Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Haderi Ideris

Haderi Ideris adalah seorang guru di Ponpes Darul Ulum, penulis buku Mudah Menulis Cerpen. Sekarang selengkapnya

Kesehatan: Rahasia Panjang Umur dan Awet Muda

REP | 10 March 2013 | 13:00 Dibaca: 1920   Komentar: 0   1

Rahasia Panjang Umur dan Awet Muda

Pada tulisan sebelumnya yang berjudul Rahasia Awet Muda saya menulis kiat mendapatkan awet muda tanpa biaya yaitu dengan mandi dini hari sebelum salat subuh. Tanpa biaya sebenarnya tidak juga kan? Mandi perlu sabun, perlu shampoo, dan alat-alat mandi lainnya kan? Mungkin yang paling tepat, awet muda dengan biaya murah. Timbul pertanyaan, apa mungkin khasiatnya seperti itu? Hanya dengan itu sajakah? Atau ada hal lain yang menunjang?

Baiklah, hal ini perlu kita buktikan dengan melakukan penelitian kecil-kecilan. Saya mempunyai kakek, namanya Mukeri, beliau meninggal dalam usia kurang lebih 75 tahun, beliau adalah veteran, mantan pejuang. Dan, nenek saya masih hidup, umur beliau sekarang sudah 83 tahun (2013).

Selain keluarga sendiri, saya coba mengamati orang-orang tua lainnya. Dari pengamatan saya dan hasil bincang-bincang dengan mereka, semuanya melakukan mandi dini hari sebelum salat subuh di sungai yang mengalir. Tidak sampai di situ, mereka menjelaskan kepada saya cara mandinya, bukan sembarang mandi loe. Mereka mewanti-wanti agar jangan sampai guyuran pertama langsung ke kepala. Yang pertama yang harus kita lakukan yaitu mencuci kaki terlebih dahulu, dimulai dari kaki kakanan kemudian kaki kiri dan terus naik sampai paha, setelah itu baru mengguyur bagian bahu kanan sampai bawah, lalu bagian bahu kiri, selanjutnya baru mengguyur kepala, hal ini dimaksudkan agar suhu panas tubuh kita keluar melalui kepala dan tidak terkejut.

Mandi dini seperti itu mendatangkan sensasi segar pada tubuh kita, yang tentunya akan berpengaruh dengan kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam kita diwajibkan mandi satelah melakukan aktivitas suami istri.

Bagaimana kalau cuaca dingin? Menurut pengakuan mereka walau cuaca dingin sekalipun, mereka tetap melakukan mandi waktu dini hari itu.

Selain mandi, mereka juga melakukan aktivitas olahraga. Olahraga yang saya maksudkaan adalah aktivitas gerak tubuh karena kebanyakan pekerjaan mereka bertani dan berkebun, dan kenderaan yang mereka pakai setiap harinnya bersepeda atau hanya berjalan kaki.

Suatu saat , saya berdiri di depan toko Sumber, dari situ saya melihat perempuan tua, umur beliau sekitar 70 tahun, nampak sehabis dari mengikuti majlis taklim, dan mau pulang ke rumah. Beliau berjalan kami dengan gagahnya. Saya memang mengenal beliau. Beliau tinggal di desa Garunggang tempat kelahiran saya. Beliau ini termasuk keluarga kami, beliau terlihat masih segar dan sehat. Saya berpikir ternyata aktivitas beliau berjalan kaki dari rumah ke pasar dan pulang lagi dengan jarak tempuh 8 km pergi dan pulangnya masih beliau jalani sama seperti saya masih tinggal di desa Garunggang. Bahkan, jauh sebelum saya lahir, aktivitas jalan kaki itu sudah beliau lakukan. Apakah beliau mengirit biaya? Mungkin saja, namun yang pasti, ada hikmah di balik aktivitas itu, sangat jelas dan nampak kelihatan. Yaitu, kesehatan dan kebugaran tubuh beliau mengalahkan kita yang masih muda ini.

Lain lagi dengan para Kiyai, mereka melakukan olahraga atau gerak tubuh dengan melakukan salat tahajjud. Karena kalau kita lihat waktu pelaksanaannya adalah waktu yang tenang sehingga membuat hati dan jiwa kita menjadi tenang juga ditambah dengan gerak tubuh ketika melakukan salat. Efek dan khasiat gerakan salat sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Di samping aktivitas fisik yang mereka lakukan, adakah aktivitas batin yang turut berperan sehingga mereka masih terlihat sehat, bahkan, bisa dibilang awet muda dan panjang umur? Tentu saja ada. Dari hasil pengamatan saya, dan selama bergaul dengan nenek saya, beliau orangnya lemah lembut dan tidak pemarah. Dan jika ada orang yang memusuhi beliau, beliau mendoakan orang itu dengan doa, Ya Allah, berikan petunjuk pada kaumku karena mereka tidak mengetahui. Berarti benar apa yang dikatakan orang, jangan marah, nanti cepat tua.

Selain menjaga hati dari marah, tentu mereka juga mempunyai amaliah, di antara amaliah mereka yang membuat wajah mereka nampak awet muda adalah memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Hampir bisa dipastikan para ulama yang wajahnya nampak bersih berseri dan berwibawa dan kelihatan awet muda amaliah mereka adalah memperbanyak membaca shalawat setiap hari.

Satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah puasa, misalnya puasa hari Senin dan Kamis. Dengan puasa tubuh kita akan sehat. Mengapa puasa?

Tubuh kita memerlukan detoksifikasi, yakni, kita perlu mengeluarkan racun dalam tubuh kita minimal satu kali dalam seminggu. Racun dalam tubuh kita itu masuk melalui makanan yang mengandung bahan kimia, pengawet, dan penyedap, serta bahan lainnya yang tidak bermanfaat bagi tubuh kita. Coba kita perhatikan makanan orang tua dahulu, masih seteril, belum tercemar dengan bahan kimia. Karenanya, mereka jarang ditimpa penyakit, bahkan, dulu air sungai belum tercemar, mereka minum langsung dari air sungai walau tanpa direbus. Berbeda dengan kita sekarang, makanan apa saja tidak lepas dari bahan kimia, dan air sungai sudah banyak tercemar limbah industri. Dan, bila kita konsomsi akan menjadi racun pemicu penyakit yang akan menyerang tubuh kita. Apabila sakit datang, berarti sumbangan terbesar bagi tubuh dalam proses penuaan dini. Oleh karena itu, racun itu perlu dikeluarkan. Caranya yang paling efektif adalah dengan puasa. Pantas saja Rasul mengatakan puasalah, niscaya kamu sehat.

. Puasa Senin Kamis sudah menjadi amal yang mudawamah dilakukan oleh KH. Ahmad Suhaimi disamping mandi dini hari juga beliau lakukan. Umur beliau sekarang sekitar 73 tahun. Dan beliau masih segar bugar, suara beliau masih lantang ketika menjadi imam dan menyampaikan khutbah Jumat.

Jadi, jika kita ingin awet muda dan panjang umur tanpa biaya yang besar, pengalaman di atas bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: