Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Syamsu Andika

saya mahasiswa ilmu komunikasi uin sunan kalijaga Yogyakarta angkatan 2011-2012 ...simple kan...?

Cara melatih kecerdasan otak anak dari tradisi bangsa yahudi

REP | 06 November 2012 | 12:16 Dibaca: 3500   Komentar: 0   0

Pada dasarnya pakar kesehatan atau ahli biologis dunia menggunakan beberapa cara untuk melatih kecerdasan , namun secara nyata cara-cara untuk melatih kecerdasan ini , semuanya diambil dari cara bangsa yahudi untuk melatih kecerdasan mereka, kecerdasan bangsa yahudi memang harus di akui karena dengan jumlah mereka yang sedikit nama mereka mampu mendunia dengan jumlah individu yang tidak sedikit, mereka melatih kecerdasan bukan sejak dini melainkan sejak dalam kandungan, berikut beberapa cara bangsa yahudi melatih kecerdasan mereka yang juga dipakai oleh bangsa lainnya didunia, seperti misalnya :

Mendengarkan musik klasik sejak dalam kandungan

Cara ini adalah cara yang paling sering digunakan oleh ibu hamil di muka bumi, sebab dengan ara mendengarkan musik klasik dapat merangsang pertumbuhan kecerdasan si anak sejak dalam kandungan,

Menghindari asap rokok

Negara israel  adalah ialah negara dimana didalamnya berisi bangsa yahudi, mereka mempunyai aturan tersendiri tentang rokok, baik dalam hukum maupun tradisi, dalam tradisi bertamu sambil merokok  dianggap sangat tidak sopan sehingga diisrael bisa dikatakan tidak ada orang yang bertamu sambil merokok, begitupun berdasarkan hukum, tidak disemua tempat, oang-orang diisrael boleh merokok dimana peraturan ini berbalik dengan peraturan negara kita, ada yang di bus, dan tempat umum lainnya, peraturan ini bagi mereka tidak hanya sekedar peraturan tetapi juga di patuhi oleh semuanya, misalnya jika seorang sedang merokok bila melihat wanita hamil disekitarnya, ia akan mematikan rokok tersebut sebelum jaraknya dekat dengan wanita hamil itu karena selain peraturan, mereka juga menjaga kelebihan mereka yang sudah di tetapkan tuhan sebagai bangsa tercerdas di muka bumi.

Mengerjakan soal matematika

Mengerjakan soal matematika pada hakikatnya  ia melatih otak anak-anaknya agar tumbuh genius,cerdas dan mempunyai  kecekatan berfikir yang ccemerlang dan juga para ibu ini juga tidak pernah lelah dalam mengerjakan soal matematika selama 9 bulan proses kehamilannya

Makanan yang diKonsumsi oleh ibu hamil

Tidak semua makanan dapat dikonsumsi oleh ibu hamil tersebut, pasalnya ada beberapa jenis dan cara makan yang ia lakukan pada saat hamil, misalnya kacang badam , korma, dan susu makanan ini adalah beberapa diantara jenis makanan yang wajib dikonsumsi oleh para ibu hamil, pasalnya makanan tersebut banyak mengandung sari-sari vitamin  yang berguna untuk mengembangkan kecerdasan si jabang bayi, selain itu juga ada ikan, dimana ikan ini juga memiliki jenis yang baik untuk dikonsumsi salah satunya ikan salmon dan juga tidak semua bagian dari ikan tersebut yang dapat dikonsumsi , ikan akan lebih baik dikonsumsi jika bagian kepala ikan dibuang, karena bagian dari kepala ikan dipercaya mengandung zat kimia sehingga tidak baik untuk menkonsumsi kepala ikan tersebut.

Melatih kecerdasan sejak usia dini

Jika si anak sudah lahir, dan tumbuh hingga usia dini, bangsa yahudi dan negara maju lainnya kerap, melatih anak mereka dengan memainkan oleh raga menembak dan memanah, karena jika olah raga ini ditanamkan kepada anak sejak usia dini olah raga ini dapat melatih si anak untuk fokus dan melatih konsentrasi.

Cara cara diatas dipakai oleh dunia untuk melatih kecerdasan anak mereka namun cara tersebut tidak lain dan tidak bukan berasal dari tradisi bangsa yahudi dimana dengan bukti yang ada dengan jumlah orang yang sedikit mereka mampu mendunia, diantara lain seperti :

1. Mike Lazaridis(penemu blackberry)

2. Mark Zuckerberg (penemu dan pendiri facebook)

3. Bill Gates (penemu microsoft)

4. Larry page (pencipta google)

5. Albert einstein (tokoh pertama fisika)

6. Lionel Messi (pemain teraik 2009, 2010, 2011)

Dengan kecerdasan yang dimiliki apalagi kecerdasan yang dibentuk sejak awal, manusia tidak hanya mampu untuk menghadapi dan keluar dari masalah tetapi juga mampu memperoleh materi dan gelar yang akan didapat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 3 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 4 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 5 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 9 jam lalu

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | 9 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: