Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Santa dan Santo

OPINI | 14 August 2011 | 10:21 Dibaca: 535   Komentar: 4   3

Saat mau tidur malam, baik saya atau istri selalu membiasakan untuk bercerita tentang sesuatu baik itu dongeng, fabel atau bacaan dari Alkitab. Belakangan ini saya mencoba untuk bercerita tentang 1 hal baru buat mereka, mengenalkan tokoh2 penting dan apa yang sudah mereka lakukan.

Saya memperkenalkan tokoh2 Santa dan Santo dulu kepada mereka. Selain karena mungkin lebih mudah, karena kita mempunyai bukunya dan doa2 dari Santa dan Santo ini, selain itu kita juga bisa langsung berdoa bersama sebelum membacakan cerita tentang mereka ini. Mereka juga menjadi tahu alasan kami memberi mereka nama baptis dari nama Santo dan Santa pelindung mereka pula.

Buat saya sendiri pun juga menambah pengetahuan saya tentang Santa dan Santo ini serta bisa belajar dari apa yang mereka lakukan semasa hidup mereka. Belum….saya belum membaca banyak dan berbagi banyak tentang ini kepada cici dan boy karena saya baru saja memulainya. Tapi dari beberapa yang sudah saya lakukan mereka menikmati sekali dan terjadi komunikasi yang baik antara saya dengan mereka.

“Kenapa husband dan anaknya Santa Monika tidak baik sedangkan Santa Monikanya baik sekali dan rajin berdoa??” tanya si boy dengan kritis. “Kenapa Santa Maria mendapat tempat khusus buat Jesus dan kita??” tanya cici di saat yang berbeda. “Santo Judas Tadeus bisa membantu kita meminta sesuatu yang mustahil kepada Jesus daddy??” atau juga “Kenapa kita berdoa melalui perantara Santa dan Santo dan tidak langsung ke Jesus??” pertanyaan lainnya lagi yang dilontarkan oleh mereka.

Pertanyaan2 kritis tersebut membuat saya berpikir dan bagaimana menyampaikannya kepada mereka. Maka tidak salah kami harus berdoa dulu sebelum membacanya sehingga kita mendapat penerangan dari roh kudus itu sendiri saat kita membaca dan memahaminya. Semoga dengan membiasakan mengenalkan tokoh2 yang baik, bijak dan mau menolong sesama, cici dan boy bisa mencontoh teladan dan perbuatan2 mereka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Anak-anak Penyandang Tiga Huruf …

Rinta Wulandari | | 28 February 2015 | 18:09

Reformasi Sepak Bola Tiongkok Menuju Pentas …

Aris Heru Utomo | | 28 February 2015 | 12:05

Kenapa Harus Makan Nasi? …

Mira Marsellia | | 28 February 2015 | 14:41

Bermain Senapan, Tertembak; American Sniper …

Gaganawati | | 28 February 2015 | 17:25

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Pemrop DKI Jakarta Membeli UPS Sebelum …

Eusebius Purwadi | 13 jam lalu

Ahok dan Anggota DPRD Bersalah …

Hendra Budiman | 14 jam lalu

#SaveAhok “You Never Walk Alone” …

Dheandra Kusumah | 14 jam lalu

Strategi Ahok Masih Ampuh …

Blind Side | 15 jam lalu

Kisah Sukses Shahrini, Sheikh Siti Jenar, …

Ninoy N Karundeng | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: