Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Santa dan Santo

OPINI | 14 August 2011 | 10:21 Dibaca: 523   Komentar: 4   3

Saat mau tidur malam, baik saya atau istri selalu membiasakan untuk bercerita tentang sesuatu baik itu dongeng, fabel atau bacaan dari Alkitab. Belakangan ini saya mencoba untuk bercerita tentang 1 hal baru buat mereka, mengenalkan tokoh2 penting dan apa yang sudah mereka lakukan.

Saya memperkenalkan tokoh2 Santa dan Santo dulu kepada mereka. Selain karena mungkin lebih mudah, karena kita mempunyai bukunya dan doa2 dari Santa dan Santo ini, selain itu kita juga bisa langsung berdoa bersama sebelum membacakan cerita tentang mereka ini. Mereka juga menjadi tahu alasan kami memberi mereka nama baptis dari nama Santo dan Santa pelindung mereka pula.

Buat saya sendiri pun juga menambah pengetahuan saya tentang Santa dan Santo ini serta bisa belajar dari apa yang mereka lakukan semasa hidup mereka. Belum….saya belum membaca banyak dan berbagi banyak tentang ini kepada cici dan boy karena saya baru saja memulainya. Tapi dari beberapa yang sudah saya lakukan mereka menikmati sekali dan terjadi komunikasi yang baik antara saya dengan mereka.

“Kenapa husband dan anaknya Santa Monika tidak baik sedangkan Santa Monikanya baik sekali dan rajin berdoa??” tanya si boy dengan kritis. “Kenapa Santa Maria mendapat tempat khusus buat Jesus dan kita??” tanya cici di saat yang berbeda. “Santo Judas Tadeus bisa membantu kita meminta sesuatu yang mustahil kepada Jesus daddy??” atau juga “Kenapa kita berdoa melalui perantara Santa dan Santo dan tidak langsung ke Jesus??” pertanyaan lainnya lagi yang dilontarkan oleh mereka.

Pertanyaan2 kritis tersebut membuat saya berpikir dan bagaimana menyampaikannya kepada mereka. Maka tidak salah kami harus berdoa dulu sebelum membacanya sehingga kita mendapat penerangan dari roh kudus itu sendiri saat kita membaca dan memahaminya. Semoga dengan membiasakan mengenalkan tokoh2 yang baik, bijak dan mau menolong sesama, cici dan boy bisa mencontoh teladan dan perbuatan2 mereka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Elpiji 12 kg, Antara Kelas Menengah dan …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: