Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Pijar Bangsa

Pusat Informasi dan Konsultasi Spiritual

Rajah Badan Khusus

REP | 06 September 2013 | 12:50 Dibaca: 557   Komentar: 8   1

Rajah Badan merupakan proses memasukkan kekuatan Metafisika dan Spiritual kedalam tubuh dengan kemampuan Ilmu Hikmah, Ilmu Rahasia Huruf dan Ilmu Pengendalian Khodam Sehingga terbentuk suatu metode yang disebut dengan Rajah Badan. Metode Rajah Badan yang baik dan benar dapat digunakan untuk beragam Pengisian Ilmu Hikmah ataupun Ilmu Khodam.

Rajah Badan sendiri umumnya dilakukan oleh Para Pemuka Agama di zaman dahulu untuk memberikan kekuatan kepada para Pejuang Republik Indonesia dalam melawan penjajah.

Rajah Badan hanya dapaat dilakukan oleh Ahlimya yang telah mendapatkan izin untuk menggunakan kedua keilmuan tersebut. Pada zaman sekarang kedua keilmuan tersebut sudah sangat teramat langka, dan sangat sulit ditemukan Ahli yang memiliki tataran tinggi dalam Ilmu Hikmah dan Ilmu Pengendalian Khodam.

Di Pijar Bangsa dengan izin dari Para Silsilah dari Guru-guru kami dapat menurunkan keilmuan dengan teknik Pengisian Keilmuan Hikmah dan Khodam dengan Rajah Badan.

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari Rajah Badan :

1. Keselamatan Mutlak terhadap bahaya fisik dan nonfisik, senjata tajam ataupun senjata api, Binatang buas, Bahaya perjalanan, Pukulan amarah ataupun tanpa amarah.

2. Daya pesona meningkat bahkan kekuatannya dapat ditunjukan kepada orang banyak maupun pribadi, meningkatkan kepercayaan diri, dan lebih terlihat berwibawa dihadapan orang lain.

3. Kerezekian akan semakin bertambah dan mudah mengalir kedalam usaha/pekerjaan kita. Sehingga akan memberikan efek yang bagus untuk Kesejahteraan dan Kebahagiaan didalam keluarga.

Temukan manfaat Dahsyatnya Pengisian Keilmuan Rajah Badan dan buktikan segera untuk menyelesaikan segala macam masalah yang ada dalam hidup kita.

Sekian Penjelasan mengenai Rajah Badan ini, sumber diambil dari http://www.pijarbangsa.com/2010/04/rajah-badan.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi ala Kaki Lima …

Susy Haryawan | 10 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 11 jam lalu

Gagal Paham (Pejabat) Kemendikbud dalam PR …

Antowi | 12 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ka eM Pe …

Pak De Sakimun | 7 jam lalu

Hubungan Asmaraku dengan Ibu Kost (Bagian 6) …

Ervipi | 7 jam lalu

Life Begins at Forty …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Sore yang Cantik di Pelabuhan Kuno Gresik …

Mawan Sidarta | 7 jam lalu

Tak Ada Tulang Rusuk yang Tertukar …

Siti Nur Rohmah | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: