Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Ulul Rosyad

Lahir berbarengan dengan banjir bandang di kota kecil Tuban. Sangat gentar dengan cecak

Bunga Kanthil sebagai piranti tes keperawanan

REP | 27 December 2012 | 04:12 Dibaca: 4850   Komentar: 0   4

13565549191722357801

bunga kantil/cempaka putih (opera.geler111)

Bunga yang satu ini memang mempunyai nilai lebih dari bunga-bunga yang lain, bukan karena harga, kelangkaan atau apa. Tapi lebih nilai filosisnya. Bunga kanthil atau cempaka putih mempunyai nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa, baik dalam tradisi perkawinan atau kematian.
Dalam tradisi masyarakat jawa khususnya, setiap mengadakan pesta pernikahan selalu menggunakan bunga kanthil untuk menghias rambut. Ini diberikan kepada kedua pasangan pengantin, baik yang laki-laki maupun perempuan.

Bunga kanthil atau cempaka putih yang memiliki nama latin michelia alba ini menurut mitos, dipercaya dapat mendeteksi keperawanan sang pengantin. Konon, jika sang pengantin wanita sudah tidak gadis lagi, maka bunga kanthil yang dikenakan tidak beraroma wangi dan bunga kanthil akan terbuka, tidak menguncup.

Sebaliknya jika sang pengantin wanita masih perawan, bunga kanthil tetap menguncup dan menebar aroma mewangi. Bunga kanthil ini juga sering dikaitkan dengan makhluk halus! Ups..
Konon, bagi orang yang percaya hal mistis, bunga kanthil adalah bunga yang disenangi makhluk halus seperti jin dan sebagainya. Bahkan ada mitos yang lebih serem lagi, karena aroma bunga kanthil ini begitu khas dan sangat disukai kuntilanak. Seremnya, kuntilanak ini sering menjadikan pohon kanthil (cempaka putih) sebagi rumah tempat tinggalnya. Selain digunakan dalam proses upacara pengantin, juga sebagai jembatan untuk memanggil makhluk halus.

Biasanya, bunga kanthil yang digunakan sebagai alat memanggil makhluk halus digabung dengan sesaji. Arti bunga kanthil dalam bahasa jawa adalah menggantung. Bunga kanthil mempunyai makna ritual yaitu kematil-kantil yang artinya selalu ingat dimanapun berada atau tetap mempunyai hubungan yang erat walaupun alamnya sudah berbeda.
Filosofi inilah yang menjadikan kebanggaan bagi masyarakat Jawa. Dan salah satu bentuk apresiasinya adalah penghargaan dalam bentuk karya seni yang beragam seperti yang sering kita temui dalam ukiran, batik dan sebagainya. Bunga kantil ini dapat tumbuh sampai ketinggian 1600 dpl. Penyebaran tumbuhan ini dari Asia tropis sampai ke pulau-pulau di Pasifik. Pemanfaatan bunga kanthil ini umumnya dilakukan pada upacara perkawinan (hiasan sanggul dan keris) dan juga pada upacara kematian, termasuk tabur bunga atau nyekar.

Bahkan secara medis, bunga, batang, daun kanthil (michelia alba) mengandung alkaloid mekelarbina dan liriodenina yang mempunyai khasiat sebagai ekspektoran dan deuretik. Karena kandungan yang dipunyainya, kanthil dipercaya dapat menjadi obat alternatif bagi berbagai penyakit sepeti bronkithis, batuk, demam, keputihan, radang, prostat, infeksi saluran kemih, dan sulit kencing. Sayangnya khasiat yang dipunyai oleh bunga cempaka putih ini belum tereksplorasi secara maksimal.
Sehingga meski saat ini mulai ada yang berusaha membudidayakan tanaman ini tetapi pemanfaatannya lebih banyak untuk acara-acara spiritual dan tradisi. Menyimak mitos dan kandungan medis yang menyertai fauna identitas Jawa ini, kini tergantung masing-masing kita. apakah lebih mempercayai tanaman ini sebagi rumah kuntilanak atau justru meyadari khasiat medis sebagai obat alternatif yang amat berkhasiat. Suwun….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heritage Kereta Api, Memadukan Bisnis …

Akhmad Sujadi | | 20 August 2014 | 08:31

Kabar Gembira, Kini KPK Ada TVnya! …

Asri Alfa | | 20 August 2014 | 11:16

Kesadaran Berdaulat Berbuah Ketahanan dan …

Kusuma Wicitra | | 20 August 2014 | 12:38

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 8 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 9 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: