Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Matari Mulyani

MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Mengintip Khasiat dan Manfaat Ular….

OPINI | 23 September 2012 | 14:25 Dibaca: 12445   Komentar: 8   0

Ular adalah hewan yang tergolong kedalam jenis reptil. Ular mempunyai tubuh yang panjang dan bersisik. Kita sering menganggap bahwa ular merupakan hewan berbahaya karena mempunyai bisa atau racun yang mampu membuat mahluk hidup mati bila digigit oleh ular tersebut. sehingga kita menganggap, bahwa ular memang bukan hewan yang baik untuk di pelihara. Memang rata-rata ular memiliki bisa yang berbahaya. Namun ada juga beberapa ular yang racun dan bisanya tidak berbahaya. Bisa atau racun ular tersebut terbagi menjadi dua macam, yaitu neurotoxin dan hemotoxin. Neurotoxin adalah racun yang melumpuhkan sistem pernafasan dan merusak otak korban yang tergigit sedangkan hemotoxin adalah racun yang merusak sel-sel hingga darah menggumpal dan berujung pada kematian.

Namun ada beberapa ular yang tidak memiliki bisa yang berbahaya dan bahkan tidak memiliki bisa sekalipun. Sehingga ular yang tidak berbahaya itu banyak diburu masyarakat khususnya pencinta ular untuk mereka pelihara. Namun sekarang ular menjadi tantangan sekaligus hobi tersendiri bagi masyarakat yang menyukainya. Di India, orang sengaja menternakan ular-ular berbisa untuk dijadikan obat yang di anggap mereka berkhasiat mengobati segala macam penyakit.

Manfaat dari ular-ular tersebut sangat banyak. Manfaat dari ular ini telah di akui di dunia medis senagai obat penyembuh penyakit. Jika mengkonsumsi darah ular, akan meningkatkan libino pria. Darah ular ini dipercaya dapat membuat badan lebih fit dan dan tidak mudah lelah. Sedangkan serum ular tersebut dapat digunakan sebagai obat dari virus yang menyerang tubuh manusia, seperti malaria, demam berdarah dan rabies. Berbagai penilitian kedokteran terbaru menujunkan bahwa cukup banyak khasiat bisa ular yang dapat dimanfaatkan bagi pengobatan. Para peneliti di Inggris dan Australia menemukan bahwa bisa ular dapat mencegah serangan penyakit jantung dan stroke serta mengobati penyakit kanker. Namun peneliatan yang sudah berjalan selama 25 tahun itu belum bisa menetapkan dosis yang pas dan tepat untuk di konsumsi untuk bisa ular tersebut. sumber :blogspot.com.

Selain untuk segala macam jenis penyakit, ular juga banyak diburu karena dagingnya. Masyarakat Cina dan Hongkong sering memasak daging ular ini. Biasanya mereka memasak daging ini karena mereka percaya khasiat dari daging ular ini dapat membuat tubuh mereka menjadi hangat. Mengingat suhu pada saat musim digin tiba, mereka biasanya memasak daging ular ini menjadi sup.

Manfaat lain dari ular adalah minyaknya. Minyak ular di percaya dapat dijadikan obat mujarab didalam menyembuhkan luka bakar, tersayat dan lebam. Minyak ini juga bereaksi dengan segera pada saat menghentikan pendarahan akibat luka yang di derita. Kemudian luka tersebut akan segera mengering setelah di olesi oleh minyak tersebut. Pemakaian minyak ini secara rutin pada penyembuhan luka akan merangsang tumbuhnya kulit baru pada luka tersebut. Diabetes adalah penyakit yang sangat ditakuti oleh sebagian orang karena apabila penderita diabetes mengalami luka, biasanya luka tersebut akan menjadi koreng dan susah untuk disembuhkan dan berujung pada amputasi. Namun jika minyak ular di oleskan dari pertama kali luka tersebut ada, maka minyak tersebut akan mempercepat keringnya luka pada penderita tersebut. Selain itu minyak ular juga mempunyai khasiat didalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri kulit, seperti kudis, kurap, kutu air, panu, koreng dan gatal-gatal. Minyak ini mampu untuk mengatasi gigitan serangga yang menimbulkan bengkak pada kulit dan minyak ini juga bermanfaat mengatasi serangan herpes sebelum melebar.

Kulit ular yang dapat dijadikan berbagai macam produk mulai dari sepatu, tas, topi, dompet, jaket, ikat pinggang, dan lain sebagainya. Berbicara tentang manfaat ular memang tidak ada habisnya. Namun kita juga harus menyadari, bahwa ular juga merupakan mahluk hidup yang ingin hidup dan di pertahankan habitat aslinya. Semoga bermanfaat ya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: