Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Nova Harahap

dream catcher, abdi negara

Bahayanya Rumput Fatimah Dalam Persalinan

REP | 12 December 2011 | 00:22 Dibaca: 13006   Komentar: 9   2

Siapa yang tidak kenal rumput fatimah. Rumput atau orang sering menyebutnya akar fatimah tidak asing lagi bagi ibu-ibu hamil atau orang-orang tua jaman dulu. Saya juga baru tahu wujudnya seperti apa setelah disuruh si ibu via telepon untuk merendamnya. Bukan saya loh yang mau melahirkan, tapi si kakak.

Saya yang tidak berpengalaman dalam hal salin-bersalin jadi bingung sendiri. Gimana ya bentuknya ?. Penjabaran si ibu yang cukup jelas pun masih membuat saya tidak yakin kalau akar-akaran yang ada di genggaman saya ini rumput fatimah. Agar yakin saya pun bertanya ke Gambarnya Om Google, bukan Webnya.

Sumber gambar : www.bidankita.com

Ternyata benar, tanpa sungkan lagi saya mencucinya, mengira-ngira seberapa banyak dan merendamnya dengan air panas agar langsung dibawa ke rumah sakit.

Sambil menunggu rendaman tersebut, saya membuka-buka web tentang rumput ini. Disini saya terhenyak. Menemukan artikel tentang bahaya rumput fatimah.

“Rumput fatimah atau Labisa pumila ini mengandung oksitoksin yaitu zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga dipercaya dapat mempercepat persalinan. Zat sejenis oksitoksin yang terkandung di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, rumput Fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Saking jarangnya yang punya rumput fatimah, tak sedikit ibu hamil yang bersusah payah mencari tanaman berkhasiat ini.


Namun hal ini jelas salah. Kandungan oksitosin tersebut dosisnya tidak dapat diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur. Sehingga efeknya bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.

Minum rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah, Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya dapat menimbulkan pendarahan akibat kontraksi rahim sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah dan stres otot. Kontraksi yang ditimbulkan akan sangat tinggi, tanpa ada jeda waktu istirahat. Yang sering terjadi, para ibu hamil sudah meminumnya dari rumah. Alhasil, kontraksinya benar-benar kencang. Tapi pembukaannya tidak sesuai dengan kontraksinya. Efeknya berbeda-beda, untuk ibu yang pembukaannya sudah hampir sempurna memang dapat membantu mempercepat kelahiran, namun bagi yang pembukaannya masih awal tentu tidak sesuai dengan kontraksi yang hebat tersebut. Jika tidak tahan akan kontraksi, ibu akan terus-terusan mengejan padahal pembukaan masih sedikit, sehingga besar kemungkinan rahim akan robek. Selain itu akan terjadi perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin “.

Ditambahkan juga pada artikel tersebut :

Rumput Fatimah ini hanya boleh dikonsumsi ketika sudah dekat waktu melahirkan, yakni ketika pembukaan sudah di atas 6, bukan pada saat pecahnya air ketuban. Jika Rumput Fatimah dikonsumsi sebelum pembukaan 6 akan terjadi kontraksi yang abnormal. Dan hal ini bisa jadi sangat berbahaya bagi ibu yang hendak melahirkan. Dampak terburuknya bisa terjadi robekan pada dinding rahim dan perdarahan yang hebat dan tidak bisa terhentikan.sayang sekali bukan?

Karena itu, meskipun pada beberapa kasus sangat membantu proses persalinan, sebaiknya Anda berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi rumput fatimah ini. Upayakan berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu tentang konsumsinya. Jangan heran jika banyak dokter akan melarang penggunaannya karena dikhawatirkan akan berbahaya bagi sang ibu dan buah hati”.

*Sumber : www.bidankita.com , Bahaya rumput fatimah dalam persalinan, 3 Agustus 2011

Saya jadi merinding sendiri. Untung saja si rendaman belum diantar. Toh, tanpa si Fatimah kakak saya melahirkan dengan lancar. Alhamdulillah..

Sekarang si rendaman masih terdiam di dapur, biarkan saja..

Sekian

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasar Jibama, Arena Transaksi Sekaligus …

Dhanang Dhave | | 27 November 2014 | 09:26

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 3 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 5 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 6 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Jare Wong Biyen, Jangan Diabaikan Ya… …

Er - Te - Em Woworu... | 8 jam lalu

TNI AD Mencetak Perwira Penerangan yang …

Macgyver Hadiningra... | 8 jam lalu

Tentang Rasa yang Kikuk dan Lelah …

Kayana Octora | 8 jam lalu

Berharap Mujizat untuk Timnas …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Tenggelamkan dan Bakar Kapal Asing Pencuri …

Ik2mi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: