Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Bidan Care

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang selengkapnya

2 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Setelah 9 Tahun Menanti Akhirnya Hamil

REP | 27 January 2012 | 02:30 Dibaca: 3581   Komentar: 43   4

1327618507709464338

Selama 9 tahun menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga tanpa kehadiran seorang anak, nyaris membuat teman saya merasa putus asa. Terlebih terakhir saat bertemu  dua tahun lalu,  ia baru saja mengalami kegagalan program bayi tabung untuk yang kedua kalinya. Teman saya tersebut seorang bidan juga di Jombang Mojojejer. Kebetulan ia juga menerima pasien di rumah selain bekerja di Puskesmas, jadi kesibukannya tidak  membuat ia fokus pada  kesepiannya berharap anak.

Tak sedikit usaha dan perjuangannya untuk mendapatkan bayi. Bahkan perbagai cara sudah ditempuh selain program bayi tabung. Namun hasilnya nihil. Akhirnya ia dan suaminya hanya dapat pasrah, seandainya Tuhan memberi mereka momongan tentu akan sangat bersyukur,namun bila tidak apa boleh buat harus ikhlas menerima. Sempat juga merencanakan akan mengadopsi anak, namun masih dalam proses mempertimbangkan keputusan berdua.

Hingga suatu hari Sita mengalami terlambat menstruasi dan karena ia sudah sering mengalami hal yang sama maka ia tidak terlalu mempedulikan, ah paling - paling juga karena terlalu letih. Karena terlambat menstruasinya sampai sepuluh hari iseng- iseng ia melakukan test urine, sempat berdebar- debar juga, jangan - jangan hasilnya seperti yang dulu- dulu negatif. Tapi ternyata ada tanda positif hamil hanya masih samar - samar. Untuk memastikan ia menunggu dua minggu kemudian periksa ke dokter dan dilakukan USG kandungan. Betapa bahagianya ternyata ia dinyatakan positif hamil. Suaminya sangat gembira dan bersyukur pada Tuhan saat mendengar hasil USG kandungan tersebut.

Sita menjalani kehamilan tanpa masalah sedikitpun. Makan dan minum seperti biasa, tidak ada keluhan mual muntah yang berarti. Semua berjalan sesuai perkembangan usia kehamilan. Akhirnya tibalah waktunya  melahirkan, mengingat usianya yang sudah termasuk resiko tinggi dan  sulitmya ia mendapat kehamilan itu, maka persalinan Caesar menjadi pilihan. Tanggal 23 Oktober 2011 lahirlah putra pertama yang dinantikan pasangan Sita dan Imam ini, bayi mereka sangat sehat meskipun berat badan bayinya hanya mencapai 2500 gram.

13276049331782726256

Imam sebagai ayah baru menjadi sangat bangga dan bahagia dengan kelahiran putra pertamanya ini. Oya nama anak mereka  Stevano Gracio Santoso, panggilannya Vano.  Wah kagum sekali melihat  suami Sita ini menggendong bayinya, dengan telaten ia  merawat Vano bergantian dengan istrinya. Saat kami berkunjung Vano sudah berusia 3 bulan. Ia minum ASI dan tampak sehat sekali.

1327605788728277647

Bidan Sita sangat bersyukur mempunyai suami yang begitu sabar dan setia. Imam selalu membesarkan hatinya setiapkali ia mengalami kegagalan dan kecewa saat memandang hasil test urine. Dan kini bukti kesetiaan itu telah  mendapat hadiah dan mukjizat dari Tuhan dengan kehadiran Vano yang tidak disangka -sangka dan disaat ia dan suaminya sudah mengikhlaskan semua kegagalan yang terjadi.

13276047861196367703

Pesan bidan Sita dan suaminya agar  pasangan suami istri yang hingga saat ini belum dikaruniai momongan jangan putus asa, tetap berusaha dan berdoa, jika kita ikhlas menjalani semuanya pasti Tuhan akan mendengar doa dan permohonan kita. Yang tak kalah penting adalah suami istri tetap menjaga kesehatan tubuh, mengkonsumsi makanan bergisi, menghindari rokok dan minuman beralkohol juga obat - obatan terlarang.

Suasana hati juga harus dijaga, bila hati tenang dan selalu bersyukur dalam setiap situasi maka pasti akan ada jalan terbaik dibukakan Tuhan. Suami istri tidak boleh saling menyalahkan tetapi sebaliknya harus saling mendukung dan memberi semangat, bila ada pasangan yang mengalami sakit dimotifasi agar mau berobat sampai sembuh. Semoga sharing dari keluarga Imam Santoso dan Sita ini dapat memotifasi para sahabat.

Salam hangat

Bidan Romana Tari

Foto Dokumen pribadi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 5 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 10 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tokoh ISIS Perintahkan: “Eksekusi …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pesawat Terbesar Dunia Airbus A380 Hadir …

Muhamad Kamaluddin | 7 jam lalu

Aceh dan Mimpi yang Belum Berhenti …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Untuk Pengarang Pemula yang Mabuk Gaya …

Revo Samantha | 8 jam lalu

Forever Love …

Bapake Azka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: