Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Muhammad Fuad

muhammad fuad no hp :081231153420

Apa Sih Kesehatan Remaja Itu? Sehat?

REP | 19 July 2012 | 14:06 Dibaca: 1706   Komentar: 0   1

Kita harus sehat biar hidup kita bermutu.
Emang sich, sehat memang bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa.
Orang sakit kan ga bisa belajar, ga bisa cari uang, atau nyantai bersama  teman-teman.  Belum  lagi  kalo  sakitnya  berdampak jangka  panjang, berat dech, masa depan bisa terbawa-bawa jadi
suram.

Yang disebut sehat tuh ya, pertama: sehat fisik  seperti gak ada penyakit atau cacat, kedua: sehat jiwa (psikis) misalnya gak ada gangguan jiwa, dan yang ketiga: sehat sosial, misalnya gak ada masalah dalam pergaulan kita.

Untuk urusan yang pertama yaitu sehat fisik, kita-kita ini emang jarang  sakit, dibandingkan dengan anak kecil yang sering sakit diare,  campak,  cacar  air  dan  lain-lain,  juga  dibanding  dengan orang  dewasa  yang suka sakit kencing manis (diabetes), darah tinggi,  jantung,  stroke,  jarang  kedengaran kita-kita  kena  sakit macem gitu.
Cuma jarang  orang  tahu,  kita  remaja  nih  banyak  bermasalah untuk  urusan  kesehatan  psikis  dan  sosial  (psikososial)  seperti
masalah perilaku. Kita tahu kan, kita sering dengar perilaku nge-
drug,  perilaku  seks  bebas  atau  yang    umum  dech..tawuran remaja…
Nah…kok    tawuran    dihubungkan    ama    sehat?…..    La    iya
lah….tawuran itu  kan  terjadi  karena  mental  yang  tidak  sehat sehingga ingin melakukan hal-hal yang merugikan, itu berarti kita gagal dalam membina hubungan yang baik dengan kelompok lain. Selain itu bisa terjadi luka pada bagian tubuh kita. Tawuran juga menyebabkan  masalah sosial pada orang lain di sekitarnya   dan pada keluarga pelaku juga mungkin terbawa-bawa. Lagian teman kita kan saudara kita juga
Apa yang mesti kita tau buat jaga kesehatan kita?
Untuk jaga kesehatan, kita perlu lho dapat info yang benar tentang kesehatan. Bisa sih kita dapat di sekolah, juga bisa tanya sama ortu atau paling siip sich
tanya pada ahlinya seperti dokter dan petugas kesehatan. Untuk tanya-tanya
soal kesehatan yang agak pribadi, biasanya kan kita suka curhat sama temen. Tapi  lebih asik lagi kalo curhatnya sama kader kesehatan remaja (konselor
sebaya). Mereka tuh selain tempat curhat, ngasih info juga mampu membantu
teman ngasih alternatif jalan keluar.

Kamu tahu gak kalo remaja, umur 10-19 tahun itu jumlahnya kan 1/5 dari jumlah  penduduk kita. Besar sekali kan ? Saking banyaknya, kayaknya perlu deh dokter,  petugas kesehatan atau guru dibantu sama sebagian kita kita nih buat menyebar-luaskan informasi kesehatan remaja kepada teman-teman lain.

Ada beberapa masalah perilaku yang berkaitan dengan kesehatan atau penyakit yang   mesti   kita   ketahui   karena   dapat   berakibat   fatal   bagi   kehidupan selanjutnya   atau  mendatangkan  kerugian  baik  fisik,  jiwa,  sosial  seperti penyalahgunaan NAPZA, IMS/ISR, HIV dan AIDS.
Makanya kita perlu baca buku informatif kaya gini. Jadi kalo kamu udah pada baca, boleh tuh dipinjemin ama temen lain berantai, jadinya kan banyak nanti
yang jadi tau.

Nah, kalo mau tau lebih banyak tentang kesehatan, baca ini buku……… Gak rugi……..dech.
T U M B U H  K E M B  A N G  R E M A J A

Setiap orang pasti akan jadi remaja.
Gak bisa dipungkiri, bahwa masa remaja adalah masa perubahan /
transisi dari anak-anak menuju dewasa.
Di satu sisi kita gak pengen dianggap anak kecil, tapi disisi lain kita kan belum jadi dewasa.

Nah, yang namanya masa perubahan, banyak hal dech yang berubah. Masa perubahan ini khususnya menyangkut pertumbuhan fisik termasuk kematangan seksual disebut sebagai masa puber.
Kadang perubahan ini begitu cepat terjadi, inget gak waktu ibu terheran-heran  karena kita minta dibeliin baju baru karena
menurut kita baju kita itu sudah kesempitan padahal baru dibeli beberapa bulan lalu ?
Memang pada masa remaja terutama pada umur 12-14 tahun pertumbuhan badan sangat cepat.

APA SICH YANG BERUBAH DARI CEWEK DAN COWOK MULAI REMAJA (MASA PUBER) ?
Tanda cewek mulai remaja
Badan tambah tinggi dan besar, pinggul membesar
Payudara mulai membesar
Tumbuh rambut pada ketiak dan kelamin
Mulai berjerawat
Menstruasi

Tanda cowok mulai remaja
Badan tambah tinggi dan besar, otot dada bahu dan dada melebar
Tumbuh jakun dan suara berubah jadi parau (serak)
Tumbuh kumis, jambang, jenggot dan rambut ketiak dan kelamin, bisa juga tumbuh rambut di dada
Mulai berjerawat
Mimpi basah
Cewek dan cowok kalau mulai remaja sama-sama mulai banyak keringat dan mulai agak bau lho ! Makanya harus jaga kebersihan diri….

PERKEMBANGAN JIWA REMAJA

Remaja  gak  cuma  berubah  fisik  (badan)  saja,  tapi  keadaan  jiwanya  juga berubah. Perubahan ini sangat mempengaruhi perilaku remaja.
Coba dech kita perhatikan, di satu sisi kita bersemangat, lebih kreatif, senang berpetualang, jatuh cinta. Namun kadang-kadang mudah marah (emosional), bosan, apatis (cuek), kadang bete. Hal ini  wajar dialami remaja pada masa-masa pertumbuhan karena itu    merupakan    suatu    proses    perkembangan    jiwa    menuju kedewasaan. Jiwa itu meliputi emosi, kecerdasan dan interaksi dengan orang lain.

Apakah emosi sama dengan marah?
Gak  doong..Sebenarnya  marah  merupakan  salah  satu  bentuk emosi.  Emosi adalah reaksi sesaat yang biasanya muncul dalam
bentuk perilaku. Bentuk- bentuk lain emosi : gembira, khawatir, takut, cemburu, ingin tahu, cemas, sebal.
Nah    perkembangan    emosi    gak    selalu    sejalan    dengan perkembangan fisik. Maksudnya gini lho, remaja yang badannya besar belum tentu dapat mengendalikan emosinya.

GIMANA SICH PERKEMBANGAN JIWA REMAJA ITU? Perkembangan  jiwa remaja itu ada tahapannya, yaitu : remaja awal ( umur 10-14  tahun), remaja tengah (15-16 tahun), remaja akhir (17 -19 tahun)

Pada umur 10-14 tahun;
Mulai memperhatikan penampilan fisik dengan cara berpakaian, gaya rambut sesuai dengan mode terbaru.
Mulai ingin bebas, bereksperimen (suka tampil beda, gaya bicara menggunakan bahasa gaul)
Mulai suka memberontak dan melawan, sehingga sering konflik dengan orang lain.
Mulai sensi (peka), mudah marah, mudah tersinggung.     Membentuk gank (kelompok teman sebaya), lebih
mementingkan teman (bersama teman lebih asyik)
Sulit berkompromi dengan orang lain (gak mau menerima pendapat orang lain)
Pada umur 15-16 tahun;
Mulai bisa berkompromi sehingga menjadi tenang, sabar, toleran dan menerima pendapat orang lain
Ingin mandiri (misalnya membuat keputusan sendiri, menolak campur tangan orang lain)
Merasa  perlu   mengumpulkan  pengalaman  baru   walaupun  berisiko
misalnya;    merokok, alkohol, seks bebas dan mungkin mengkonsumsi narkoba ( yang kayak begini gak usah dicoba deh !!!)
Gak lagi terfokus pada diri sendiri, lebih bersosialisasi dan gak pemalu lagi.
Mulai tertarik dan menjalin hubungan dengan lawan jenis
Mulai dapat diajak diskusi atau berdebat     Keterampilan intelektual mulai menonjol    Aktif di ekskul dan berorganisasi
Senang melakukan kegiatan berisiko, misal : kebut-kebutan.

Pada umur 17-19 tahun;

Senang membicarakan masalah sosial politik termasuk agama.    Mulai belajar mengatasi stress yang dihadapi.
Sulit diajak berkumpul dengan keluarga.
Ingin belajar mandiri secara finansial (membiayai keperluan dari uang sendiri).
Hubungan dengan pacar (lawan jenis) lebih serius dan banyak menyita waktu.
Merasa sebagai orang dewasa, cenderung mengemukakan pengalaman yang berbeda dengan orang tuanya.
Hampir    siap    menjadi    orang    dewasa    yang    mandiri,    mulai    ingin meninggalkan rumah untuk hidup sendiri.
Perkembangan jiwa remaja didasari oleh kondisi kesehatan jiwanya.

APA CIRI-CIRI REMAJA YANG SEHAT JIWANYA ?
Bisa menerima diri apa adanya.
Bisa menerima orang lain apa adanya.
Mampu mengatasi stres dan menyelesaikan masalah dengan baik.
PERMASALAHAN REMAJA

Duh  pusing  nih  banyak  masalah…  jerawat  gak  hilang-hilang, putus  dengan  pacar,  orang  tua  nasehatin  terus,  tugas  sekolah banyak, gebetan baru gak dapet-dapet, macem-macem dech…
Nah  di  bawah  ini  ada  beberapa  TIPS  supaya  remaja  bisa mengatasi segala permasalahan dengan baik
-    Kalau  lagi  kesal,  jengkel,  bete atau  bad mood lakukan sesuatu yang bisa benar-benar dinikmati untuk menghibur
diri misal :  perawatan wajah, olah  raga,  kesenian, baca majalah atau buku favorit. Tapi ingat hindari hiburan yang negatif ya….
-    Kalau keluarga atau orang tua buat aturan-aturan yang terkesan gak adil, itu karena mereka sayang banget sama
kita.  Hal  yang  bisa  dilakukan  adalah  ngomong  dengan tenang dan jujur pada keluarga tentang perasaan kita.
-    Jerawatan…bikin gak pede
Gak  perlu  khawatir.  Kita  tetap  menarik  kok  dengan kelebihan-kelebihan  lain  dalam diri  kita  sendiri  (misal :
kita    punya    hati    baik,    jago    di    bidang    olah    raga, musik/kesenian,  fotografi,  dll.)  Lagian  jerawat  kan  ada obatnya,  jaga  kesehatan  kulit  dengan  rajin  minum  air
putih, makan buah dan sayuran.
-    Putus dengan pacar…sedih deh rasanya
Tapi gak perlu sedih berkepanjangan. Lakukan hobi dan yakinlah bahwa kita akan mendapat yang lebih baik.
-    Kita juga bisa curhat dengan sahabat, anggota keluarga,
atau ahlinya di pusat-pusat konseling baik swasta (pusat konseling   pada   sentra-sentra  remaja,   misalnya   PKBI) maupun    pemerintah    (misalnya    Pelayanan    Kesehatan Peduli   Remaja/  PKPR  di  Puskemas)  untuk  mendapat

bantuan supaya kita bisa memutuskan yang terbaik bagi diri kita sendiri
G E N D E R

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering denger kalo cowok harus nembak duluan, gak boleh nangis, sedangkan cewek harus lembut, penurut dan gak boleh ngambil keputusan di keluarga.

Bener gak sich kalo cowok nangis menyalahi kodrat ? Bener gak sich cewek gak boleh nembak duluan ?
Sebenernya yang  penting  antara  cowok  dan  cewek  harus  ada keadilan dan kesetaraan baik dalam hal pembagian tugas, peran
dan tanggung jawab di manapun kita berada.

Jadi misalnya kalo ada cowok yang punya hobi memasak atau cewek    yang    suka    otak-atik    mesin,    main    bola,    pede    aja qaleeeeeeeee………… So, gak papa donk kalo cewek mau masuk sekolah militer atau cowok mau gantiin popok ponakan atau bantu masak di dapur, itu sich OK OK aja.

Kamu tau gak perbedaan seks dengan gender ?
Kalo seks itu adalah cowok dan cewek yang dibedakan dengan jelas    secara    biologis.    Misalnya,    karena    perbedaan    organ reproduksi, cowok kan gak bisa menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Sedangkan cewek gak mengeluarkan sperma.

Tapi  masalahnya  masyarakat  masih  menganggap  cowok  harus macho, jadi pelindung cewek, pencari nafkah utama, cewek harus lembut, dan lain-lain hal yang terlanjur ditetapkan masyarakat sebagai nilai yang berlaku. Peran dan tanggung jawab sosial yang ditetapkan oleh masyarakat inilah yang disebut gender.

Jadi ada perbedaan antara gender dan seks (jenis kelamin). Jelas kan perbedaannya ?
Dalam kenyataannya,  sering  terjadi  cewek  dianggap  gak  perlu sekolah  tinggi-tinggi  karena  ujung-ujungnya  balik  ke  “kasur,
sumur, dapur”. Perempuan dianggap gak mampu jadi pemimpin,
jadi sopir bis, kerja di bengkel. Sedangkan cowok dianggap gak pantes jadi guru
TK, kerja di salon, nyuapin anak, nyuci piring, dll. Inilah contoh bias gender.

Kenapa kita harus tau gender ?

1.  Pada pergaulan yang terlalu bebas, remaja putri selalu menjadi korban dan menanggung segala akibatnya, seperti kehamilan yang tidak dikehendaki, putus  sekolah,  dan  sebagainya.  Ada  kecenderungan  untuk  menyalahkan pihak  perempuan, sedangkan remaja laki-lakinya seolah-oleh terbebas dari segala   permasalahannya,  walaupun  ia   ikut  andil  dalam  menciptakan permasalahan tersebut.

2.  Dalam  tindakan  aborsi  ilegal,  yang  diancam  oleh  sanksi  dan  hukuman adalah perempuan yang menginginkan aborsi tersebut, sedangkan laki-laki yang menyebabkan kehamilan tidak tersentuh oleh hukum.

3.  Perempuan selalu dijadikan obyek intervensi dalam pemberantasan penyakit infeksi   menular seksual (IMS), walaupun kaum laki-laki sebagai konsumen justru memberi kontribusi yang cukup besar dalam masalah tersebut.

4.  Setiap  upaya  mengurangi  praktik  prostitusi,  kaum  perempuan  sebagai penjaja    seks    komersial    selalu    menjadi    obyek    dan    tudingan    sumber permasalahan, sementara kaum laki-laki sebagai pelanggan tidak pernah dipermasalahkan

Apa akibat bias gender buat kita?

o    Kesempatan untuk mendapat pendidikan bagi perempuan menjadi kurang mendapat prioritas
o    Perempuan takut unggul karena tidak disukai oleh laki-laki
o    Remaja    perempuan    masih    belum    tegas    dalam    menolak    ajakan
pacar/temannya  untuk  berhubungan  intim,  karena  ada  keyakinan  diri
perempuan adalah lemah.
o    Perempuan gak boleh ikut kompetisi di arena yang butuh kekuatan fisik, di anggap tabu, tomboi dll.
Jadi : Don’t worry be happy…Masa remaja itu masa yang paling asyik.  Tapi tetap ingat lho, Jadilah dirimu sendiri dan jaga diri baik-baik

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 10 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 14 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

i-Road, “Bajaj” Masa Depan! …

Angga Saputra | 7 jam lalu

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu

Karya Putri Indonesia Dihargai di Singapura …

Arief Gun | 8 jam lalu

Nurdin, Ridwan, Risma, Digilir Saja …

Awaluddin Jamal | 9 jam lalu

Klarifikasi dan Permohonan Maaf …

Mohammad Ali Yafi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: