Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Bidan Care

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang selengkapnya

Kehamilan dengan Penyakit Jantung

OPINI | 08 November 2010 | 14:57 Dibaca: 3662   Komentar: 16   3

Kehamilan dengan penyakit jantung termasuk dalam kategori beresiko tinggi karena membahayakan keselamatan jiwa ibu hamil. Berdasarkan berat ringannya penyakit jantung digolongkan dalam beberapa tingkatan. Bahkan ada ibu yang tidak boleh hamil pada keadaan dimana jantungnya mengalami kegagalan fungsi yang berat misalnya pada kasus Myocard Infark Acut, Hipertensi Pulmonal , Sindrom Marfan, Sindrom Eisenmenger .

Pada kasus kehamilan  dengan penyakit jantung harus di bawah pengawasan seorang dokter kandungan dan  dokter spesialis penyakit jantung. Ibu yang mempunyai riwayat penyakit jantung dan mengalami kehamilan, berakibat memperberat beban kerja jantung. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan antenatal ( pemeriksaan dan pemantauan kesehatan ibu  hamil  secara teratur. Selain pemeriksaan kehamilan juga dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang antara lain ECG ( Elektro Cardio Grafi ),Echocardiografi pada ibu dan USG kandungan( Ultra Sono Grafi) juga NST ( Non Stress Test ). Tujuan pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan jantung ibu dan keadaan bayi . Selama hamil pemeriksaan darah juga dilakukan secara berkala.

Bagi ibu hamil  dengan penyakit jantung, beberapa penyakit seperti anemia, infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kencing yang berakibat kegagalan fungsi ginjal dan kenaikan tekanan darah sedapat mungkin dihindari. Hal ini bertujuan agar tidak memperberat kondisi kehamilan dengan penyakit jantung dan menghindari komplikasi yang kemungkinan terjadi.

Bagaimana beban kerja jantung ketika hamil ?

Dalam kondisi tidak hamil, penyakit jantung itu sendiri sudah mengalami permasalahan dalam memompakan darah ke seluruh tubuh. Terlebih pada saat hamil. Pada saat hamil mulai minggu ke enam volume darah ibu semakin meningkat sampai dengan 50 % karena proses pengenceran darah. Aliran darah akan lebih banyak dipompakan ke peredaran darah rahim melalui  ari – ari untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin.

Apa akibat penyakit jantung pada ibu hamil terhadap janin dalam kandungan?

Akibat penyakit jantung dalam kehamilan, terjadi peningkatan denyut jantung pada ibu hamil  dan semakin lama jantung akan mengalami kelelahan. Akhirnya pengiriman oksigen dan zat makanan dari ibu ke janin melalui ari – ari menjadi terganggu dan jumlah oksigen yang diterima janin semakin  lama akan berkurang. Janin  mengalami gangguan pertumbuhan  serta  kekurangan oksigen. Sebagai akibat lanjut ibu hamil berpotensi mengalami keguguran dan kelahiran prematur ( kelahiran sebelum cukup bulan ). Terutama bila selama kehamilannya sang ibu tidak mendapat penanganan pemeriksaan kehamilan  dan pengobatan dengan tepat.

Apa yang harus saya lakukan ketika hamil dengan keadaan sakit jantung?

Jika seorang ibu hamil menderita penyakit jantung, selain ibu hamil  harus berada dalam pengawasan seorang dokter, sebaiknya memperhatikan beberapa saran berikut ini :

  1. Berusaha untuk relaksasi dan selalu berpikir positif agar jantung tetap memompa darah dengan lancar ke seluruh tubuh dan ke ari - ari janin.
  2. Istirahat yang cukup , delapan jam pada malam hari satu atau dua jam siang hari. Posisi tidur sebaiknya miring ke salah satu sisi tubuh agar peredaran darah dari ibu ke janin lancar.
  3. Hindari aktifitas yang melelahkan agar jantung tidak bertambah berat beban kerjanya.
  4. Belajarlah untuk latihan pernafasan dengan benar. Hal ini penting sebagai proses adaptasi tubuh terhadap pembesaran perut yang semakin mendesak rongga dada ( diafragma ). Dalam keadaan normal tanpa kelainan jantungpun kadang beberapa ibu hamil juga mengeluh agak sesak nafas akibat semakin membesarnya rahim. Perhatikan setiap perubahan atau keluhan yang terasa lebih berat dari biasanya, misalnya sesak nafas, nyeri dada atau dada berdebar-debar lebih cepat, pusing dan mudah pingsan. Dalam keadaan seperti ini segera periksa ke dokter.
  5. Teratur minum obat jantung yang diresepkan dokter dan diimbangi dengan diet khusus penderita jantung
  6. Menjaga agar tidak mengalami infeksi saluran pernafasan
  7. Minum  suplemen zat besi  secara teratur sesuai anjuran  bidan atau dokter untuk mencegah anemia selama kehamilan berlangsung. Mengkonsumsi makanan bergisi terutama yang mengandung zat besi dan asam folat. Yakni sayur mayur berwarna hijau gelap.
  8. Menghindari minuman berkafein ( kopi ) dan minuman beralkohol
  9. Menghindari nikotin ( rokok )
  10. Menjaga kebersihan diri selama hamil, terutama kebersihan alat kelamin agar tidak terjadi infeksi saluran kencing.
  11. Kontrol  kehamilan sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter kandungan, bidan  maupun dokter spesialis penyakit jantung yang menangani kehamilan

Salam hangat , Bidan Romana Tari


Tags: "freez"

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: