Artikel

Ibu Dan Anak

Widianto.h Didiet

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Seorang pecinta seni yang mencari makan dari dunia kreatif, suka jalan jalan selama tidak menyusahkan dan tentunya sangat menikmati Wisata Kuliner sebagai kebutuhan wajib yang tidak bisa ditinggalkan. Aktif di dunia fotografi sebagai praktisi, hobby dan sekaligus pengisi pundi pundi. .... http://www.distriXphoto.com

Bermain ke Dokter Anak


HL | 03 December 2010 | 02:41 Dibaca: 1444   Komentar: 59   5 dari 8 Kompasianer menilai Bermanfaat

Dokter Anak adalah dokter yang akan paling sering ditemui jika kita mempunyai anak. Aku yang tadinya sangat amat takut dengan yang namanya dokter, mau nggak mau harus berdamai dengan dokter ketika mempunyai seorang anak.

Kali ini aku akan bercerita pengalaman mengantar anakku, Nana ke dokter anak di Kemang Medical Care, rumah sakit ibu & anak di dekat rumahku…

Ceritanya dalam bentuk liputan foto ya :)

 

12913180631474569805

Awalnya nana ditimbang berat badannya.

 

 

1291318090863774014

Berat Badan Nana 10.040 kg.. ndut :P

 

 

129131846271524994

Terus Diukur tinggi badan

 

 

1291318484114625637

Tuh Lihat, 70cm

 

 

12913185021555196824

Diukur suhu tubuh oleh suster cantik

 

 

1291318536689497550

Abis itu nunggu giliran masuk, nana main

 

 

12913185622128882368

mainan banyak disini.. Nana senang sekali

 

 

129131859235911800

seriusnya anakku..

 

 

129131861676963497

Nah akhirnya dipanggil masuk, ini nama dokternya

 

 

1291318637181494168

Dokter Kiki sebelumnya mengajak Nana bercanda biar gak takut

 

 

12913186832014691559

Baru setelah itu memeriksa Nana dengan cermat dan cepat

 

 

1291318710581805772

dilihat tenggorokannya.. ayo Nana bilang

 

 

12913187371074742213

Setelah itu nana dinyatakan sehat dan berpose bersama dokter Kiki

 

Buat rekan Kompasianer, sedikit saran saya buat memilih dokter anak;

  1. Pilihlah dokter yang enak diajak ngobrol dan bisa menjawab pertanyaan kita tentang perawatan dan penyakit anak
  2.  

  3. Pilihlah dokter yang tidak mudah memberi obat pada anak. Pemberian obat hanya diperlukan jika anak kita benar-benar dalam kondisi tidak dapat melawan penyakitnya.
  4.  

  5. Pilihlah dokter yang memperhatikan perkembangan anak kita. Bisa dilihat dari caranya memperhatikan anak kita, dokter yang baik akan memandang anak kita dengan detail terutama pada saat pertama anak kita bertemu dengannya. Fungsinya agar dokter dapat mengetahui karakter dan fisik anak.
  6.  

  7. Pilihlah dokter yang mudah dihubungi, seperti misalnya memberi kontak pribadi pada kita. Hal ini memudahkan kita dalam bertanya bila terjadi apa-apa pada anak
  8.  

  9. Pilihlah dokter yang bisa menjelaskan secara logika tentang penyakit anak kita. Bukan dokter yang pelit bicara ataupun hanya menulis resep tanpa menjelaskan fungsi dari obat yang diberikan.
  10.  

  11. Pilihlah dokter yang “harganya” sesuai dengan kantong kita, jangan karena dokternya mahal membuat kita jadi pelit ke dokter. Bantuan dokter dalam memantau perkembangan anak sangat diperlukan. Apalagi untuk balita yang belum bisa menjelaskan pada kita sakitnya apa.
  12.  

  13. Pilihlah dokter yang fotogenic dan enak buat difoto, agar dokumentasi anak kita bisa bagus dan komplit. Kalau dokternya gak mau difoto kan kita gak punya dokumentasi anak kita ke dokter.. .
  14.  

 

Semoga berguna buat rekan Kompasianer

Jabat Erat!

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: