Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Metik Marsiya

belajar dari keterbatasan…. belajar dari ketiadaan Membaca dan memahami tulisan dongeng saya, harus dari selengkapnya

Minuman Nikmat dan Sehat dari Kembang Tujuh Warna

REP | 20 April 2013 | 18:15 Dibaca: 529   Komentar: 0   1

Membaca judul di atas persepsi yang muncul pertama kali mungkin sama dengan persepsi saya waktu pertama kali ditawari minuman herba ini. Minuman dari kembang tujuh warna ? Memangnya aku sejenis mahluk halus, doyan asap dupa dan sajen?

Jangan khawatir setan, demit, jin, siluman, dan sejenisnya yang tidak terlihat oleh mata tidak punya kemampuan mengambil bunga dari taman.

Minuman segara dari bahan bunga segar tidak kalah nikmatnya dengan minuman segar dari bahan buah. Resep yang dapat digunakan sangat mudah didapat, terutama dari tukang kembang di pasar. Lhah iya lah, emang dari situ dapatnya.

Semua bunga yang berwarna-warni  dapat dipakai sebagai bahan baku minuman (kecuali kantong semar dan bunga bangkai). Semakin wangi aromanya maka akan semakin enak rasanya. Bahan yang dianjurkan adalah mawar kampung segar, bisa putih atau merah, cempaka,  melati, kanthil, kenanga, ceplok liring dan semua bunga yang beraroma wangi. Tetapi saya sampai sekarang tidak berani mencoba bunga kamboja. Bayangan aroma kuburan lebih kuat daripada efek wanginya.Tidak dianjurkan memakai bahan baku  bunga yang pada saat dipetik tangkainya mengeluarkan getah. Getah ini menimbulkan efek “sepat” pada rasa minuman.

Pada saat latihan survival bagi tim SAR disampaikan bahwa semua tumbuhan yang bisa dikonsumsi oleh binatang tumbuhan itu aman bagi manusia. Dan bunga mengandung nektar atau madu yang selalu dihisap oleh serangga. Madu sangat berguna bagi kesehatan.

Adapun cara membuatnya sangat mudah. Cukup kumpulkan semua bunga di dalam wadah, dan rendam dengan air matang. Tutup rapat, tunggu paling sedikit 1 jam. Maka minuman siap dikonsumsi. Jika menginginkan rasa yang lebih mantap, maka air matang yang digunakan untuk merendam bunga dapat diganti dengan air kelapa muda.

Minuman ini menimbulkan efek segar sama seperti saat kita minum jus buah. Bahkan di Jawa Timur ada jamu yang berguna untuk meningkatkan kesuburan dan libido bagi para pengantin baru. Nama jamunya adalah macan kerah. Bahan bakunya tidak jauh berbeda dengan kembang tujuh warna, yaitu mawar, kantil, kenanga, melati, cempaka, kunyit, daun pandan wangi dan jeruk nipis di remas-remas sampai keluar airnya. Bahan yang sudah lembut ditambah dengan air matang dan disaring. Selanjutnya diminum dengan madu. Hmmmm, keringat badan bau kembang, serasa setan eh peri lewat depan rumah.

Ketika saya ke Jakarta berkunjung ke rumah seorang teman ditunjukkan kuncup mawar kering impor dari prancis sebagai bahan minuman, hadeeeewwww, tepok jidat. Di pasar banyak cik, segar lagi, lebih wangi.

Sebagai acuan kita bisa melihat bunga chrisantinum sebagai obat panas dalam, bunga melati sebagai campuran teh. Sedangkan dalam keterbatasan bahan saya hanya memakai mawar dan melati saja, jika jumlahnya sampai setengah gelas dan diisi air sampai segelas, hasilnya sudah cukup menyegarkan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 9 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 9 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 9 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 10 jam lalu

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: