Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Bidan Care

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang selengkapnya

Mencegah Bayi Lahir Prematur

OPINI | 18 January 2011 | 01:38 Dibaca: 6397   Komentar: 3   1

Idealnya sebuah kehamilan berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih 42 minggu. Namun demikian karena sebab – sebab tertentu tanpa diduga sang bayi  lahir lebih cepat dari perkiraan dan bahkan pada saat bayi belum dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan di luar rahim . Lalu apa yang harus dilakukan ya agar ibu hamil tidak melahirkan bayi prematur ?

Perlu diketahui dulu apa sih yang dimaksud dengan kelahiran prematur adalah suatu keadaan dimana sang bayi terlahir sebelum memasuki usia kehamilan  37 minggu.

Bisa tidak sih kelahiran prematur dicegah?

Tentu saja bisa, ada beberapa upaya untuk mengantisipasi kelahiran prematur ini.

Tapi sebaiknya kita juga tahu, ibu hamil yang termasuk kelompok beresiko melahirkan  prematur antara lain sebagai berikut :

1. Ibu hamil perokok, peminum atau pecandu alkohol

2. Ibu hamil  dengan gisi yang buruk

3. Mengalami  infeksi selama kehamilan  seperti rubella, toksoplasma dsb

4. Ketidak seimbangan hormon yang mendukung kelangsungan proses kehamilan

5.Leher rahim yang lemah ( incontinentia serviks )

6.Ibu hamil yang  mengalami tekanan mental atau stres selama kehamilan , kekerasan fisik dsb

8. Kondisi kelainan ari – ari

9.Ibu yang mengalami hamil kembar

10. Jarak kehamilan terlalu dekat

11.Ibu hamil dengan penyakit berat selama kehamilan

12. Usia ibu kurang dari 17 tahun dan lebih dari 35 tahun

13. Ibu hamil yang pernah melahirkan  bayi  prematur

dan masih banyak lagi sebab yang lain.

Sahabat,  sekarang kita sudah tahu beberapa faktor resiko ibu hamil yang berpotensi  melahirkan  bayi  prematur

Wah ternyata ada banyak sekali ya yang termasuk kelompok ibu hamil  beresiko melahirkan bayi  prematur. Kalau begitu perlu tahu donk apa saja tips – tips maupun upaya yang bisa kita lakukan sebagai ibu hamil untuk mencegah kelahiran prematur tersebut.

Berikut ini adalah langkah – langkah pencegahan yang bisa kita lakukan yakni :

1. Pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan teratur  pada tenaga kesehatan baik  pada bidan  maupun dokter.

2.Mengobati sejak dini penyakit yang bisa menjadi faktor resiko kelahiran prematur, dan bila sudah hamil dengan kondisi penyakit berat sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan

3.Hindari perjalanan jauh yang dapat menimbulkan kelelahan fisik dan ketegangan mental. Jika terpaksa harus mengadakan perjalanan jauh konsultasikan dulu keadaan kehamilan pada  bidan  atau dokter.

4.Jangan mengkonsumsi obat – obatan secara bebas  tanpa seijin  bidan  maupun dokter selama kehamilan berlangsung

5.Bila bekerja dengan posisi berdiri sebaiknya tidak lebih dari 6 jam, beri kesempatan untuk duduk atau berbaring miring kiri sejenak minimal 15 menit  agar peredaran darah ibu ke janin dalam kandungan  lancar kembali dan ibu tidak mengalami kelelahan

6.Perawatan kebersihan diri dan pencegahan infeksi  selama kehamilan

8 Perencanaan kehamilan yang sehat sesuai dengan kurun waktu reproduksi yang dianjurkan antara 20 tahun sampai 34 tahun.

9. Pengaturan jarak kehamilan dengan KB .

10. Pemenuhan kebutuhan gisi yang sehat dan seimbang selama proses kehamilan berlangsung.

Demikian tadi sedikit informasi untuk para sahabat, tentang pencegahan kelahiran prematur.

salam hangat

Bidan Romana Tari

semoga informasi kesehatan  ini bermanfaat bagi sahabatku semua

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 9 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 14 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 14 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

remaja generasi yang harus di selamatkan …

Azim Marzuki | 8 jam lalu

Cinta Tulus Seorang Perempuan Pujaan …

Ahsani Fatchur Rahm... | 8 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Tridinamika Sukses Meraih Sertifikasi ISO …

Tridinamika News | 8 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: