Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Bidan Care

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang selengkapnya

2 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Setelah 9 Tahun Menanti Akhirnya Hamil

REP | 27 January 2012 | 02:30 Dibaca: 3603   Komentar: 43   4

1327618507709464338

Selama 9 tahun menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga tanpa kehadiran seorang anak, nyaris membuat teman saya merasa putus asa. Terlebih terakhir saat bertemu  dua tahun lalu,  ia baru saja mengalami kegagalan program bayi tabung untuk yang kedua kalinya. Teman saya tersebut seorang bidan juga di Jombang Mojojejer. Kebetulan ia juga menerima pasien di rumah selain bekerja di Puskesmas, jadi kesibukannya tidak  membuat ia fokus pada  kesepiannya berharap anak.

Tak sedikit usaha dan perjuangannya untuk mendapatkan bayi. Bahkan perbagai cara sudah ditempuh selain program bayi tabung. Namun hasilnya nihil. Akhirnya ia dan suaminya hanya dapat pasrah, seandainya Tuhan memberi mereka momongan tentu akan sangat bersyukur,namun bila tidak apa boleh buat harus ikhlas menerima. Sempat juga merencanakan akan mengadopsi anak, namun masih dalam proses mempertimbangkan keputusan berdua.

Hingga suatu hari Sita mengalami terlambat menstruasi dan karena ia sudah sering mengalami hal yang sama maka ia tidak terlalu mempedulikan, ah paling - paling juga karena terlalu letih. Karena terlambat menstruasinya sampai sepuluh hari iseng- iseng ia melakukan test urine, sempat berdebar- debar juga, jangan - jangan hasilnya seperti yang dulu- dulu negatif. Tapi ternyata ada tanda positif hamil hanya masih samar - samar. Untuk memastikan ia menunggu dua minggu kemudian periksa ke dokter dan dilakukan USG kandungan. Betapa bahagianya ternyata ia dinyatakan positif hamil. Suaminya sangat gembira dan bersyukur pada Tuhan saat mendengar hasil USG kandungan tersebut.

Sita menjalani kehamilan tanpa masalah sedikitpun. Makan dan minum seperti biasa, tidak ada keluhan mual muntah yang berarti. Semua berjalan sesuai perkembangan usia kehamilan. Akhirnya tibalah waktunya  melahirkan, mengingat usianya yang sudah termasuk resiko tinggi dan  sulitmya ia mendapat kehamilan itu, maka persalinan Caesar menjadi pilihan. Tanggal 23 Oktober 2011 lahirlah putra pertama yang dinantikan pasangan Sita dan Imam ini, bayi mereka sangat sehat meskipun berat badan bayinya hanya mencapai 2500 gram.

13276049331782726256

Imam sebagai ayah baru menjadi sangat bangga dan bahagia dengan kelahiran putra pertamanya ini. Oya nama anak mereka  Stevano Gracio Santoso, panggilannya Vano.  Wah kagum sekali melihat  suami Sita ini menggendong bayinya, dengan telaten ia  merawat Vano bergantian dengan istrinya. Saat kami berkunjung Vano sudah berusia 3 bulan. Ia minum ASI dan tampak sehat sekali.

1327605788728277647

Bidan Sita sangat bersyukur mempunyai suami yang begitu sabar dan setia. Imam selalu membesarkan hatinya setiapkali ia mengalami kegagalan dan kecewa saat memandang hasil test urine. Dan kini bukti kesetiaan itu telah  mendapat hadiah dan mukjizat dari Tuhan dengan kehadiran Vano yang tidak disangka -sangka dan disaat ia dan suaminya sudah mengikhlaskan semua kegagalan yang terjadi.

13276047861196367703

Pesan bidan Sita dan suaminya agar  pasangan suami istri yang hingga saat ini belum dikaruniai momongan jangan putus asa, tetap berusaha dan berdoa, jika kita ikhlas menjalani semuanya pasti Tuhan akan mendengar doa dan permohonan kita. Yang tak kalah penting adalah suami istri tetap menjaga kesehatan tubuh, mengkonsumsi makanan bergisi, menghindari rokok dan minuman beralkohol juga obat - obatan terlarang.

Suasana hati juga harus dijaga, bila hati tenang dan selalu bersyukur dalam setiap situasi maka pasti akan ada jalan terbaik dibukakan Tuhan. Suami istri tidak boleh saling menyalahkan tetapi sebaliknya harus saling mendukung dan memberi semangat, bila ada pasangan yang mengalami sakit dimotifasi agar mau berobat sampai sembuh. Semoga sharing dari keluarga Imam Santoso dan Sita ini dapat memotifasi para sahabat.

Salam hangat

Bidan Romana Tari

Foto Dokumen pribadi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 10 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 10 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 10 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: