Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Santet Banten Bukan Sekedar Isu: Mengukur Keampuhan Santet

REP | 11 October 2013 | 21:01 Dibaca: 1813   Komentar: 6   6

Santet dari Banten bukan sekedar isu. Di wilayah Malimping, Banten, seorang lelaki asing (dari luar daerah Banten) bila coba-coba mengecewakan asmara perempuan di sana bisa jadi menerima akibat yang berat: muntah darah atau modar dalam waktu dekat.

Namun, itu semua lagi-lagi bisa dimasukkan dalam  klasifikasi isu tak berdasar bagi orang yang tidak percaya terhadap hal mistis dari Banten. Tapi, baiklah kita telisik apa yang menjadi pengakuan “korban” santet Banten seperti yang dialami oleh Marissa Haque: lingkungan keluarganya menjadi gerah dan panas saat pernah menjadi calon Gubernur di Propinsi Banten.

Siapa yang suka melakukan santet? Mereka adalah orang yang memuja kekuasaan dan harta melebihi kecintaannya terhadap Allah. Bila mereka mempunyai gelar keagamaan, maka itu semua cuma kedok. Salah seorang praktisi dunia pengobatan alternatif, Hary Widianto mengatakan, isu soal santet yang akan ditujukan ke KPK bukanlah isapan jempol aau sekedar pengalihan isu. Namun, itu benar-benar bisa ada dan terjadi. Bukankah di antara kehidupan nyata ini ada kehidupan di luar nyata. Bukan semata maya yang dipakai buat berkomunikasi seperti internet dan lainnya, namun dunia maya yang sering ditampilkan dalam bentuk pocong, setan, jin dan begundal lainnya dimana semuanya mampu menghasilkan pundi-pundi keuntungan dalam dunia bisnis hiburan.

Hary mengatakan ia akan berdiri paling depan bersama para ulama yang menentang adanya praktik santet di KPK dan MK yang dilakukan oleh orang-orang yang kerdil. Ia akan mengerahkan seluruh kemampuannya demi membantu KPK untuk membongkas mafia peradilan yang sudah masuk ke jantung MK. Menurut lelaki asal Pasuruan ini, KPK hendaknya menjadikan moment terbongkarnya suap dari Pilkada Lebak, Banten untuk membongkar keseluruhan praktik korupsi yang terjadi di tingkat elit Propinsi Banten.Tersangka dan saksi kasus itu melibatkan nama-nama Akil Mochtar,Wawan,Atut dan lainnya.

Santet  adalah sebuah tindakan keji dan pengecut yang  dilakukan seseorang, baik secara sendiri  maupun bersama-sama demi mencelakakan orang lain. Baik atas inisiatif diri sendiri maupun pesanan orang lain demi mencelakakan orang lain. Pengertiannya bukan semata merusak fisik dan non fisik orang lain, namun juga mampu  membuat suasana lingkungan yang dituju menjadi kacau balau. Dengan santet terhadap KPK maka bisa jadi akan membuat melemahnya aktivitas atau kinerja KPK dalam melakukan kinerjanya. Ini luar biasa dampaknya.

Siapa saja yang sanggup melakukan santet? Mereka adalah mitra setan yang setia. Mereka menghamba dirinya pada setan dan jin. Semoga dengan kesiapan Hary dalam membantu KPK akan tetap membuat semangat KPK dalam memberantas korupsi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

UU di Jadikan Pajangan …

Nurma Syaidah | 7 jam lalu

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: