Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Ahmad Yani

Tak Ada Kata Terlambat Belajar. Kalau berkenan bisa kunjungi http://blogeraan.blogspot.com/

Kisah Penderita Kanker Tulang

REP | 29 March 2012 | 16:42 Dibaca: 828   Komentar: 3   0

13329960751941576005

Jerah Hanya Bisa Terbaring di Kasur. Kini Kondisinya semakin Buruk menderita Tumur Tulang

Jerah  (24)  warga Selat Beliah, Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun,  Privinsi Kepri RT 02, RW 02, kini hanya  bisa tergolek lemah ditempat tidurnya, karena  sejak  4  bulan lalu, pingulnya terserang penyakit  Tumor Tulang (Osteosarkoma).

Keadaan tubuhnya  terus membengkak sehingga tidak bisa digerakkan. Ia terasa nyeri dari penyakit tumor  tulang dipingulnya  hingga terbawak ke kakinya.

Anak dari pasangan Nasir dan angke ini sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun selama 10 hari. Namun, selama perawatan keadaannya belum membaik.

doktor di RSUD Karimun pun menganjurkan agar Jerah di bawa ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB). Selama di RSOB jeni dirawat 17 hari. Itupun tidak membuat Jeni sembuh di RSOB.

Pihak doktor di RSOB lagi menyuruh Jerah agar di rawat ke Jakarta untuk ditindak lanjuti. Namun, mendengar kabar dari pihak RSOB agar Jeni dirujuk ke Jakarta, mebuat kedua orangtuanya sock berat.

Untuk  biaya berobat dan  perjalanan ke Jakarta membutuhkan biaya yang cukup besar. Apalagi orangtua Jerah hanyalah masyarakat kecil yang sehari_hari bekerja  membantu warga sekitar.

Karena penghasilan orangtua Jerah  yang hanya buruh biasa  ini tidak mungkin melakukan tindakan medis diatas. Nazir dan Angke berharap anaknya ini bisa kembali sembuh normal. Mereka pun sudah melakukan semampunya untuk menyembuhkan anaknya ini. Dari RSUD Karimun hingga ke RSOB.

Kini, Jerah harus di rujuk ke Jakarta. Pasangan suami istri ini hanya bisa pasrah. Mendengar dari pihak doktor RSOB anaknya harus di bawa ke Jakarta. Jerah pun dibawa Nazir pulang ke Selat Beliah, Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur.

Pasangan suami istri yang kurang mampu ini sedang memikirkan biaya perobatan anaknya ke Jakarta. Mereka berharap, anaknya ini bisa ke Jakarta dan sembuh kembali. Namun, niat itu akan berhenti, jika tidak ada yang membantu pasangan suami istri ini.

Hanya darmawan yang mulia dan berbaik hatilah sedang ditunggu Nazir dan Angke saat ini. Mereka memohon bantuan dari manapun agar anaknya bisa sembuh. Tanpa malu dan sungkan, mereka butuh uluran tangan dari orang yang bisa membantu.

“Saya mohon bantuan pak. Saya gak rela melihat anak saya begini pak. Sudah empat bulan ia terbaring kaku,”kata Angke sambil menteskan air mata kecintanya terhadap putri yang dicintainya ini.

Angke mengatakan, ia sudah berusaha mengobati anaknya dari RSUD Karimun, hingga RSOB. Namun, dua rumah sakit besar ini tidak sangup menangani sakitnya Jerah.

“Pihak doktor, menyuruh anaknya dirujuk ke Jakarta. Dari mana harus saya cari uang ke Jakarta. Kondisi kami saat ini saja  sudah susah pak. Kami mohon bantuan dari darmawan, “aku Angke lagi-lagi tetasan air mata ibu ini menetes di kedua matanya hingga membasahi pipinya ini.

Angke saat ini hanya bisa berharap dari donatur yang ingin membantunya. “Kasihan saya lihatnya pak. Siang malam, ia nangis terus menahan sakit dipingulnya. Saat ini badanya pun sudah ikut membengkak,”kata Angke lagi.

Angke mengakui, penghasilnya dan suaminya tidak akan cukup membawa anaknya ke Jakarta.

“Jangan untuk berobat, untuk membawa ke RSUOB aja kami keluwahan. kami merasa berat, karena sekurangnya memerlukan biaya sekurangnya ratusan juta rupiah,”paparnya lirih.

Hal serupa juga ditangisi sang ayah, Nazir, ia berharap ada donatur yang ingin membantu anak tercinyanta ini.

Bagi anda yang ingin membantu Jerah penderita Tumor tulang,  Dan untuk meringankan beban orangtuanya bisa menghubungi 081364175687. Uluran tangan anda akan membantu Jerah keluar dari sakit yang membuat ia menangis siang dan malam. “Tebarkan kasih sayang anda ke Jerah”. (aan)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 20 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 23 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 22 November 2014 21:41

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Indonesia Memperkaya Orang Asing …

Fikril Islam | 8 jam lalu

Mulai 1 Desember PNS Dilarang Rapat di Hotel …

Gingerkempling | 8 jam lalu

[Cerpen dan Lagu] Anggun …

Conan Edogawa | 8 jam lalu

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | 8 jam lalu

Manusia Atlantis (4) …

S-widjaja | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: