Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Qilla Salafy

mencintai dengan sederhana...

Si Kecil Kidal: Bagaimana Cara Mengatasinya?

REP | 11 July 2012 | 19:03 Dibaca: 1388   Komentar: 37   6

13419868271675369089

sumber gambar: balitakami.wordpress.com

Pada saat usia anakku yang paling bontot berumur 2 tahun, aku merasa ada sesuatu yang aneh pada aktivitas kedua tangannya. Refleks tangan kirinya  terlihat lebih cepat dibandingkan dengan tangan kanannya. So, dia cenderung melakukan beberapa  aktivitasnya dengan tangan kiri, sebagai contoh  dia akan memberikan tangan kirinya setiap akan bersalaman, begitupun ketika dia memegang sendok, pensil, atau ketika dia menerima suatu benda yang diberikan padanya, pasti tangan kirinyalah  yang lebih cepat bergerak. Sejak saat itu pelan-pelan aku latih tangan kanannya untuk  lebih aktif bergerak. Membiasakan memberikan sesuatu padanya dengan posisi benda lebih dekat ke arah tangan kanannya, adalah langkah awalku melatih gerakan refleks tangan kanannya. Tentulah hal ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Saat ini si bontot usianya sudah mau menginjak tahun ke 4, tentunya keterampilan dia  dalam menggunakan kedua tangannya semakin bertambah. Keterampilan dia dalam memegang sebuah pensil dengan tangan kiri sudah sempurna dia lakukan. Hal ini menambah sulit melatih tangan kanannya. Terkadang, ketika dengan pelan aku memindahkan pensil yang sedang dipegangnya kesebelah kanan, dia  akan protes dan akhirnya tidak mau melanjutkan aktivitas menulisnya. Sabar.. sabar dan sabar…. itulah satu-satunya jalan agar aku mau tetap telaten melatih tangan kanannya, dan aktivitas menulislah yang paling sulit diperbaiki. Sedangkan untuk hal lainnya seperti memegang makanan atau memegang sendok saat makan dengan tangan kanan sudah lumayan terbiasa, meski terkadang  dia lupa.

Menurut para ahli psikolog, anak kidal mengalami perkembangan otak kanannya lebih baik, begitupun sebaliknya. Sebaiknya orang tua jangan memaksa anak kidal ini untuk menggunakan tangan kanannya karena hal ini akan membuat aktivitas otak kanannya menjadi terhambat. Jika dipaksakan, anak ini bahkan akan mengalami gangguan daya ingat, kuarang konsentrasi, stress, emosi terganggu, dan gangguan bicara.

Sebagai orang timur yang biasa menonjolkan budaya sopan santun, dimana budaya kita menganggap bahwa tangan kiri adalah tangan jelek yang biasa digunakan untuk memegang sesuatu yang kotor-kotor, sedangkan tangan kanan dianggap sebagai tangan manis yang biasa digunakan untuk memegang yang bersih-bersih. Ini mungkin akan menjadikan suatu masalah bagi si kecil dimana dia harus secara berulang-ulang melakukan aktivitas yang  dilakukan dengan tangan kiri, lalu  harus  mengulangnya kembali dengan tangan kanan.

Sebagai contoh, ketika bersalaman secara refleks dia memberikan tangan kirinya, lalu kita akan memintanya untuk mengulang kembali aktivitas tersebut dengan menggunakan tangan kanan, atau ketika dia menerima suatu pemberian dari orang lain dengan menggunakan tangan kiri lalu kita memintanya mengulangi aktivitas tersebut dengan menggunakan tangan kanan.

Hal ini, menurut seorang psikolog, akan menyebabkan terhambatnya rasa percaya diri. Karena dia merasa bahwa segala yang dilakukannya  selalu salah. Untuk menghindari ketertekanannya, kita harus melatihnya perlahan-lahan,  tanpa terlihat bahwa kita sedang melakukan perbaikan atas dirinya. Dan jangan coba-coba memaksanya dengan keras, karena itu akan membahayakan kinerja otak kanannya.

Cara termudah melatih keterampilan menggunakan tangan kanan pada si kidal adalah:

  • Dengan menempatkan benda-benda yang biasanya dipegangnya dengan tangan kiri, ke tengah. Misalnya, letakkan sendok makan di tengah piring. Demikian juga kudapan favorit dan benda kesayangan seperti kukis atau pensil warna. Dengan demikian anak akan terdorong untuk meraih dengan tangan kanan.
  • Tak perlu ragu memberikan pujian saat si kidal mulai terampil dan sigap menggunakan tangan kanannya. Memang perlu waktu untuk melatih si batita. Namun, asalkan Anda peka dan sigap memberikan penanganan, Anda masih punya banyak waktu untuk melatih keterampilan ini hingga anak masuk sekolah. Saat mana ia mulai dituntut aktif menggunakan kedua tangannya dengan terampil.

Semoga kita menjadi orang tua yang selalu sabar dalam mendidik anak-anak untuk menjadi lebih baik  tanpa harus mengekang dan memaksakan kehendak kita sebagai orang tua. Biarkanlah anak-anak mengekspresikan diri mereka sesuai dengan tumbuh kembang dan kecerdasan otaknya. Anak kidal bukan merupakan suatu masalah yang besar, anggap saja anak kidal ini adalah anak yang unik dan memiliki kelebihan. Kalau batita Anda ternyata kidal, terimalah dengan lapang dada. Karena pada kenyataannya penggunaan tangan kanan dan tangan kiri pada si kecil dapat dilatih, asalkan kita mau bersabar dan telaten melatihnya.

@QillaParenting11072012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 9 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 10 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 11 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 12 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: