Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Teguh Suprayogi

Therapist di Saudi Arabia

Belajar Praktis Pijat Refleksi Kaki

OPINI | 27 January 2013 | 06:39 Dibaca: 17153   Komentar: 0   14

13592407921564270213

pijat refleksi kaki/koleksi pribadi

Kali ini saya mengajak pembaca untuk belajar pijat refleksi kaki dengan cara praktis.
Banyak alasan mengapa orang malas belajar pijat refleksi, terutama soal banyaknya
titik pijat refleksi di kaki, padahal kalau saja ada sedikit niat sebenarnya sangat
mudah, tidak perlu menghapal semua titik-titik refleksi.

Pada prinsipnya semua pijatan ditelapak kaki bila dilakukan secara wajar tetap ada
manfaatnya. Memang akan lebih optimal jika yang memijat tahu letak titik refleksinya.
Sebenarnya Allah sudah memberi kemudahan dengan ciptaannya yang luar biasa.
Bentuk telapak kaki kita sebenarnya gambaran kecil tubuh manusia, coba perhatikan
gambar dibawah ini

1359241512819363838

anatomi tubuh/theseobooster.blogspot.com

1359241784178909572

acumats.com

Saya pilihkan gambar-gambar di website yang mendekati ketepatan titik-titik
refleksi di kaki dengan organ pada tubuh. Dengan peta yang ada gambar organ
tubuhnya diharapkan semakin mudah memahami dan menghapal titik refleksinya.

Perhatikan, secara umum titik refleksi pada kaki kanan dan kiri sama, seperti
ginjal ada kaki kanan dan kiri, paru-paru juga ada kaki kanan dan kiri,kecuali
beberapa organ tertentu seperti jantung hanya ada pada kaki kiri, hati dan
empedu pada kaki kanan.

1359242844628328800

baby reflexology/handsole.com

Jika sudah bisa menghapal sedikit letak titik refleksinya, jangan ragu untuk mulai
belajar memijat refleksi dengan jari-jari kita, bisa juga dengan alat stik dari kayu
atau fiber yang sekarang sudah banyak di pasaran. Sediakan juga sedikit lotion
atau minyak gosok untuk membantu mengurut. Jadikan teman, suami, istri atau
anak-anak menjadi pasien uji coba. Pijat ini cocok untuk semua umur.
Selamat belajar pijat refleksi, semoga bermanfaat.

Dammam, 27/01/2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 12 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 13 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi & The Magnificent-7 of IndONEsia …

Sam Arnold | 8 jam lalu

Diperlakukan-Dikerjain-Anda Bagaimana? …

Astokodatu | 8 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 9 jam lalu

Kemana Hilangnya Lagu Anak-anak? …

Annisa Ayu Berliani | 9 jam lalu

[Nangkring Cantik] Cantik itu harusnya luar …

Bunda Ai | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: