Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Venny Virdastryn

Wife•Mother•Dentist• I am an Ordinary Women with ExtraOrdinary dreams twitter: @VennyVirdastryn

Tips Menghadapi Perubahan Perilaku yang ‘menyebalkan’ pada Wanita Hamil

OPINI | 16 August 2012 | 06:29 Dibaca: 14025   Komentar: 24   8

13450545371485620883

infobidannia.wordpress.com

Bapak-bapak atau calon bapak, pasti pernah merasakan perubahan perilaku yang semakin aneh pada istrinya yang sedang hamil. Baik perubahan yang sifatnya sangat menyebalkan, membikin emosi jiwa bapak-bapak meningkat bahkan mungkin sampe terbersit ingin bunuh diri menghadapi sikap istri yang super duper menyebalkan…

Waaah stoop jangan dilanjutkan rasa jengkelnya… Ternyata perubahan sikap yang terjadi ini bukan karena disengaja…tapi karena ada hal-hal yang menyebabkannya…

Walaupun saya bukan dokter umum, tapi saya akan mencoba menjelaskan ditinjau dari ilmu kedokteran dan psikologis (hasil browsing beberapa jurnal ilmiah dan kedokteran).

Kehamilan bagi seorang wanita merupakan periode krisis dalam kehidupannya. Berbagai perasaan menjadi satu..antara kekhawatiran, kebahagiaan dan kecemasan dalam masa panjang saat menanti kelahiran. Situasi ini menyebabkan perubahan drastis, bukan hanya fisik tapi psikologis.

Perubahan perilaku yang disebabkan oleh hormon progesteron.

Pada wanita hamil produksi hormon progesteron sedang tinggi sama seperti perubahan hormon saat haid.
Kerentanan psikis setiap wanita berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh saat kecil, kondisi lingkungan sekitar, baik kenyamanan dalam bekerja maupun dalam rumah tangga.

Perubahan psikis lebih sering terjadi pada trismester pertama, karena disaat itu ibu hamil harus menyesuaikan diri dengan perubahan hormon yang terjadi.

Beberapa perubahan perilaku pada ibu hamil:

1. Sensitif
Wanita hamil lebih sensitif, lebih mudah tersinggung lalu marah-marah.

2. Membutuhkan perhatian lebih
Wanita hamil cenderung lebih manja dari biasanya dan selalu ingin diperhatikan.

3. cenderung malas
Karena meningkatnya hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh menyebabkan timbulnya reaksi mual muntah sehingga ibu merasa tidak sehat dan cenderung lebih suka tidur-tiduran.

4. Gampang cemburu

Tidak jarang sifat cemburu istri terhadap suami muncul tanpa alasan, hal ini terjadi selain karena perubahan hormonal dan perubahan fisik sehingga istri mulai tidak percaya diri dengan penampilannya. Bagaimanapun bagi perempuan penampilan fisik juga sangat mempengaruhi tingkat kepercayaaan diri terhadap suami.

Tips untuk mengurangi perubahan psikologis yang berdampak negatif:

A. Mencari informasi tentang kehamilan
Dengan adanya informasi baik dari internet, buku maupun majalah dapat memberikan ilmu yang positif pada ibu hamil. Dan bisa lebih tenang dalam menghadapi kehamilannya.

B. Memeriksakan kehamilan secara teratur baik ke dokter atau ke bidan terdekat.
Hal ini dapat mempengaruhi psikologis ibu hamil karena mengetahui perkembangan janinnya.

C. Perhatian Suami yang lebih intens
- Perhatian yang diberikan suami dapat membangun kestabilan emosi ibu hamil.
- Adanya perubahan perilaku pada wanita hamil, para suami hendaknya dapat memberikan perhatian dan pengertian yang lebih kepada istri. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan hormonal yang drastis sehingga menimbulkan berbagai kecemasan pada wanita hamil yang jika dibiarkan akan terjadi depresi yang dapat membahayakan janin.
- Pahamilah jika istri anda lebih sensitif atau mudah marah-marah dibandingkan sebelumnya. Hadapilah istri anda dengan santai, berikan penjelasan kepada istri dengan cara baik-baik bukan dengan membalas dengan amarah. Bila suami membalas dengan kemarahan, bisa-bisa istrinya semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.
- Memberikan perhatian yang sering dapat memicu rasa aman dan nyaman pada wanita hamil yang baik untuk pertumbuhan janinnya.
- Memberikan usapan dan pijatan lembut pada istri anda dengan penuh kesabaran. Hal ini akan memberikan efek tenang pada psikologis wanita hamil.
- Memberikan toleransi yang lebih dari biasanya. Apapun yang para suami perbuat (marah atau sayang) sangat mempengaruhi perkembangan calon bayinya.
- Menciptakan kondisi yang nyaman dan penuh kasih sayang sangatlah penting pada saat istri sedang hamil. Sadarilah bawa emosi yang meledak-ledak dari seorang ibu hamil dapat mempengaruhi detak jantung , tekanan darah, produksi adrenalin, aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung sehingga dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil (mual, muntah, pening, lesu, gelisah). Hal ini akan merugikan pertumbuhan janin, karena si kecil sudah bisa merasakan dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya.

D. Menjalin komunikasi
Menjalin komunikasi dengan suami sangatlah penting. Dengan begitu diharapkan suami dapat berempati dan mampu memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan. Jangan hanya diam saja, jika dipendam sendiri tidak akan membawa perubahan. Suami tetap acuh dan masalah ibu semakin berlarut-larut.

E. Memperhatikan kesehatan
Memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Hindari makanan yang bisa membahayakan janin misalnya konsumsi zat-zat aditif, merokok, dan makan makanan instan yang banyak mengandung bahan pengawet.

F. Tetap beraktivitas
Lakukan hal-hal yang menyenangkan. Hal-hal yang menyenangkan dapat menjadikan psikologis kita menjadi lebih baik. Banyak mendengarkan musik dan melakukan senam hamil, agar tubuh anda menjadi rileks.

Semoga beberapa tips diatas dapat mengurangi perilaku agak ‘menyebalkan’ dan membuka mata hati para bapak yang mulai depresi juga menghadapi perubahan yang terjadi pada istrinya…

Kehamilan terjadi karena adanya peran serta suami istri.. So dalam menjaga kehamilan, persalinan sampai membesarkan buah hati juga diperlukan peran serta keduanya.

Alangkah indahnya jika dalam rumah tangga terdapat adanya saling pengertian, apalagi untuk kondisi-kondisi yang tidak terjadi selamanya (kehamilan misalnya).
Saya sangat bangga melihat para suami yang mampu memberikan kenyamanan ekstra pada istrinya yang sedang hamil.
Proud to be his wife..

Salam Sayang,
Venny Virdastryn

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Panik Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 4 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 5 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 6 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 7 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: