Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Teguh Suprayogi

Therapist di Saudi Arabia

Belajar Praktis Pijat Refleksi Kaki (3)

OPINI | 29 January 2013 | 05:54 Dibaca: 1987   Komentar: 2   5

1359412870751717996

refleksi punggung kaki/health.howstuffwork.com

Pada tulisan ketiga kali ini saya mengajak pembaca untuk mengenal titik refleksi pada punggung kaki. Seperti pada penjelasan sebelumnya, kaki kita merupakan gambaran kecil tubuh manusia. Titik refleksi tidak hanya terdapat pada telapak kaki, tapi juga disemua punggung kaki hingga tumit dan mata kaki.

Teknik memijat
Memijat pada punggung kaki hampir sama dengan memijat pada telapak kaki, menggunakan jempol atau dengan ujung jari-jari kita. Tidak seperti pada telapak kaki, memijat punggung kaki mesti lebih hati-hati, dalam artian kekuatan memijatnya jangan terlalu kuat karena kulit dan otot dipunggung kaki relatif tipis, dikhawatirkan bisa memar atau njarem(bahasa Jawa), karena “dibenturkan” ke tulang.

Kombinasi dengan urut
Selain dengan memijat titik-titik refleksi di punggung kaki, anda dapat melakukan kombinasi dengan urut seperti disela-sela jari, seluruh permukaan punggung kaki, sekitar tumit, mata kaki hingga betis, agar mendapat efek relaksasi yang lebih optimal dan aliran energi serta darah lebih lancar kesemua organ tubuh.

1359412209104739077

anatomi kaki/medimiss.net

Beberapa gangguan kesehatan yang bisa diatasi
Banyak gangguan penyakit yang terbantu lewat pijatan dipunggung kaki, tumit dan mata kaki. Dari sesak nafas, asma, paru-paru, menstruasi, sakit pinggang, lemah syahwat, kista, prostat dan lainnya. Akan saya bahas pada tulisan-tulisan selanjutnya. Semoga bermanfaat, saran dan kritik saya tunggu.

Dammam, 29/01/2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 6 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sayang, Aku Cinta Padamu …

Nidaul Haq | 7 jam lalu

Pertanyaan Maut …

Lasro Siahaan | 7 jam lalu

Kamar Tanpa Jendela …

Tri Lovianti | 7 jam lalu

Kenaikan LPG 12 Kg sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 8 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker Tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: