Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Bidan Care

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang selengkapnya

Posisi Janin Menentukan Proses Persalinan

HL | 14 December 2012 | 09:37 Dibaca: 10000   Komentar: 0   18

13554476071452757843

koleksi foto dok pribadi/ romana tari

Posisi menentukan prestasi. Begitu kira kira slogan yang sering terdengar dalam sebuah kelas. Mau duduk di depan, belakang, tengah atau samping. Menurut seorang guru, posisi tempat duduk berkaitan erat dengan keberhasilan suatu proses belajar mengajar dalam kelas.

Demikian juga posisi janin dalam rahim ibu yang akan dilahirkan. Posisi atau letak janin sangat erat kaitannya dengan penentuan tehnik persalinan dan  keberhasilan proses persalinan.

Ada tiga posisi atau letak  janin yang kita kenal  dalam kebidanan,yakni :

A. Posisi Kepala
B. Posisi Sungsang.
C. Posisi Melintang.

Diantara ketiga posisi tersebut, posisi janin dengan  letak kepala merupakan posisi terbaik untuk prestasi keberhasilan persalinan spontan, yaitu proses alamiah  melalui jalan lahir. Posisi ini memungkinkan janin dengan mudah melewati pintu panggul ibu dan hampir sebagian besar harapan untuk lahir secara spontan alami dapat terpenuhi.

Pada kehamilan Trimester ke tiga, pemeriksaan Antenatal Care sangat penting. Karena pada saat ini, dokter kandungan maupun bidan akan melakukan pemeriksaan letak janin yang berada dalam rongga panggul.

Pemeriksaan ini berkaitan dengan sikap bidan dalam  penentuan tehnik persalinan yang akan dilakukan pada ibu, apakah bisa spontan alami ataukah memerlukan tindakan rujukan ke rumah sakit.

Melihat presentasi atau letak janin dalam rahim ibu sebagaimana disebut di atas ( sesuai dengan gambar ) maka letak kepala atau posisi verteks merupakan posisi yang diharapkan menjadi posisi yang ditemukan pada Trimester tiga kehamilan. Oleh sebab itu ibu hamil tidak boleh melewatkan pemeriksaan kehamilan pada Trimester tiga ini.

Bila pemeriksaan sebelum Trimester Tiga, janin mengalami posisi yang berubah - ubah ibu hamil tidak perlu cemas, hal itu karena  pada usia kehamilan itu tubuh janin  masih kecil, ruang gerak bayi cukup luas.

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan pertubuhan janin, maka bagian terberat janin yakni kepala perlahan - lahan akan turun ke arah panggul ibu sesuai dengan gravitasi bumi.

Jadi bila pada kehamilan Trimester pertama dan kedua dokter menyampaikan posisi janin letak sungsang atau lintang ibu tidak perlu cemas berlebihan.

Tindakan yang dapat ibu lakukan pada letak sungsang  sebelum memasuki usia kehamilan 36 dan 37 minggu  adalah rajin melakukan  posisi seolah bersujud seperti  saat Sholat. Atau berbaring dengan kedua lutut berada dibawah perut dan dada ibu serta kepala menempel ke arah lantai, kedua tangan di sisi tubuh ( menungging).

Bila ada kesempatan waktu dan tidak ada kontraindikasi untuk mengikuti senam hamil, sebaiknya menjelang Trimester ke tiga ibu bergabung dengan kelas senam hamil agar dapat bimbingan dari bidan yang menjadi instruktur senam hamil.

135545516364282797

Apakah bayi dengan posisi letak sungsang dan letak lintang boleh diputar?

Pada kelainan letak atau posisi  janin dalam rahim  ini,  ibu hamil tidak dianjurkan untuk berusaha pijat  memutar  letak janin ( dari sungsang menjadi kepala atau dari letak lintang menjadi letak membujur ).

Tindakan ini sangat beresiko terhadap keselamatan janin, misalnya terjadi talipusat terpilin, bisa terjadi perdarahan pada plasenta previa,  dan berbahaya terjadi robekan pada rahim terlebih bila pernah mengalami operasi Caesar.

Apa saja yang bisa mempengaruhi posisi janin menjadi letak sungsang ataupun melintang?
Ada beberapa penyebab, terutama pada ibu yang hamil lebih dari satu kali elastisitas dinding perut berkurang dan rahim tidak lagi dapat mempertahankan posisi janin dengan maksimal,  kelainan bentuk rahim,plasenta previa ( ari - ari menutupi jalan lahir ), terdapat tumor / Myoma rahim yang cukup besar, tulang panggul  mengalami kelainan bentuk atau  terdapat panggul sempit  CPD, dan kelainan bentuk kepala bayi baik hydrosefalus maupun microsefalus, janin dengan air ketuban berlebihan ( polyhidramnion)  dan sebagainya.

Bila mengalami letak sungsang pada kehamilan pertama sebaiknya ibu melahirkan di rumah sakit dengan penolong persalinan yang terampil dan alat yang lengkap. Pada keadaan dimana panggul ibu cukup luas dan janin tidak besar maka masih dapat menjalani persalinan sungsang secara alami.

Bila diduga dalam  persalinan terdapat penyulit misalnya ketuban sudah pecah, terdapat bagian janin  disekitar  bokong misalnya tangan bayi, ibu pernah operasi Caesar, Ibu dengan panggul sempit, bayi diperkirakan besar, serta terdapat lilitan tali pusat yang erat.

Pada kasus demikian untuk penentuan tehnik persalinan selanjutnya akan dievaluasi oleh dokter kandungan, dengan mempertimbangakan kelahiran janin yang baik  untuk masa depannya dan kemanan bagi ibu , maka tindakan operasi caesarea  dipertimbangakn menjadi pilihan.

Posisi janin dalam kandungan yang terakhir adalah posisi janin yang melintang, penyebabnya kurang lebih hampir sama dengan letak sungsang.  Hanya saja penangananya sangat berbeda. Pada kehamilan Trimester ke tiga maka pilihan proses persalinan dilakukan secara operasi, yakni Sectio Caesarea.

Perlu pemahaman bahwa  pada kasus letak lintang  tidak memungkinkan janin dapat melewati pintu panggul. Bisa dilihat pada gambar C ilustrasi di atas. Bila dibiarkan terlalu lama beresiko terhadap keselamatan ibu maupun janin.

13554530921808614080

foto koleksi Bidan Romana Tari

“Bayi bukan hanya berhak lahir hidup tetapi berhak untuk masa depan yang gemilang diawali sejak kehamilan dan proses persalinan yang aman”

Semoga menambah wawasan para ibu dan memberi manfaat.

Salam hangat

Bidan Romana Tari

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

10 Tanggapan Kompasianer Terhadap Pernikahan …

Kompasiana | | 25 October 2014 | 15:53

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 14 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 15 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 15 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Gayatri Wailissa Anggota BIN? …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Ketika Berada di Bukit Wantiro …

Voril Marpap | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Selamat Ulang Tahun Baru Hijriah 1436 H …

Imam Muhayat | 8 jam lalu

Membaca Membuat Pintar …

Nitami Adistya Putr... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: