Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Tina Tuslina

saya adalah ibu rumah tangga yang mempunyai anak 2, saya juga guru di RA. BANI selengkapnya

Proses Perkembangan Janin

OPINI | 30 August 2012 | 21:14 Dibaca: 4871   Komentar: 1   0

A. Awal Biologis

Pembuahan atau konsepsi adalah proses dimana sperma dan ovum bersatu untuk menciptakan sel tunggal yang disebut zigot, yang kemudian menggandakan diri berulang kali dengan pembelahan sel untuk membuat semua sel yang membentuk bayi. Saat lahir, seorang anak perempuan dipercaya memiliki 2 juta ovum yang belum matang dalam dua indung telurnya, setiap sel telur berada dalam sebuah kantung kecil atau folikel. Saat dewasa seorang yang sudah matang secara seksual ovulasi atau luruhnya folikel matang disalah satu induk telur dan hilangnya ovum terjadi setiap 28 hari sekali sampai menopause. Ovum dibawa melalui tuba falopi oleh sel rambut kecil yang disebut cilia, menuju uterus atau rahim. Dan pembuahan biasanya terjadi selama dua atau tiga hari dimana ovum melewati tuba falopi.

Sperma diproduksi oleh testis atau kelenjar reproduksi dari laki-laki dewasa sebanyak beberapa ratus juta sehari dan dikeluarkan dalam bentuk mani saat klimaks hubungan seksual. Setelah berada di vagina, sperma akan berusaha untuk berenang melalui serviks (mulut rahim) dan menuju tuba falopi, tetapi hanya sebagian kecil yang berhasil mencapai sejauh itu. Sperma dan ovum akhirnya bertemu dan menentukan manusia baru akan terbentuk. Saat ovum dan sperma bersatu mereka menurunkan bakal bayi dengan struktur genetika yang mempengaruhi karakteristik yang luas, mulai dari warna mata dan rambut sampai kesehatan, kecerdasan, dan kepribadian.

B. Kelahiran Ganda


Kelahiran ganda bisa terjadi melalui dua cara :

1. Kembar Dizigot / Kembar sepusat (kembar fraternal) adalah tubuh ibu memproduksi dua ovum dalam jangka waktu yang berdekatan atau terkadang satu ovum yang belum dibuahi membelah menjadi dua, lalu kedua ovum tersebut dibuahi. Karakteristiknya kurang lebih sama seperti kakak adik pada umumnya dan berjenis sana atau berbeda.

2. Kembar Monozigot (monozygotic twins) adalah saat satu ovum yang sudah dibuahi terbelah menjadi dua. Hasilnya kembar identik, kembar tiga, kembar empat, dan kelahiran ganda yang lain. Kembar ini memiliki karakteristik bawaan yang sama dan berjenis kelamin sama, tetapi perbedaan pengalaman masa prenatal dan setelah kelahiran mereka beda dalam beberapa hal. Karakteristik fisiknya, seperti rambut keriting, pola gigi, dan penggunaan tangan, bisa jadi bertolak belakang.

C. Kode Genetika

Kromosom (chromosomes) adalah lingkaran DNA yang terdiri atas bagian yang lebih kecil dan disebut gen (genes),unit fungsional dari bawaan. Setiap sel dalam tubuh manusia normal kecuali seks (sperma dan ovum) memiliki 23 pasang kromosom, totalnya 46. Maka saat sperma dan ovum bersatu ketika konsepsi, mereka menghasilkan zigot dengan 46 kromosom, 23 dari ayah 23 dari ibu.

Setelah menjadi zigot, penelitian menunjukan bahwa ada sekelompok gen tertentu yang bertanggung jawab untuk merubah makhluk bertulang belakang, gen yang memproduksi molekul ini disebut morfogen. Morfogen bekerja membentuk lengan, tangan, jari, tulang belakang, tulang iga, otak dan bagian-bagian tubuh lain.

Pada saat konsepsi, 23 kromosom dari sperma dan 23 dari ovum membentuk 23 pasang. Sebanyak 22 pasang adalah autosom (autosomes), kromosom yang tidak berkaitan dengan ekspresi seksual. Pasangan yang ke 23 adalah kromosom seks ( sex chromosomes), satu dari ayah satu dari ibu yang menentukan jenis kelamin bayi.

Seorang laki-laki memiliki kromosom X dan Y. Perempuan memiliki dua kromosom yaitu XX. Bayi laki-laki menerima kromosom Y dari ayah dan X dari ibunya, sementara perempuan menerima kromosom dari ayah X dan X dari ibunya.

D. Perkembangan Prakelahiran

Perkembangan pra kelahiran di bagi menjadi 3 yaitu :

1. Periode Germinal (germinal stage)

Periode perkembangan pra kelahiran yang terjadi pada 2 minggu setelah pembuahan. Ini meliputi pembentukan telur yang dibuahi di sebut zigot, pembelahan sel, dan melekatnya zigot pada dinding rahim. Pembelahan sel yang cepat oleh zigot mengawali periode germinal pada kira-kira 1 minggu setelah pembuahan, pembelahan sel-sel ini spesialisainya untuk tugas-tugas tertentu telah dimulai. Pada tahap ini kelompok sel yang disebut blastocyst, terdiri dari banyak sel-sel yang akan berkembang menjadi embrio dan trophobalast, lapisan luar sel yang berkembang selama periode germinal. Implantasi, melekatnya zigot pada dinding rahim, terjadi sekitar 10-14 hari setelah pembuahan.

2. Periode Embrionik (embryonic stage)

Perode perkembangan pra kelahiran yang terjadi dari 2-8 minggu setelah pembuahan. Selama periode embrionik, angka pembelahan sel meningkat, sistem pendukung terbentuk dan organ-organ muncul. Periode ini mulai saat blastococyst melekat pada dinding rahim. Masa sel sekarang disebut embrio, dan tiga lapisan sel terbentuk yaitu, endodern embrio,ektoderm, dan mesodern. Saat tiga lapisan embrio ini terbentuk, sistem pendukung kehidupan bagi embrio berkembang dengan cepat. Sistem pendukung kehidupan ini mencakup amnion, tali pusar, plasenta. Organisme adalah nama yang diberikan pada proses pembentukan organ yang terjadi selama dua bulan pertama perkembangan prakelahiran. Pada minggu ketiga tuba syaraf yang akhirnya membentuk tulang belakang. Pada sekitar 21 hari, mata mulai nampak, dan sekitar 24 hari sel-sel jantung mulai memisah. Selama minggu ke 4 sistem urogenital menjadi jelas, dan bakal tangan serta kaki muncul. Empat bilik jantung terbentuk, dan pembulu darah nampak. Dari minggu 5 hingga 8 tangan dan kaki semakin memisah, pada saat ini wajah mulai terbentuk tetapi belum jelas. Usus berkembang dan struktur wajah tampak. Setelah 8 minggu, organisme yang sedang berkembang memiliki berat sekitar 1/30 ons, dan panjang hanya 1 inci.

3. Periode Fetal (fetal stage)

Adalah periode perkembangan prakelahiran yang dimulai 2 bulan setelah pembuahan dan berlangsung selama 7 bulan, rata-rata. Tiga bulan setelah pembuahan janin memiliki panjang sekitar 3 inci dan berat sekitar 1 ons. Janin mulai aktif, menggerakan kepalanya. Wajah, dahi, kelopak mata, hidung, dan dagu tidak dapat dibedakan, demikian pula lengan atas, lengan bawah, tangan dan kaki. Kelamin dapat diidentifikasi pada akhir bulan keempat, janin telah tumbuh sekitar 6 inci panjangnya, dan beratnya 4 sampai 7 ons. Pada saat ini juga gerakan lengan dan kaki dapat dirasakan pertama kalinya.

Diakhir bulan ke 5 janin sekitar 12 ins panjangnya dan beratnya mendekati 1 pon. Struktur kulit telah terbentuk, kuku kaki dan tangan. Diakhir bulan keenam janin sekitar 14 inci panjangnya menjadi satu setengah pon. Mata dan kelopak mata terbentuk secara penuh, dan sebuah lapisan tipis rambut menutupi kepala. Refleks menggenggam muncul, dan gerakan nafas yang tidak teratur terjadi. Pada sekitar 7 bulan, janin untuk pertama kali memiliki kesempatan untuk bertahan hidup diluar rahim, yaitu janin mampu tumbuh.

Selama 2 bulan terakhir perkembangan prakelahiran, jaringan lemak berkembang dan fungsi berbagai sistem organ, jantung dan ginjal meningkat. Diakhir bulan ke 7, janin panjangnya sekitar 16 inci dan beratnya 3 pon. Selama bulan 8 dan 9, janin tumbuh lebih panjang dan memperoleh berat yang cukup banyak sekitar 4 pon.

E. Teratologi dan Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Janin

Prinsip umum teratogen adalah semua zat yang menyebabkan cacat lahir. Bidang studi yang meneliti penyebab cacat lahir disebut teratologi. Teratogen meliputi obat-obatan, golongan darah yang tidak cocok, polutan lingkungan, penyakit menular, kekurangan gizi, stres ibu, dan usia ayah dan ibu.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan janin, antara lain :

1. Obat dengan resep maupun tanpa resep (antibiotik, antidepresan, pil diet, aspirin, kafein, dll)

2. Obat - obat Psikoaktif (alkohol, nikotin, kokain, heroin)

3. Golongan darah yang tidak cocok.

4. Penyakit Ibu (rubella/ campak, sipilis/penyakit menular seksual, herpes, AIDS)

5. Diet dan Nutrisi ibu.

6. Keadaan emosional dan Stres ibu

7. Usia ibu

8. Faktor ayah

Ø Sama seperti ibu,akibat pengaruh obat, penyakit, nutrisi, keadaan emosi, usia.

Ø Kontak laki-laki dengan timah, radiasi, beberapa pestisida, dan petrokimia

Ø Ayah yang perokok

9. Bahaya Lingkungan (radiasi, sampah beracun, dan polutan lingkungan dan sampah beracun)

Untuk mengetahui lebih detail mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan janin buka kembali buku perkembangan anak.

REFERENSI

1 . Papalia Olds Feldman, Human Development, Salemba Humanika,(Jakarta;2009) hal 92

2. John W. Santrock, Perkembangan Anak, Erlangga,(Jakarta;2007) hal 120

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 16 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 17 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 18 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 21 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: