Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

24 Jam Terjepit Cincin

REP | 27 March 2013 | 23:35 Dibaca: 1526   Komentar: 0   0

24 jam terjepit cincin, bagaimana rasanya? Stres, nggak mau makan, ingin kencing terus. Itulah yang dirasakan Santa Debora murid Desain dan Produksi Kulit kelas x SMKN 14 Bandung. Belajar dari kejadian di atas adalah jangan panik kalau tidak ingin bertambah rumit masalahnya. Apapun itu. “Saya paksakan mengeluarkan cincin itu.” katanya dengan wajah dibuat tenang. “Ya akhirnya jari manisku tak manis lagi Pak, bengkak!” Itulah akibatnya dipaksa karena panik, bengkak! Dan akhirnya cincin menjadi susah keluar, padahal pada awalnya cincin masuk engan mudah. Blesss!

Cincin berbahan nikel memiliki kekerasan tertentu. Cara mudah untuk mengeluarkan cincin yang macet adalah dengan cara mematahkannya. Cara yang paling aman adalah mengikis sedikit demi sedikit dengan alat kikir. Keuntungan penggunaan kikir lebih aman karena memiliki permukaan yang rata, berbeda dengan gergaji besi yang memiliki penampang pipih. Kemukinan terpeleset pada penggunaan gergaji akan lebih besar. Dengan menggunaan kikir, luka skunder akibat salah penanganan dapat dihindari. Untuk menghindari panas yang berlebih bisa dioleskan hand & body lotion atau yang sejenisnya. Sebelum melakukan proses pengikiran kulit harus terlindung dari gesekan. Caranya bisa memasukan kertas atau plastik yang agak tebal disela antara cincin dan kulit jari. Gunakan ukuran yang cukup hanya untuk melindungi dari gesekan. Jangan sampai malah menghambat saluran darah. Bila sudah aman lakukanlah pengikiran dengan hati-hati. Perlu kesabaran karena memakan waktu.

Horeee! Lepas akhirnya! Itulah teriakan yang keluar dari mulut Santa ketika cincin nikel itu berhasil dipatahkan. 1 jam proses pengikiran menjadi tak berarti ketika cincin itu lepas dengan mudah. Untung bukan cincin emas! Itulah untungnya jadi orang bejo, melihat masalah dari sisi untung. Jadi untung terusssss!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: