Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Ajib Mustajib

“Kita semua sangat istimewa, makhluk yang kuat dan tak terhingga dengan potensi yang tak terbatas selengkapnya

Meningkatkan Kecerdasan (IQ)

REP | 14 June 2013 | 20:18 Dibaca: 762   Komentar: 1   0

Dalam dunia yang kompetitif dan global saat ini banyak orang dapat melakukan pekerjaan seperti yang Anda lakukan, oleh karena itu, Anda harus punya cara kusus agar menjadi berbeda di sekolah, universitas atau pekerjaan. Salah satu cara untuk membedakan diri dari orang lain adalah melalui peningkatan kecerdasan Anda. Bayangkan apa yang dapat Anda lakukan dengan IQ yang lebih tinggi: mendapatkan nilai yang lebih baik, pergi ke universitas yang lebih baik, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dipromosikan lebih cepat, dll Dalam artikel ini, saya ingin mengajarkan Anda cara mudah untuk meningkatkan kecerdasan Anda ke dalam stratosfer, menggunakan suara khusus yang disebut degan terapi gelombang otak.

Pertama, saya ingin memulai dengan menjelaskan bahwa seseorang dapat meningkatkan kecerdasannya. Hal ini karena (menurut pendapat saya dan juga pendapat yang lebih kuat dari para ahli) bahwa kemampuan kognitif tidak statis. Skor pada tes IQ dapat berfluktuasi berdasarkan pada berbagai faktor: kesehatan umum, tingkat stres, kecemasan, kondisi seperti ADD atau ADHD, keteraturan tidur, dll. Bahkan lebih dari itu, banyak studi terbaru menunjukkan bahwa IQ dapat ditingkatkan secara signifikan dengan cara tertentu.

Ok, jika kecerdasan bisa ditingkatkan, lalu cara yang bagaimana yang bisa Anda lakukan? Disini saya akan menjelaskan dengan kemampuan terapi gelombang otak dalam meningkatkan kecerdasan Anda.

Para ahli telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa dalam otak kita ada aliran listrik yang berfluktuasi. Karena aliran listrik ini berfluktuasi, amak membentuk semacam gelombang.

Nah, para ahli membedakan gelombang otak ini menjadi delta, theta, alpha, beta dan gamma. Ini adalah pembagian secara dasar, engan artian masih ada banyak jenis gelombang lai yang lebih spesifik yang mendapat perhatian kusus dari para ahli.

Dengan memanfaatkan teknologi digital sekarang ini, pola gelombang otak tersebut dapat ditirukan menjadi audio digital.

Lalu bagaimana kita bisa menggunakan audio yang bisa menjadikan kita tambah cerdas?

Jadi begini, ketika kita menggunakan pikiran kita untuk menyelesaikan soal matematika, maka otak kita dalam frekwensi low beta, jika bukan dalam frekwensi ini, maka kita akan kesulitan untuk meyelesaikannya. Pengukuran frekwensi gelombang ini bisa dilakuakan dengan memasang perangkat EEG kekepala kita, dan akan diketahui pola gelombang kita pada saat aktivitas tertentu.

Oleh karena itu, jika kita mempunyai masalah dengan kecerdasan, maka ada masalah dengan kemampuan otak kita bertahan pada frekwensi low beta. Dan jika demikian, Anda bisa mengunakan audio terapi gelombang otak dengan frekwensi low beta yang telah dirancang kusus.

Hati-hati jika memilih audio gelombang otak.

Ini adalh suara gelombang, jadi pastikan Anda menggunakan audio yang original, agar frekwensi gelombang yang Anda dengarkan dapat dipertanggung jawabkan dan kwalitas suara gelombang tidak berubah. Jangan asala menggunakan hasil downlodan atau copian.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indonesia 0 – 4 Filipina : #BekukanPSSI …

Angreni Efendi | | 26 November 2014 | 00:33

Bom Nuklir Ekonomi Indonesia …

Azis Nizar | | 26 November 2014 | 04:44

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Festival Foto Kenangan Kompasianival 2014 …

Rahab Ganendra 2 | | 26 November 2014 | 04:01

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 4 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 5 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 9 jam lalu

Timnas Indonesia Bahkan Tidak Lebih Baik …

Kevinalegion | 10 jam lalu

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Golkar Pecah karena Ical Praktekkan Tirani …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Uang Nasabah Bank Mandiri Raib 8 Milyar …

Ifani | 8 jam lalu

Ternyata Server E KTP di Dalam Negeri, …

Febrialdi | 8 jam lalu

FPI Tak Usah Dibubarkan …

Radix Wp Ver 2 | 8 jam lalu

Kisah Cinta Putra Jokowi …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: