghasilkan teori baru ketika dari situasi,peristiwa khusus yang berkaitan situasi dimana individu saling kait mengkait dalam suatu proses sebagai respons terhadap suatu peristiwa


[1] Amy Driscoll,Nancy G.Nagel, Early Childhood Education Birth- 8(United States of America : Pearson Education,Inc,2005)p.56

[2]Leonard Berkowitz,Emotional Behavior 1(Jakarta, PPM.2003)p.112

[3] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan(Jakarta : Kencana,2008)p.279

[4]Fran Moshos,Nancy C.Schoot, Opcit.,p.13-14

[5] Melly Latifah, Neti Hernawati, Dampak Pendidikan Holistik Pada PembentukanKarakter dan Kecerdasan Majemuk Anak Usia Prasekolah. Jur. 11m. Kel. dan Kons., Januari 2009, p : 1

[6] Charles C. Ragin, Joane Nagel, Patricia White, Workshop on Scientific Foundations of Qualitative Research(University of California, Los Angeles.2004)p.11

[7] Carla Wilig, Introducing Qualitative Research in Psychologi-2(Open University Perss :New York 2008)p.11

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 13 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jadilah Peniru …

Wiwik Agustinanings... | 7 jam lalu

Pesan Membaca di Film The Book of Eli …

Eko Prasetyo | 7 jam lalu

Wisata Magelang – Menuju Kejayaan …

Sigit Mardiyanto | 7 jam lalu

Gejolak Pikiran setelah Berkunjung ke …

Mad Solihin | 7 jam lalu

Buku: antara Hidup dan Mati …

Onenation | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: