

Ribut-ribut soal moralitas dan hal-hal tabu urusan privat seseorang telah membutakan mata kita semua terhadap keadaan di sekeliling. Seorang perempuan penumpang Pelni dari Jakarta menuju Kupang bernama Evi Yuliani (24 tahun) beralamat di Kupang, NTT seperti diberitakan Harian Tribun-Timur saat ini terlantar di RS Jala Ammari milik TNI Angkatan Laut.
Evi Yuliani masih ‘dirawat’ di Ruang Nipas pada RS milik tentara tersebut setelah melahirkan secara caesar, namun bayinya tidak tertolong karena telat ditangani. Setelah kehilangan bayi-nya, perempuan malang ini juga kehilangan kebebasannya karena masih disandera oleh pihak rumah sakit yang biaya operasionalnya diambil dari uang negara dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat tersebut.
Tidak ada yang peduli dan mau bertanggung jawab, termasuk PT. Pelni. Besar kemungkinan Evi mengalami kontraksi saat masih berada di kapal milik Pelni tersebut dan setelah kapal merapat, dia segera dilarikan ke RS TNI AL tersebut karena berada paling dekat dari Pelabuhan Makassar.
Untuk kasus-kasus penyanderaan pasien seperti ini, ternyata bukan cuma RS swasta yang berlaku biadab dan kapitalis dengan mengutamakan biaya perawatan dan mengabaikan sisi kemanusiaan, tapi rumah sakit militer yang dibiayai negara pun menggunakan cara-cara sandera seperti itu.
Masih adakah rasa malu bagi kita, bagi Wapres Boediono yang juga mengomentari video (mirip) artis, dan terkhusus bagi Menteri Kesehatan & juga Panglima TNI.
Tags: kontenseksonline
syukur-syukur kalo tidak disandera di bawah todongan bedil
+1
-1

terhdp berita2 sensasional sptnya lebih cepat tanggap… duh malangnya ibu tsb,.. ![]()
+1
-1
bu menterinya, mana ya ?? sibuk ngurusin jual-beli virus
+1
-1

bukannya layanan kesehatan di makassar bahkan disulsel gratis?
( rasanya pak wali dan pak gub mengatakan begitu, mas rahmat latief gimana dong? )
+1
-1
gratisnya masih sebatas slogan, dengan berbagai pembatasan termasuk bahwa pasien harus penduduk makassar/sulsel, nah Mba Evi ini kebetulan warga NTT. Tidak dicover oleh pelayanan kesehatan gratis Sulsel sementara jika ia pemegang kartu Jamkesmas pun, Bu Menkes Endang sudah menghentikan pelayanan jamkesmas krn dananya mo disetorkan ke Askes.
+1
-1

Ahhh…negeri apa ini..?..aku boleh menagis mas Fadli..?
+1
-1
negeri yang kehilangan jati diri, tepo seliro dan keramahtamahan
+1
-1

hussttt…pemimpin kita lagi sibuk nonton video mesum itu kali dan urusin dana aspirasi…
+1
-1

Orang Miskin Dilarang Sakit…., dilarang masuk Rumah sakit, dilarang dilayani dengan manusiawi..
+1
-1

waduh… jahat banget… ayo lah kita jadi orang kaya… supaya bisa menolong mereka…. nungguin pemerintah seh kapan tindakkannya… keburu ganti presiden juga pasti masih gini2 aja…
+1
-1
Ibu Menkes lagi sibuk casting untuk sinetron….
http://nasional.vivanews.com/news/read/156288-bu_menkes_akan_main_sinetron?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Pak presiden tetap sibuk dengan pencitraannya karena dituduh ide 15 M untuk anggota DPR itu dari pemikirannya
+1
-1

Duh koq bisa begitu ya….. kadang pemerintah kurang merespon hal2 spt ini…. ![]()
+1
-1
emang susah kalo karakter birokratnya mengikuti asumsi pasar…. he he he
+1
-1

terselip kabar yang juga tak mengenakan hati. yang indah terlihat memuakakkan. yang jelata terlihat merana. ada simpul apa yang bisa diikat?
+1
-1
semuanya karena pencitraan he he, Salam Mas
+1
-1
ya sangat tega,… potret militer yang memerangi warganya sendiri
+1
-1

Dari gubug sampai istana lebih suka bicara palestine dan Luna Ariel. Terima mas Fadli, berkat anda kami tahu ada kejadian ini. Salam kenal semua
+1
-1

negara kita memang aneh lha masalah video sex aj seorang pemimpin bangsa
harus angkat bicara. masih banyak kasus kemanusiaan di negeri kita yang harus harus dibahas dan dicari jalan penyelesainnya.
+1
-1

Memang jenuh dengan pemberitaan Video sex itu, dan hampir semua masyarakat bicara soal itu. Coba tengok sedikit kasus ibu ini……, memang betul bang Fadli…ini benar2 memalukan .
+1
-1
sangat memalukan Mba, apalagi terjadi di rumah sakit milik tentara yang harusnya melindungi rakyatnya
+1
-1

kesehatan menjadi sesuatu yg mahal……oh negeri ku……
+1
-1
kemahalan itu menjadi relatif, tergantung sistem yang dibangun di negeri ini. Di Kuba dan Venezuela tidak begitu kok, bung…
+1
-1

Semoga diberi ketabahan kepada sang ibu, karena sudah kehilangan belahan jiwanya…
Sedih nian pak…
+1
-1

Yang telanjang yang lebih memalukan, mas Fadli .
Salam
+1
-1

iya…betul
Silahkan kunjungi web kami tentang pendidikan :
http://www.unand.ac.id/arsipua
http://www.unand.ac.id/arsipua/sc
http://www.unand.ac.id/arsipua/pnl
http://www.unand.ac.id/arsipua/abstrak
+1
-1

Rasa manusiawinya sudah hilang …… itulah zaman tidak bisa diterka, tabah yach Evi ….. saya doakan ada jalan keluar yang terbaik …….
+1
-1

Jadi ingat ayah saya yg kena stroke mendadak harus dioperasi hari itu juga, dan sy harus sediakan uang 30 juta detik itu juga. tanpa uang mereka tidak mengambil tindakan apa-apa.
saya tidak tahu apa itu terjadi dirumah sakit itu saja apa tempat lain juga punya policy yg sama. mereka beralasan banyak yg kabur, walau sebelumnya saya sudah bayar 7 juta untuk ugd tetap aja tidak akan diambil tindakan sebelum diberi 30 juta lagi untuk operasi.
+1
-1
Guest User