Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Khomsin Achmad Ar-rasyd

SAYA ADALAH MAHASISWA PALING BODOH DI KELAS…. SAYA SEDANG MENCARI ISTRI… DAN SAYA WARGA KEBUMEN ASLI selengkapnya

Perilaku Durhaka Orang Tua terhadap Anak !!!

OPINI | 25 January 2011 | 16:11 Dibaca: 1667   Komentar: 0   0

Sering kali saya mendengar cerita bahwa ada anak yang durhaka terhadapa orang Tua. Lanjutnya, setelah di wisuda menjadi anak durhaka, orang tua dengan entengnya memberi gelar tambahan “KUTUKAN” kayak kisah Malin Kundang. Nah lho, semakin parah nih anak… Sebagai rasa berontak dari saya untuk membela si anak ‘durhaka’, menurut saya tidak adil bila hanya anak saja yang pantas mendapat gelar anak “DURHAKA”.

Maka dari itu, SAYA KHOMSIN ACHMAD mewakili Asosiasi Anak Durhaka (AAD) menyatakan bahwa “ORANG TUA JUGA BISA MENJADI ORANG TUA DURHAKA TERHADAP ANAK”. Nah lho,,, lalu pertanyaan dari orang tua durhaka begini :
“Heh, mas khomsin anak durhaka! Apa alasan anda mengatakan bahwa orang tua juga bisa DURHAKA TERHADAP ANAK”
Haha, sabar bro !
Begini nech alasan ente. Berdasarkan pengamatan dari tim yang didirikan oleh AAD, tim ini menemukan bahwa dari tahun ke tahun perilaku orang tua terhadap anak-anaknya makin menjadi atau KETERLALUAN. Agar lebih jelasnya akan saya uraikan beberapa temuan nyata dilapangan perilaku orang tua durhaka terhadap anak. Diantaranya!

1. Orang Tua yang Salah Memilih Calon Bapak/Ibu buat Anaknya.
Kebanyakan para janda dan duda setelah lama berpisah dari pasangannya (ditinggal MATI/CERAI) pastinya menginginkan pendamping lagi, kalo bisa sih yang ranum-ranum (haha) ya toch??. Nah, di sini. . . Akar dari permasalahan kenapa banyak anak masuk korban dalam KDRT. Karena orang tua tidak selektif memilihkan calon ibu atau bapak. Maka dari itu saya mewakili anak durhaka, dimohon untuk para orang tua agar tidak asal-asalan memungut calon bapak/ibu di pinggir jalan dan juga mungkin di tempat sampah agar kami tidak tersiksa.

2. Memaksakan kehendak tanpa persetujuan dari anak.
Waduh ??? Parah nich orang tua !!! Inilah penyebab banyak anak bunuh diri dan stres akibat di paksa menjalani sesuatu yang bukan keinginan anak. Misalnya saya pengen jadi PENGEMIS sehingga tidak perlu kuliah, saya dipaksa kuliah di kedokteran. Saya pun ingin berontak, tapi apalah daya ! Stres menahun didapatkan.

3. Memperbudak dan Menjual anak!
Biasanya perilaku ini dilakukan oleh orang tua yang malas. Mereka ini rela menjual anaknya demi keuntungan yang tidak seberapa. Misalnya, menukarkan anaknya dengan 1 ons cabe kriting. Padahal, bila anaknya itu dijual di lokalisasi pastinya orang tua akan mendapatkan untung yang lebih. Anda berminat? Silahkan. . . .

4. Membuang anak!
Kebiasaan ini sering dilakukan oleh orang tua hasil hubungan gelap. Mereka tega membuang anaknya di tempat sampah, di bawah jembatan. Eh, akhirnya kepergok pula oleh warga. Apa mereka tidak kasihan terhadap jerih payahnya ketika membuat anak?? Apa tidak ada yang lebih manusiawi dari membuang anak? Misalnya, dengan membakarnya atau mencincang untuk di buat rica-rica anak.

5. Mengobral Kutukan !!!
Kesalahan terbesar yang dilakukan orang tua. Banyak orang tua dengan entengnya mengutuk anaknya menjadi ulama, presiden, koruptor, pengemis, dll.

Itulah beberapa dari hasil pengamatan saya selama menjadi anak. Mungkin diantara ORANG TUA YANG DURHAKA TERHADAP ANAKNYA ingin menambahkan perilaku durhakanya!
Silahkan. . . . .

Semoga Bermanfaat!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 8 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 9 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 10 jam lalu

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Dilema Pinjam-Meminjam Buku …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Waspada, Ancaman Katup Jantung Bocor pada …

Yuni Astuti | 8 jam lalu

United Kalah, Wujud Kerinduan Hairdryer …

Aristo Setiawan | 8 jam lalu

Kolaborasi Rasa …

Puji Anto | 8 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: