Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Nyimas Hilmiyati

seorang ibu rumah tangga dengan 6 orang anak yang sudah gemar menulis sejak di bangku selengkapnya

Hati-hati dengan Rumput Ini…

REP | 16 December 2012 | 19:39 Dibaca: 2475   Komentar: 0   3

1355660959118640957

Rumput Fatimah

Rumput Fatimah, siapa yang tidak kenal dengan tumbuhan yang satu ini, rumput Fatimah ini sejatinya tumbuhan jenis semak, dan hanya tumbuh di tanah arab. Biasanya para jemaah haji atau umrah dengan sengaja membeli rumput Fatimah ini sebagai buah tangan untuk para kerabatnya di negara asalnya.

Sore tadi seorang tetangga saya yang rumahnya cukup dekat rumahnya, mengunjungi kediaman saya untuk meminjam rumput Fatimah. Sayangnya rumput yang dimaksud sudah saya kirimkan lagi ke saudara yang tidak memiliki rumput ini. Dia menjelaskan bahwa istrinya akan melahirkan dan air rendaman rumput Fatimah sangat ia butuhkan sesegera mungkin yang akan diminumkan kepada istrinya yang mengerang kesakitan karena mules tak terperi. Saya terperanjat dengan fakta yang ada. Rasa keingintahuan saya yang besar tentang apa sebenarnya rumput Fatimah ini membuat saya langsung berselancar didunia maya. Saya bergumam dalam hati, apa iya, air rendaman rumput Fatimah ini harus diminumkan ke bumil yang akan melahirkan. Sontak saya tercengang melihat beberapa artikel yang menyebutkan bila air rendaman rumput Fatimah diminum pada saat proses kelahiran dan bahkan ada artikel yang menyebutkan air rendaman ini sampai memakan jiwa. Ih saya jadi merinding. Sebagai orang awam yang bukan praktisi kesehatan tidak ada salahnya saya ikut share tentang tumbuhan semak satu ini. Lebih jauh, pun saya ingin berbagi pengalaman cara penggunaan rumput Fatimah yang sebenarnya, sangat bertolak belakang dengan isu yang beredar dimana rumput ini diklaim sebagai perangsang proses kelahiran. Kebetulan ibu saya merupakan keturunan asli dimana tumbuhan rumput Fatimah ini tumbuh, Waktu kehamilan pertama, terutama di trisemester pertama kehamilan, saya perkaya pengetahuan saya dengan banyak membaca berbagai artikel tentang kehamilan dan proses persalinan. Semua ini saya tempuh, tak lain karena saya tinggal jauh dari kota asal saya dan jauh dari ibu saya. Karena tidak mungkin kan setiap hal yang saya temui dalam kehamilan, saya tanyakan pada ibu saya via telp. Jelas itu pemborosan kan. Pada saat kehamilan trisemester ketiga ibu saya yang notabene berdarah arab ini mengirimkan setangkai rumput Fatimah lengkap dengan cara pemakaiannya. Menurut tradisi keluarga ibu saya yang diteruskan kepada saya dan mungkin juga akan saya turunkan kepada anak-anak saya pula. Bahwa rumput Fatimah digunakan disaat menjelang proses kelahiran datang memang benar, begitu ada rasa ‘uwat’ istilah keluarga kami atau ada rasa mules yang ritmenya tidak cepat pada kandungan segera pergunakan rumput Fatimah. Caranya cukup sederhana, siapkan baskom kecil yang diisi ¾ dari ukuran baskom yang kita gunakan. Sebelum digunakan, rumput Fatimah sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air hangat. Karena tipikal ibu saya terkenal higenis, jadi senang yang bersih-bersih. Kemudian taruh rumput Fatimah tadi di dalam baskom yang sudah kita siapkan, Tunggu beberapa saat, biasanya untuk melihat rumput Fatimah sejatinya jadi mekar ketika terendam air ditugaskan pada orangtua si bumil tadi atau orang terdekat si bumil juga boleh. Biasanya semakin dekat si jabang bayi akan lahir, rumput Fatimah akan semakin mekar dan bila mekarnya sudah maksimal, dipastikan dalam hitungan jari si jabang bayi akan segera lahir kedunia. Jadi airnya di dalam tradisi keluarga kami tidak pernah diminum sama sekali. Alhasil sudah lima kali saya mejalani proses persalinan dan air rendaman rumput Fatimah itu tidak pernah saya konsumsi sama sekali. Mudah dan Sehat bukan?

Dalam sebuah situs praktisi kesehatan, dapat anda lihat di sini http://www.bidankita.com/joomla-license/natural-childbirth/345-bahaya-rumput-fatimah-dalam-persalinan.

Pun mengangkat artikel tentang bahayanya rumput Fatimah, Adapun isi pembahasan dari artikel tersebut sebagai berikut : Mitos mengatakan, jika Anda susah melahirkan, minum saja rumput Fatimah. Rumput Fatimah (Labisa pumila) adalah tumbuhan semak asal Arab. Tanaman ini cukup popular . Orang Barat menyebutnya Mawar Jeriko. Para jamaah biasa membeli rumput fatimah sebagai oleh-oleh dari Tanah Suci. Tanaman ini walaupun kering sudah puluhan tahun disimpan, namun kalau direndam dalam air akan mekar kembali.

Rumput fatimah atau Labisa pumila ini mengandung oksitoksin yaitu zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga dipercaya dapat mempercepat persalinan. Zat sejenis oksitoksin yang terkandung di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, rumput Fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Saking jarangnya yang punya rumput fatimah, tak sedikit ibu hamil yang bersusah payah mencari tanaman berkhasiat ini.

Namun hal ini jelas salah. Kandungan oksitosin tersebut dosisnya tidak dapat diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur. Sehingga efeknya bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.

Minum rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah, Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya dapat menimbulkan pendarahan akibat kontraksi rahim sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah dan stres otot. Kontraksi yang ditimbulkan akan sangat tinggi, tanpa ada jeda waktu istirahat. Yang sering terjadi, para ibu hamil sudah meminumnya dari rumah. Alhasil, kontraksinya benar-benar kencang. Tapi pembukaannya tidak sesuai dengan kontraksinya. Efeknya berbeda-beda, untuk ibu yang pembukaannya sudah hampir sempurna memang dapat membantu mempercepat kelahiran, namun bagi yang pembukaannya masih awal tentu tidak sesuai dengan kontraksi yang hebat tersebut. Jika tidak tahan akan kontraksi, ibu akan terus-terusan mengejan padahal pembukaan masih sedikit, sehingga besar kemungkinan rahim akan robek. Selain itu akan terjadi perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin.

Nah biasanya yang menyuruh untuk meminum rumput Fatimah ini adalah ibu atau nenek atau orang-orang “senior” yang notabenenya di anggap banyak pengalaman. Jadi ketika si ibu dan pasangannya kebingungan, maka informasi apapun yang diberikan yang motivasinya adalah “agar lancar proses persalinannya” pasti langsung di terima tanpa menanyakan efek samping dan bahayanya.

Rumput Fatimah ini hanya boleh dikonsumsi ketika sudah dekat waktu melahirkan, yakni ketika pembukaan sudah di atas 6, bukan pada saat pecahnya air ketuban. Jika Rumput Fatimah dikonsumsi sebelum pembukaan 6 akan terjadi kontraksi yang abnormal. Dan hal ini bisa jadi sangat berbahaya bagi ibu yang hendak melahirkan. Dampak terburuknya bisa terjadi robekan pada dinding rahim dan perdarahan yang hebat dan tidak bisa terhentikan.sayang sekali buka?

Karena itu, meskipun pada beberapa kasus sangat membantu proses persalinan, sebaiknya Anda berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi rumput fatimah ini. Upayakan berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu tentang konsumsinya. Jangan heran jika banyak dokter akan melarang penggunaannya karena dikhawatirkan akan berbahaya bagi sang ibu dan buah hati.

http://www.bidankita.com/joomla-license/natural-childbirth/345-bahaya-rumput-fatimah-dalam-persalinan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 13 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 13 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Catatan Terbuka Buat Mendiknas Baru …

Irwan Thahir Mangga... | 7 jam lalu

Diary vs Dinding Maya - Serupa tapi Tak Sama …

Dita Widodo | 7 jam lalu

Nama Kementrian Kabinet Jokowi yang Rancu …

Francius Matu | 8 jam lalu

Menggapai Semua Mimpi …

Akhmad Husaini | 8 jam lalu

Wife Destroyed …

Harry Nuriman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: