Back to Kompasiana
Artikel

Ibu Dan Anak

Evanda

Seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar membenahi diri. Ibu dari 4 orang anak, yang selengkapnya

Jari Tengah

OPINI | 22 September 2010 | 12:53 Dibaca: 280   Komentar: 0   1

children
Hari ini saya mendapat teguran keras dari seseorang lantaran saya memajang foto anak anak yang salah satunya bergaya satu jari tengah menunjuk ke depan. Jujur saya tidak memperhatikan itu sebelum di tegur. Teguran keras itu cukup membuat saya shock, karena terkesan menuduh, entah tuduhan bahwa anak saya liar, saya yang kurang memberikan didikan etika kepada anak saya, atau apalah yang intinya saya salah mengasuh mereka. Ya memang itu hanya kesan yang saya dapat, namun cukup untuk membuat saya merenungkan, salah siapakah ini.

Lalu saya membuka file foto anak saya itu, anak lelaki berusia 7 tahun , dan yang saya dapati adalah gaya seorang anak dengan berbagai gaya heroik seperti tokoh hero pujaannya. Entah bergaya ultraman dengan posisi tangan mengepal, atau bergaya naruto dengan tangan didepan dan ancang ancang kaki , atau bergaya tangan mengepal atau jari membentuk gaya “metal” , atau jari yang menunjuk … Nah untuk pose jari yang menunjuk, saya temui tidak hanya jari tengah saja, tapi berbagai pose dengan menampangkan jari yang berbeda, terkadang jempol, telunjuk, tengah, kelingking, namun yang jarang emang jari manis, karena agak susah membuatnya bergaya, padahal namanya sudah manis ya….

Ada suatu kelegaan di hati saya, bahwa artinya anak saya tiada bermaksud buruk dengan gaya nya itu. Dia hanya bergaya sesuai keinginannya, sesuai pose yang dia nyaman saat itu. Lalu salah siapa yang menyangka bahwa itu adalah tindakan asusila , mengacungkan jari tengah, dilakukan oleh anak 7 tahun ?  Salah saya kah ? anak brutalkah ?

Siapa yang menjadikan tanda  bahwa kalau menunjuk jari tengah adalah ungkapan kasar dan kotor ? siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari jempol artinya mantap ?

siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari telunjuk  artinya menunjuk ?

siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari kelingking  artinya berbaikan ?

Ya itu hanyalah tanda yang diciptakan karena kebiasaan. Lalu apakah setiap anak kecil mengerti akan maksud semua istilah itu ?

Lalu saya  bertanya kepada anaksaya  itu, dengan kelembutan yang sebisa mungkin saya coba berikan. Saya tanyakan, kenapa gayanya kok seperti jagoan, dan dengan kepolosan dia hanya berkata , ya kan keren bu .. Lalu saya tanya, kenapa menunjuk pake telunjuk, dan dia menjawab ‘kan aku keren’  ….

Lalu saya coba alihkan kepada pose jari tengah yang mengacung tersebut, ‘kenapa menunjuknya pakai model ini ? ‘  dan dia hanya menjawab ‘ ya kayak jagoan2 aja bu, keren banget , jadi macho’

See ? tidak ada maksud lain dari dirinya kecuali bergaya dan bergaya .. Namun kita sebagai orang dewasa yang sudah mengerti seakan menjudge bahwa moral anak anak kita sudah bejat… Salah siapa ?

Lalu jika saya harus meluruskannya, saya harus bilang apa , jika dia bertanya kenapa jari tengah tidak boleh di acungkan , sementara semua jari mempunyai hak yang sama untuk di tonjolkan ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 14 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 9 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 9 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 9 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: