Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Fauzi

Akupunkturis dan praktisi Tai Chi

Akupunktur pada ‘Trigger Points’, Harapan Baru bagi Penderita Stroke untuk Meraih Kembali Mobiltasnya

REP | 18 December 2012 | 14:56 Dibaca: 858   Komentar: 0   0

13558170982082100767

Kabar gembira bagi penderita stroke. Kelumpuhan dan keterbatasan alat gerak mereka yang selama ini sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkannya, kini tidak lagi. Dengan metode serasi yang mengkombinasikan akupunktur pada ‘trigger points’ dengan latihan fisik yang didasarkan pada prinsip latihan kuda-kuda dasar taiji qigong, pemulihan kelumpuhan penderita stroke dapat lebih efektif dan cepat. Bila metode ini dilakukan secara intensif (setiap hari), insya allah dalam waktu 2 minggu, mereka bisa meraih kembali mobilitasnya.

Demikian kesimpulan yang terungkap dalam workshop akupunktur untuk penderita stroke yang dilaksanakan komunitas jemaah fesbukiyah ‘Akupunktur Riset dan Study Group Indonesia’ pada hari Minggu, 17 Desember 2012 di Klinik Paskalis, Sumur Batu, Jakarta Pusat.

Pak Heru, 60 tahun, tidak mampu menahan luapan kegembiraannya saat merasakan perubahan seketika pada suara bicaranya yang semula lemah, lambat dan agak gagap, akibat serangan stroke kedua yang dideritanya sembilan bulan yang lalu, kini menjadi kuat, cepat dan tidak gagap lagi setelah diterapi akupunktur dengan metode penusukan trigger points pada daerah bahu dan leher selama 20 menit.

Begitu juga dengan kesembilan pasien stroke lainnya yang menerima terapi akupunktur dengan metode yang sama. Mereka merasakan perubahan seketika pada anggota tubuhnya yang menderita kelumpuhan yang semula spastis dan berat untuk digerakkan kini mengendur dan ringan untuk digerakkan. Ucapan terima kasih diiringi senyum bahagia berkali-kali mereka sampaikan kepada para akupunkturis yang mengobatinya dalam acara workshop tersebut. Itulah sekelumit adegan yang terekam dalam acara workshop yang bertema “Raih Kembali Mobilitas anda Setelah Stroke dengan Akupunktur, Hanya Dalam Waktu 2 Minggu”.

Tampil sebagai narasumber tunggal dalam acara itu adalah Fauzi Isman, akupunkturis yang berasal dari Pusat Kajian dan Pengembangan akupunktur dan Pengobatan Tradisional Serasi, Palembang. Dalam uraiannya Fauzi Isman memaparkan hasil riset pengalaman klinisnya selama 6 tahun mengobati pasien penderita stroke di kota Palembang.

Dari pengalamannya beriteraksi dengan penderita stroke, Fauzi Isman mencatat beberapa hal yang mengganggu pikirannya dan mendorongnya untuk mencari solusinya hingga mengantarkannya pada perumusan metode serasi untuk rehabilitasi fungsi motoric penderita stroke.

Diantaranya, Fauzi Isman mencatat adanya pergeseran titik-titik akupunktur dari posisi asalnya, dan adanya respon reflex pada titik-titik akupunktur yang bukan trigger points saat ditusuk dengan jarum. Dari sinilah ia menemukan solusi tehnik pensusukan jarum dengan manusal strong stimulation ke berbagai arah. Agar diperoleh deqi sekaligus efek reflex dan local terhadap otot yang berkaitan dengan lokasi titik akupunktur tersebut.

Fauzi isman menambahkan manual strong stimulation ke berbagai arah juga dimaksudkan untuk berkomunikasi dengan tubuh pasien dengan cara mengamati setiap reaksi penusukan yang direspon tubuh pasien. Sesuatu yang tidak akan kita alami bila menggunakan stimulasi dengan listrik atau laser. Komunikasi dengan tubuh pasien ini juga dimaksudkan sebagai dasar untuk menentukan prognosa dan tindakan pengobatan dan latihan fisik selanjutnya.

Acara workshop tersebut dihadiri oleh 30 orang akupunkturis yang dating dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Palembang. Disamping sebagai ajang berbagi ilmu dan pengalaman diantara sesama akupunkturis, acara tersebut juga lebih mengakrabkan para akupunkturis yang tergabung dalam jamaah fesbukiyah ‘Akupunktur Riset dan Sturdy Group Indonesia’ yang dimotori oleh Bapak Teddy Koesnady, DOM (Doctor of Oriental Medicine).

13558172311709930954

Komunitas jemaah fesbukiyah Akupunktur Riset dan Study Group Indonesia

Semoga metode Serasi ini bias memberikan secercah harapan bagi pendeirita stroke untuk meraih kembali mobilitasnya. Amin.

Palembang, 18 Desember 2012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: