Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Bidan Care

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang selengkapnya

Tuhan, Mengapa Bayiku Terlahir Cacat?

HL | 25 May 2011 | 00:43 Dibaca: 13844   Komentar: 46   14

Bayi mungil itu terbaring dalam dekapan hangat incubator. Pada tangan kirinya terpasang selang infus, sementara di dadanya melekat kabel – kabel pemantau detak jantung.Bayi itu terlahir sebelum genap sembilan bulan dalam rahim ibunya. Dengan berat badannya yang baru mencapai 2000 gram dan kondisi paru – parunya yang masih belum sempurna membuatnya harus berjuang keras untuk berupaya bernafas dengan bantuan oksigen.

Pagi itu sang ibu bersama suaminya tampak berjalan perlahan menuju ruang perawatan bayi prematur. Segumpal kerinduan pada sang bayi sejak melahirkan membuatnya berusaha berjalan tertatih ingin segera menjenguk sang buah hati. Dokter yang merawat bayi tersebut berusaha dengan perlahan menjelaskan kondisi bayi mereka dan menyampaikan bahwa pada bayi tersebut juga didapatkan tanda – tanda fisik yang mengarah pada diagnose down sindrom. Betapa sedihnya kedua suami istri itu. Mereka tak kuasa membendung airmata yang deras mengalir. Bayi yang mereka nantikan selama lima tahun pernikahan dan baru bisa hamil saat mereka berdua menjelang usia 40 tahun itu ternyata mengalami cacat bawaan selain prematur. Ayah sang bayi sangat terpukul dan tidak bisa terima keadaan tersebut. Berbagai pertanyaan dan permohonan disampaikan pada dokter agar bisa memberikan pengobatan yang dapat menyembuhkan bayi mereka agar menjadi normal terhindar dari down sindrom.

Bisa dimengerti bagaimana pedih dan kecewanya mereka. Dokter dan bidan berusaha menjelaskan dengan penuh empati. Saat ini yang dibutuhkan adalah mengatasi kondisi bayi yang belum stabil karena terlahir prematur. Butuh dukungan, penerimaan dan kasih sayang agar bayi mereka mampu bertahan melewati masa kritis.

Sahabat bidancare, peristiwa kelahiran bayi tentu saja menjadi peristiwa yang didambakan oleh keluarga. Terlebih bila sudah lama dinantikan. Namun bagaimana bila bayi yang dilahirkan tersebut dalam kondisi cacat? Siapkah kita menerima dengan tulus ikhlas dan berusaha untuk tetap mencintai sang bayi cacat ? Tak ada satupun bayi yang bisa memilih akan terlahir dalam kondisi yang bagaimana. Sebagaimana kita orangtua pun senantiasa berharap dan berdoa agar setiap kelahiran bayi sehat, normal tak kurang suatu apapun. Lalu apa yang bisa kita perbuat? Tentu saja mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Cacat bawaan pada bayi terjadi sejak  proses pertumbuhan dalam kandungan. Maka sedapat mungkin kita berupaya mencegah beberapa faktor resiko penyebab terjadinya bayi cacat. Beberapa informasi berikut ini semoga dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para suami istri yang menginginkan kehamilan tanpa cacat pada bayi.

Apa sebenarnya cacat bawaan itu ?

Beberapa literatur menyebutkan bahwa cacat bawaan merupakan suatu keadaan kelainan struktur organ tubuh bayi yang terjadi sejak pembuahan. Diagnosa tentang terjadinya cacat bawaan ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan pada saat kehamilan melalui cara pemeriksaan cairan ketuban, darah janin,ultrasonografi dsb.

Apa penyebab dari cacat bawaan pada bayi ?

Hinggá saat ini masih sukar untuk menentukan penyebab langsung dari kejadian cacat bawaan. Seringkali beberapa factor penyebab saling terkait, misalnya factor keturunan dan bebberapa penyebab lainnya . Dapat dikatakan bahwa penyebab cacat bawaan ini juga multifaktor.


Berikut ini beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya cacat bawaan pada bayi yakni :

Keturunan

Suami atau istri yang mempunyai riwayat keturunan kelainan genetik atau kromosom akan berpengaruh terhadap generasi berikutnya. Sebagai contoh bila ada riwayat keturunan dengan kelainan kromosom seperti  pada kasus down sindrom , ada kemungkinan akan ditemukan pada keturunan berikutnya. Kelainan alat kelamin seperti Hiperplasia Adrenal Kongenital juga diturunkan, yakni kelainan pada genetalia / alat kelamin bayi. Dimana sukar ditentukan jenis kelaminnya ( disebut genetalia ambigu).

Infeksi

Pada ibu hamil, kondisi kesehatan selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Ibu hamil yang mengalami infeksi misalnya Virus rubella maka bayi dapat terjadi cacat bawaan : katarak mata, gangguan pendengaran dan kelainan jantung bawaan. Sementara itru ibu hamil yang mengalami infeksi akibat toksoplasma maupun sitomegalovirus, ada kemungkinan bayi mengalami cacat bawaan ukuran kepala kecil dan otak tidak sempurna terbentuk ( mikrosefalus ), pengumpulan cairan pada rongga kepala ( hydrosefalus )gangguan pertumbuhan syaraf pusat dan sebagainya.

Gisi

Gisi dan beberapa vitamin sangat mendukung proses pembentukan organ tubuh bayi. Mulai dari sejak pembuahan terjadi zat gisi memegang peranan vital. Seperti asam folat untuk mencegah terjadinya spina bifida atau NTD, dimana saluran tabung syaraf tulang belakang tidak menutup.Beberapa zat vitamin yang penting bagi tubuh ibu hamil antara lain vitamin A, vitamin B, Vitamin D, Vitamin K, Vitamin C, yodium dan sebagainya.. Meskipun penting jumlah vitamin juga tidak boleh berlebihan. Sedapat mungkin mencukupi kebutuhan vitamin dari bahan maakanan alami.Protein juga sangat penting untuk membentuk organ tubuh janin terutama jaringan otot dan otak.

Obat dan Zat Kimia

Pengaruh obat yang mengakibatkan cacat bawaan pernah terjadi pada kasus terapi thalidomide. Disarankan ibu hamil berhati- hati mengkonsumsi obat kimia.Selama kehamilan terutama dalam trimester pertama merupakan masa yang rawan. Pada saat ini jani sedang dalam proses pembentukan organ tubuh. Bila terpaksa dalam kondisi sakit jangan lupa untuk menginformasikan keadaan kehamilan pada dokter yang merawat agar menjadi pertimbangan dalam pemberian obat maupun terapi. Ibu hamil tidak disarankan mengkonsumsi obat ataupun jamu yang tidak jelas dosisnya tanpa berkonsultasi dulu dengan bidan atau dokter. Pada kehamilan trimester pertama hindari konsumsi vitamin C berlebihan. Hindari zat makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet, pewarna buatan dan beralkohol tinggi serta nikotin. Pada beberapa kasus percobaan pengguguran kandungan dengan obat obatan dan gagal seringkali ditemukan bayi dengan kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, hypospadia / alat kelamin tidak terbentuk sempurna, kelainan kromosom kelamin ( sindrom turner )

Mekanik

Selama dalam kandungan dan pada masa pertumbuhan bayi, ada kalanya bayi mengalami penekanan dalam posisi tertentu yang mengakibatkan terjadinya malformasi atau deformitas/ kelainan bentuk organ tubuh bayi. Faktor bentuk dan ukuran rahim juga berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dalam rongga rahim.Kelainan ini juga adakalanya ditemukan pada bayi kembar dimana posisi bayi sering terjadi penekanan pada organ tubuhnya selama masa pertumbuhan. Beberapa kelainan bentuk akibat tekanan mekanik ini antara lain posisi telapak kaki yang menekuk ke arah dalam atau membengkok ke arah luar ( talipes varus, talipes valgus, clubfoot ), adakalanya juga didapatkan bentuk wajah yang tidak simetris.

Usia

Usia menjadi salah satu faktor pemicu kejadian cacat bawaan, hal ini berhubungan erat dengan mutu sel telur dan mutu sel sperma yang semakin bertambah usia maka kurang baik kualitasnya. Pada usia ibu atau ayah lebih dari 40 tahun, potensial terjadinya cacat bawaan seperti down sindrom.

Hormonal

Faktor hormonal juga memegang peranan penting terhadap proses pertumbuhan janin selama kehamilan. Beberapa hormon yang terlibat dalam fase pembentukan organ tubuh bayi ini antar lain hormon pertumbuhan, hormon tiroid, hormon steroid seks, hormon insulin dan hormon adrenal.

Pada ibu hamil dengan gangguan hormon tiroid, misalnya ibu dengan hipotiroid bayi dapat terlahir kerdil ( cretinismus ), cacat hipotiroid bawaan dengan wajah kasar, lidah besar dan menjulur keluar, down sindrom atau retardasi mental. Hormon tiroid juga berperan penting dalam pematangan tulang serta proses terbentuknya sistem syaraf pusat.

Bayi yang terlahir dari ibu diabetes pada umumnya mengalami macrosomia atau pertumbuhan badan yang berlebihan, berat badan bayi lebih dari 4000 gram, surfaktan ( lapisan paru – paru yang tidak terbentuk sempurna), gangguan pertumbuhan susunan syaraf pusat, kelainan jantung dan saluran kencing.

Radiasi

Berbagai macam bentuk radiasi berbahaya untuk ibu hamil antara lain radiasi sinar X atau sinar rontgen, radiasi nuklir . Bagi ibu hamil terutama dalam trimester pertama sedapat mungkin dihindari pemeriksaan pada daerah perut dengan sinar X. Meskipun demikian ada batasan untuk radiasi sinar X yang masih dikatakan aman bagi ibu hamil. Bila terpaksa harus dilakukan pemeriksaan dengan rontgen, sebaiknya daerah perut ibu dilindungi dengan pakaian khusus anti radiasi.

Sahabat, kehamilan yang sehat dengan bayi tanpa cacat tidak bisa dicapai dengan cara yang instan. Persiapan kehamiilan yang sehat bahkan harus dimulai sejak sebelum menikah dengan pola hidup yang sehat dan didukung dengan pemeriksaan kehamilan teratur setelah dinyatakan positif hamil.

Bila semua telah dilakukan namun bayi terlahir dengan kondisi kurang sempurna bahkan mengalami cacat bawaan, adalah tugas kita sebagai orang tua untuk menerima dengan ikhlas apa yang terjadi. Dukungan dan cinta kita pada bayi akan membuat dia bertahan hidup, memiliki rasa percaya diri..Kondisi cacat ini tentu akan berpengaruh terhadap perkembangannya kelak dikemudian hari termasuk dari segi psikologis, kesehatan dan sosial. Kita wajib memberi dukungan mental agar kelak mampu mandiri dan berpotensi dibalik kecacatan yang disandangnya.

Salam hangat dari bidancare untuk keluarga yang mencintai anak – anak yang terlahir dengan kondisi cacat fisik maupun mental.

Disarikan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2010/11/10/cegah-bayi-lahir-cacat-dengan-makanan-bergizi/

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2010/11/09/apakah-ada-pantangan-makanan-dan-minuman-bagi-ibu-hamil/

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2010/10/28/tips-persiapan-kehamilan-yang-sehat/

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2010/08/21/rahasia-dalam-tubuh-ibu-hamil/

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2010/08/17/hamil-sehat-dengan-diabetes/

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2010/07/01/mempersiapkan-kehamilan-yang-sehat/

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2010/06/04/obat-aman-untuk-ibu-menyusui/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Peternakan Nyamuk di Loka Litbang …

Nurlaila Yusuf | | 18 December 2014 | 14:47

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Seleb yang Satu Ini Sepertinya Belum Layak …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Menyoal Boleh Tidaknya Ucapkan “Selamat …

Dihar Dakir | 10 jam lalu

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 12 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: