Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Ajib Mustajib

“Kita semua sangat istimewa, makhluk yang kuat dan tak terhingga dengan potensi yang tak terbatas selengkapnya

Meningkatkan Kecerdasan (IQ)

REP | 14 June 2013 | 20:18 Dibaca: 777   Komentar: 1   0

Dalam dunia yang kompetitif dan global saat ini banyak orang dapat melakukan pekerjaan seperti yang Anda lakukan, oleh karena itu, Anda harus punya cara kusus agar menjadi berbeda di sekolah, universitas atau pekerjaan. Salah satu cara untuk membedakan diri dari orang lain adalah melalui peningkatan kecerdasan Anda. Bayangkan apa yang dapat Anda lakukan dengan IQ yang lebih tinggi: mendapatkan nilai yang lebih baik, pergi ke universitas yang lebih baik, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dipromosikan lebih cepat, dll Dalam artikel ini, saya ingin mengajarkan Anda cara mudah untuk meningkatkan kecerdasan Anda ke dalam stratosfer, menggunakan suara khusus yang disebut degan terapi gelombang otak.

Pertama, saya ingin memulai dengan menjelaskan bahwa seseorang dapat meningkatkan kecerdasannya. Hal ini karena (menurut pendapat saya dan juga pendapat yang lebih kuat dari para ahli) bahwa kemampuan kognitif tidak statis. Skor pada tes IQ dapat berfluktuasi berdasarkan pada berbagai faktor: kesehatan umum, tingkat stres, kecemasan, kondisi seperti ADD atau ADHD, keteraturan tidur, dll. Bahkan lebih dari itu, banyak studi terbaru menunjukkan bahwa IQ dapat ditingkatkan secara signifikan dengan cara tertentu.

Ok, jika kecerdasan bisa ditingkatkan, lalu cara yang bagaimana yang bisa Anda lakukan? Disini saya akan menjelaskan dengan kemampuan terapi gelombang otak dalam meningkatkan kecerdasan Anda.

Para ahli telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa dalam otak kita ada aliran listrik yang berfluktuasi. Karena aliran listrik ini berfluktuasi, amak membentuk semacam gelombang.

Nah, para ahli membedakan gelombang otak ini menjadi delta, theta, alpha, beta dan gamma. Ini adalah pembagian secara dasar, engan artian masih ada banyak jenis gelombang lai yang lebih spesifik yang mendapat perhatian kusus dari para ahli.

Dengan memanfaatkan teknologi digital sekarang ini, pola gelombang otak tersebut dapat ditirukan menjadi audio digital.

Lalu bagaimana kita bisa menggunakan audio yang bisa menjadikan kita tambah cerdas?

Jadi begini, ketika kita menggunakan pikiran kita untuk menyelesaikan soal matematika, maka otak kita dalam frekwensi low beta, jika bukan dalam frekwensi ini, maka kita akan kesulitan untuk meyelesaikannya. Pengukuran frekwensi gelombang ini bisa dilakuakan dengan memasang perangkat EEG kekepala kita, dan akan diketahui pola gelombang kita pada saat aktivitas tertentu.

Oleh karena itu, jika kita mempunyai masalah dengan kecerdasan, maka ada masalah dengan kemampuan otak kita bertahan pada frekwensi low beta. Dan jika demikian, Anda bisa mengunakan audio terapi gelombang otak dengan frekwensi low beta yang telah dirancang kusus.

Hati-hati jika memilih audio gelombang otak.

Ini adalh suara gelombang, jadi pastikan Anda menggunakan audio yang original, agar frekwensi gelombang yang Anda dengarkan dapat dipertanggung jawabkan dan kwalitas suara gelombang tidak berubah. Jangan asala menggunakan hasil downlodan atau copian.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 3 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 6 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Ngapain Garuda Minta Maaf ke Ahmad Dhani? …

Ifani | 11 jam lalu

Lawan Lupa Komnas HAM, Antasari Harus Dibela …

Berthy B Rahawarin | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: