
Ex-Staf pengajar di salah satu Madrasah Aliyah (MA) terbesar di Indonesia. Berusaha berdakwah bagi kemaslahatan umat, beriman dan bertaqwa.
Dibaca: 498
Komentar: 8
1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat
Menurut para ahli, di zaman sekarang ini banyak wanita yang terlibat pergaulan bebas. Akibatnya banyak dari wanita tersebut yang walaupun masih gadis tetapi sudah tidak perawan. Mungkin karena meramalkan dunia yang akan semakin kacau inilah, maka Rasullullah mengajarkan kaum muslim untuk menikahi gadis sedini mungkin. Saran RAsullullah SAW dapat dibaca pada hadist berikut ini:
Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah: Saat aku menikah, Rasululoh berkata kepadaku,”Golongan wanita manakah yg kau nikahi?” Aku menjawab, “Aku menikah dgn wanita yg sdh dewasa”, Rasul berkata,”Kenapa? Apakah kau tak suka gadis kecil yg bisa kau belai-belai?” Jabir juga berkata: Rasululoh berkata, “Kenapa kau tidak menikahi gadis kecil, kau nanti bisa bermain dgn dia dan dia bermain dgn kamu” Sahih Al-Bukhari Volume 7, Book 62, Number 17.
Bahkan menurut tauladdan Rasullullah, adalah akan lebih baik bagi seorang pria untuk terlebih dahulu melakukan tawar-menawar (istilahnya di zaman sekarang “booking”) dengan orang tua dari seorang wanita sejak sedini mungkin bahkan saat perempuan tersebut masih bayi. Dengan demikian, diharapkan sang pria akan dizamin mendapatkan istri yang masih perawan. Hal ini dapat dibaca pada hadist berikut:
Ibn Ishaq: Suhayli, 2.79: Dalam riwayat Yunus Ibn Ishaq dilaporkan bahwa nabi melihat bayi (Ummu’l-Fadl, ketika itu ia masih bayi dan bergeliat didepannya) dan mengatakan, “Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya.’ (ref.10, p. 311)
Muhammad melihat Um Habiba, puteri Abbas, saat ia masih fatim (masih menetek) dan ia mengatakan, “Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya.” (Musnad Ahmad, Number 25636)
Semoga bermanfaat bagi mereka yang berpikir,